Agar Mendapat Kebaikan Dunia Akhirat

Agar Mendapat Kebaikan Dunia Akhirat 

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah: 201)

Makna kalimat:[1]

  1. Kalimat رَبَّنَا merupakan kalimat panggilan. Terkandung di dalamnya pengakuan akan rububiyah (Dzat yang menciptakan, mengatur dan memberi rezeki) yang dipanggil. Hal ini juga melazimkan akan uluhiyahnya (satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi dengan benar) dzat yang ia panggil.
  2. Kalimat آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً maknanya meminta semua kebaikan dunia semisal kesehatan, rezeki yang halal dan membawa berkah, tempat tinggal yang nyaman, istri shalihah, anak-anak yang menyejukkan pandangan, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, ketenteraman hati dan sebagainya.
  3. Kalimat وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً maknanya semua kebaikan di kampung akhirat. Dan kebaikan yang paling puncak adalah masuk surga. Demikian juga semua hal yang terkait dengan urusan akhirat semisal nikmat kubur, dimudahkan hisabnya, selamat tatkala melewati sirath dan sebagainya.
  4. Kalimat وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ maknanya palingkanlah kami dari pedihnya adzab neraka. Sebagai konsekuensinya, ia akan mudah untuk menjauhi hal-hal yang jelas haram maupun perkara syubhat ketika di dunia. Karena dua hal tersebut bisa menyeret pelakunya ke jurang neraka.

Faedah:

  1. Doa ini merupakan doa yang sangat agung dan mulia. Allah ﷻ mengabarkan tentang sebuah kaum yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tatkala melaksanakan haji di Baitullah. Mereka meminta kepada Rabbnya dengan doa ini. Disebutkannya doa mereka dalam al-Qur’an merupakan wujud pujian dan sanjungan Allah terhadap mereka, karena orang-orang itu telah menggabungkan antara kebaikan dunia dan akhirat.
  2. Hendaknya seorang muslim tidak melupakan doa di atas dalam setiap waktu yang ia gunakan untuk bermunajat kepada Allah, terutama pada waktu-waktu mustajab. Karena doa yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ adalah doa di atas, sebagaimana yang dikisahkan oleh sahabat yang mulia, Anas bin Malik a\ kepada kita.[2]
  3. Dikisahkan, bahwa pada suatu saat Rasulullah ﷺ menjenguk seorang sahabat yang sedang sakit, ia sangat kurus hingga seperti seekor anak burung. Lantas beliau bertanya kepadanya, “Apakah kamu telah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah?” Sahabat tersebut menjawab, “Ya. Dulu aku pernah berdoa, ‘Ya Allah, jika Engkau kelak di akhirat menghukumku maka segerakanlah hukuman itu di dunia.’” Rasulullah bersabda, “Subhanallah..! Engkau tidak akan mampu memikulnya, kenapa engkau tidak berdoa:

 اَللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار؟

Kemudian sahabat tersebut berdoa dengan doa itu dan akhirnya Allah menyembuhkannya.[3]

  1. Berkata al-Qasim bin Abdurrahman, “Barangsiapa diberi hati yang pandai bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan jasad yang senantiasa sabar maka sungguh dia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat serta diselamatkan dari api neraka.”[4] Semoga kita termasuk di antara mereka. Amin.

[1] Tafsir Ibnu Katsir 1/417, Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkar hal. 119-120.

[2]  HR. al-Bukhari: 6026 dan Muslim: 2690.

[3]  HR. Muslim: 2688.

[4]  Tafsir Ibnu Katsir 1/417.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *