Akhirnya Abu Sufyan Masuk Islam

Keesokan harinya Abu Sufyan diajak al-Abbas untuk menemui Rasulullah ﷺ sebagaimana yang sudah dijanjikan oleh Beliau. Bagaimana dialog mereka sehingga Abu Sufyan menyatakan keislamannya? Yuk, kita ikuti dialog berikut! Tatkala melihat Abu Sufyan, Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya:

Rasulullah:“Celakalah engkau, wahai Abu Sufyan!Bukankah telah tiba saatnya engkau mengetahui bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah?”

Abu Sufyan:“Ayah dan ibuku sebagai jaminanmu. Alangkah bijak, mulia dan penyambung rahimnya dirimu! Aku telah menduga kalau ada ilah (sesembahan) selain Allah niscaya Dia tidak butuh apapun dariku setelah ini.”

Rasulullah: “Celakalah engkau wahai, Abu Sufyan!Bukankah telah tiba waktunya engkau mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah?”

Abu Sufyan: “Ayah dan ibuku sebagai jaminanmu. Alangkah bijak, mulia dan penyambung rahimnya dirimu. Adapun untuk yang satu ini sampai sekarang di hatiku masih ada sedikit ganjalan.”

Mendengar pernyataan Abu Sufyan tersebut, al-Abbas lantas berkata kepadanya.

Al-Abbas: “Celakalah engkau, masuk Islamlah engkau dan segera ucapkan 2 kalimat syahadat sebelum Rasulullah memenggal lehermu!”

Mendengar seruan al-Abbas, Abu Sufyanpun langsung menyatakan keislamannya dengan mengikrarkan dua kalimat syahadat. Setelah itu al-Abbas berkata kepada Rasulullah tentang sifat Abu Sufyan.

Al-Abbas: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang senang dipuji. Oleh karena itu, jadikanlah untuknya sesutau yang menyebabkan ia dipuji orang.”

Rasulullah:“Baiklah, barangsiapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka ia dijamin aman. Dan barangsiapa yang menutup pintu rumahnya maka ia aman. Dan barangsiapa yang masuk Masjidil Haram maka ia juga aman.”

Pasukan Islam berangkat menuju Makkah

Pada pagi hari, Selasa tanggal 17 Ramadhan tahun 8 H, Rasulullah meninggalkan Marr azh-Zhahran menuju Makkah. Rasulullah memerintah al-Abbas untuk menahan Abu Sufyan disebuah celah bukit sehingga ketika tentara Allah melewatinya dia dapat melihat mereka.

Beberapa kabilah pun melewati keduanya dengan membawa bendera masing-masing. Setiap kali ada kabilah yang melewatinya Abu Sufyan bertanya kepada al-Abbas; “Wahai al-Abbas, siapa mereka?” Maka al-Abbas menjawab pertanyaan tersebut semaunya, misalnya, “Itu kabilah Sulaim.” Abu Sufyan pun menimpali, “Apa peduliku dengan Sulaim?”Begitulah seterusnya, tidak ada satu kabilahpunyang melewatinya melainkan ia tanyakan tentangnya.

Akhirnya, tibalah giliran Rasulullah bersama para sahabatnya yang banyak melewatinya.Mereka terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar. Mereka bersimbol hijau dan tidaklah terlihat dari mereka kecuali tatapan mata yang tajam.Abu Sufyan mengomentari, “Subhanallah, siapa mereka wahai al-Abbas?” “Ini adalah Rasulullah bersama kaum Muhajirin dan Anshar,” jawab al-Abbas. Abu Sufyan berkata lagi, “Demi Allah, tidak ada seorang pun yang mampu menghadapi dan membendung mereka, wahai Abu al-Fadhl. Kerajaan (kekuasaan) keponakanmu sekarang menjadi besar.” Al-Abbas menimpali lagi, “Wahai Abu Sufyan, sesungguhnya ini adalah kenabian.” “Kalau begitu, alangkah baiknya,” jawab Abu Sufyan.

Demikianlah adik-adik, kisah masuk Islamnya Abu Sufyan dan pergerakan Rasulullah bersama para sahabatnya dalam rangka pembebasan kota Makkah. Bagaimana sikap orang-orang Quraisy tatkala mendengar dan melihat kedatangan pasukan Islam? Insya Allah,pembahasan berikutnyaakan kita lanjutkan pada edisi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *