Akhir Kehidupan Orang Kafir

AKHIR KEHIDUPAN ORANG KAFIR 
Oleh:Ust.Muhammad Aunus Shofy
(Tafsir Surat al-Insan [76]: 4)
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا

Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

Setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah, baik yang beriman kepada Allah q\ maupun yang kafir, karena Allah yang telah menciptakannya dan kepada-Nya akan kembali.Manusiaakanmemiliki tempat kembali masing-masing pada hari kiamat, sesuai dengan amalan yang dikerjakan dahulu didunia.Setelah itu mereka hanya terbagi menjadi dua kelompok; satu kelompok akan menuju surga dan kelompok yang lain akan menuju neraka. Kedua tempat inilah akan menjadi tempat tinggal manusiasecara abadi di akhirat.Mereka akan hidup didalamnya selamanya dan tidak ada lagi kematian.

Allah sudah mengabarkan kepada kita didalam al-Qur’an dan lewat lisan Rasulullah, bahwa neraka merupakan tempat tinggal bagi orang-orang kafir dan mereka yang sombong dari beribadah serta taat kepada-Nya.Neraka pun bertingkat, mereka akan masuk kedalamnya sesuai dengan tingkatankekufurandankemaksiatannya.

Al-Qur’an banyak sekali menyebutkan tentang neraka secara jelas dan gamblang, macam, sifatnya, jenis siksaan didalamnya dan bentuknya, yang hampir-hampir setiap surat didalam al-Qur’an tidak pernah luput dari pemberitaan tentang neraka dan penghuninya, sebagai peringatan agar waspada dan tidak terjerumus ke dalamnya. Diantaranya, ada didalam surat yang mulia ini.Marikita mempelajarinya bersama.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat sebelumnya, Allah q\ menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan manusia dengan sempurna lalu memberikan petunjuk jalan menuju kebenaran, sehingga manusia terbagi menjadi dua golongan; golongan yang meniti jalan yang lurus dengan bersyukur kepada Rabbnya serta nikmat-nikmat yang dikaruniakan kepadanya, dan golongan yang tersesat, yaitu yang kufur kepada Rabbnya serta nikmat-Nya dan berpaling dari kebenaran. Kemudian pada ayat selanjutnya, Allah berikan janji dengan mempersiapkan tempat kembali untuk mereka semuanya.Diantaranya apa yang Allah telah siapkan untuk orang kafir, berupa rantai, belenggu, api yang menyala dan berbagai siksaan pedih untuk mereka.

Ibnu Jarirath-Thabari menafsirkan, “Bahwa Kami (Allah) menyiapkan bagi siapa yang mengingkari nikmat-nikmat kami dan menyelisihi perintah-perintah kami berupa rantai yang akandibelitkankepadamerekadengan kuat di dalamnerakaJahim, dandibelenggudengan belenggu-belenggu pada tangan-tangan sampai leher-leher mereka, dan dinyalakan kepada mereka api neraka yang sangat berkobar lagi menyala-nyala.”[1]

SyaikhAbdurrahmanas-Sa’di menerangkan,“Yaitu, bahwa Kami (Allah) telah mempersiapkan dan menyediakan bagi siapa yang kufur kepada Allah, mendustakan para Rasul-Nya dan berani melakukan kemaksiatan dengan rantai-rantai di dalam neraka Jahannam, sebagaimana Allah berfirman:

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.(QS. al-Haqqah: 32)

Dan berupa belenggu-belenggu yang akanmengikat tangan-tangan mereka sampai leher-lehermerekadanmembelitmerekadengankuat. Serta berupa api yang menyebar luas ke jasad-jasad mereka serta membakar badan mereka semua. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:

Setiap kali kulitmerekahangus, Kami gantikulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.(QS. an-Nisa’: 56)

Inilah siksaan yang terus-menerus untuk mereka selama-lamanya.Mereka kekal di dalamnya dalam jangka waktu yang panjang, tak terbatas.”[2]

Faedah Ayat:

  • Mengimani adanya neraka dania sudah disiapkan sejak sekarang.

Neraka merupakan tempat siksaan yang abadi yang disiapkan oleh Allah untuk orang kafir, sebagaimana surga tempat kenikmatan yang kekal untuk orang beriman.

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS. al-Infithar: 13-14)

Dan keduanya merupakan makhluk yang sudah tersedia sejak sekarang, siapuntukdihuni, sebagaimana Allah q\ menjelaskan tentang Fir’aun dan kaumnya yang diperlihatkan kepada mereka di dalam kuburnya api neraka saat pagi hari dan sore. Menunjukkan sebagai bukti, bahwa api neraka sudah dipersiapkan semenjak dahulu.

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras.” (QS. Ghafir: 46)

Nabi n\ mengabarkan,bahwa pernah melihat neraka ketika shalat gerhana matahari, dan melihat ‘Amru bin Luhai berada dineraka.[3]

Dalam hadits yang lain,Nabi pernah diperlihatkan api neraka dan kebanyakan penduduknya adalah wanita.[4]

Juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bersumber dari Abu Hurairah a\, bahwa Rasulullah n\ bersabda,“Setelah Allah menciptakan surga, Dia berkata kepada Jibril, ‘Pergi dan lihatlah!’Kemudian Jibril pergi dan melihatnya.Dan berkata, ‘Demi keagungan-Mu, sesungguhnya tidak ada satupun yang pernah mendengarnya kecuali pasti ingin memasukinya.’Lalu jalan menuju surga dihiasi dengan berbagai rintangan.Setelah itu, Allah berkata lagi kepada Jibril, ‘Sekarang, lihatlah!’Kemudian Jibril melihatnya dan berkata, ‘Wahai Rabbku, aku khawatir tidak akan ada yang bakal dapat memasukinya.’”

Rasulullah meneruskan sabdanya, “Setelah Allah menciptakan neraka, Dia berkata kepada Jibril, ‘Pergi dan lihatlah!’Maka Jibril pergi dan melihatnya.Ketika datang, Jibril berkata, ‘Demi keagungan-Mu, tidak ada satupun yang pernah mendengarnya kecuali ia tidak akan mau memasukinya.’Lalu jalan menuju neraka dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan (syahwat).Setelah itu, Allah berkata lagi, ‘Sekarang, pergi dan lihatlah.’Jibril pun pergi dan melihatnya.Setelah datang, ia berkata, ‘Demi keagungan-Mu. Aku khawatir semuanya akan masuk ke dalamnya.’”(HR. Abu Dawud: 4744)

  • Gambaran pedihnya siksaapi neraka.

Siksaan api neraka tidak dapat terbayangkan didunia, akan tetapi Allah dan Rasul-Nya memberikan gambaran tentang siksaan api neraka agar kita mengetahuinya dan menjauhi amalan-amalan yang menjerumuskan kedalamnya. Diantaranya api neraka memiliki tujuh puluh ribu rantai dan belenggu yang diikatkan dileher-leherserta tangan orang-orang kafir dan memiliki panjang tujuh puluh hasta.Kemudianiadiseret oleh tujuh puluh ribu Malaikat menuju tempat yang mendidih dan dibakar di dalam api neraka. Allah Ta’ala berfirman:

Ketikabelenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api. (QS. Ghafir: 71-72)

Firman-Nya lainnya yang artinya:

(Allah berfirman): “Peganglahdialalubelenggulahtangannyakelehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudianbelitlahdiadenganrantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (QS. al-Haqqah: 30-32)

Rasulullah  bercerita:

يُؤْتَىبِجَهَنَّمَيَوْمَئِذٍلَهَاسَبْعُونَأَلْفَزِمَامٍ،مَعَكُلِّزِمَامٍسَبْعُونَأَلْفَمَلَكٍيَجُرُّونَهَا

“Bahwasanya beliau pernah diperlihatkan neraka Jahannam.Di dalam neraka tersebut terdapat tujuh puluh ribu tali pengikat.Setiap tali ditarik oleh tujuh puluh ribu Malaikat.”(HR. Muslim: 7343)

  • Siksaan neraka bermacam-macam dan bertingkat-tingkat.

Apidan siksa neraka bertingkat-tingkat,sebagaimana surga dan kenikmatannyajuga bertingkat. Orang kafir yang masuk neraka akan disiksa sesuai dengan kadarkekufurandankemaksiatannya. (QS. an-Nahl: 88)

Rasulullah n\ bersabda:

إِنَّأَهْوَنَأَهْلِالنَّارِعَذَابًامَنْلَهُنَعْلَانِوَشِرَاكَانِمِنْنَارٍ،يَغْلِيمِنْهُمَادِمَاغُهُكَمَايَغْلِالْمِرْجَلُ،مَايَرَىأَنَّأَحَدًاأَشَدُّمِنْهُعَذَابًاوَإِنَّهُلَأَهْوَنُهُمْعَذَابًا

“Sesungguhnya siksa penghuni neraka yang paling ringan adalahseseorang yang dipakaikansepasangterompah yang terbuat dari api sehingga otaknya mendidih sebagaimana bunyi air yang direbus. Saat itu, orang tersebut mengira bahwa dialah yang mendapat siksaan paling pedih, padahal ia penghuni neraka yang paling ringan siksanya.”(HR. Muslim: 364)

  • Neraka yang kekal untuk orang kafir, bukan untuk pelaku maksiat dari kaum mukmin.

Api neraka merupakan tempat yang disediakan oleh Allah untuk orang kafir dan kekal di dalamnya. Adapun ahli maksiatyang masih memiliki keimanan di dalam hatinya, walaupun sekecil biji sawi,meski mereka masuk ke dalam neraka dan merasakan adzab di dalamnyakarenamaksiatnya,tetapimerekatidakkekal di dalamnya, dan dapat masuk surga nantinya.Rasulullah n\ bersabda:

يَخْرُجُمِنَالنَّارِمَنْقَالَلاَإِلَهَإِلَّااللهُ،وَفِيقَلْبِهِوَزْنُشَعِيرَةٍمِنْخَيْرٍ،وَيَخْرُجُمِنَالنَّارِمَنْقَالَلاَإِلَهَإِلَّااللهُ،وَفِيقَلْبِهِوَزْنُبُرَّةٍمِنْخَيْرٍ،وَيَخْرُجُمِنَالنَّارِمَنْقَالَلاَإِلَهَإِلَّااللهُ،وَفِيقَلْبِهِوَزْنُذَرَّةٍمِنْخَيْرٍ

Akan dikeluarkan dari neraka siapa saja yang mengatakan ‘LaaIlaahaIllallah’ dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jewawut.Akan dikeluarkan dari neraka siapa saja yang mengatakan ‘LaaIlaahaIllallah’dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa saja yang mengatakan ‘LaaIlaahaIllallah’dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi.”(HR. al-Bukhari: 44)

Allah Mahaadilpadasetiaphamba, tak pernah zalim sedikitpun.Ketika orang kafir masuk nerakamerupakanbalasansetimpaldariamal yang mereka kerjakan dahulu. (QS. al-An’am: 132-133)

Begitu juga orang yang beriman, masuk surga merupakan balasan dan bonus dari apa yang mereka kerjakan dahulu berupa kebaikan. (QS. al-Kahfi: 88)

Wallahu A’lam. 


[1]Tafsir ath-Thabari 24/93.

[2]Tafsir as-Sa’di 901.

[3]Hadits al-Bukhari: 1212.

[4]Hadits al-Bukhari: 29.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *