al-Basith

al-Basith ( اَلْبَاسِطُ ) (Yang Melapangkan Rezeki)

Oleh: Tim TARJIM

Ramadhan telah berlalu. Alhamdulillah, dengan rahmat dan pertolongan Allah kita bisa melaksanakan berbagai macam ibadah di bulan penuh berkah tersebut. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan memberi kita keistiqamahan dalam menjalankan berbagai kebaikan. Sehingga, walaupun bulan Ramadhan telah berlalu namun kita masih mengerjakan berbagai ibadah yang telah kita latih selama satu bulan itu.

Sobat TARJIM yang kakak cintai karena Allah, hari raya Idul Fitri merupakan kesempatan bagi kita untuk mengunjungi sanak kerabat dan sahabat karib. Hari yang penuh kebahagiaan dan keceriaan. Semua keluarga berkumpul untuk melepas kerinduan setelah lama berpisah di berbagai daerah. Ada yang sekolah di pesantren, bekerja di luar daerah atau memang berdomisili di daerah lain. Semoga Allah melapangkan rezekinya kepada kita semua karena hanya Dialah yang bisa melapangkan rezeki seorang hamba. Mari kita perhatikan firman Allah berikut:

وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. al-Baqarah [2]: 245)

Al-Basith merupakan salah satu dari nama Allah yang maha indah. Diambil dari firman Allah di atas, tepatnya pada kataيَبْسُطُ yang berarti melapangkan rezeki. Karena itu apabila kita menginginkan kelapangan rezeki, jangan lupa berdoalah dengan menggunakan nama Allah yang mulia ini. Karena kita diperintahkan untuk berdoa dengan menggunakan nama-nama-Nya agar permintaan kita dikabulkan oleh Allah. Hal ini telah Allah jelaskan dalam firman al-Qur’an surat al-A’rāf ayat 180.

Sobat TARJIM yang dirahmati Allah, ada yang perlu kita perhatikan, yaitu senantiasa bersyukur dengan rezeki yang telah diberikan kepada kita. Kita harus menyakini bahwa itu semua merupakan pemberian Allah semata, bukan karena jerih payah kita saja. Kemudian hendaknya rezeki tersebut kita gunakan untuk berbakti kepada Allah, beribadah hanya kepada-Nya serta menunaikan kewajibannya apabila sudah memenuhi ketentuan yang ada, yaitu dengan membayar zakat.

Nah, apabila kita bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan kepada kita maka Allah akan menambah rezeki tersebut, namun jika kita kufur (tidak bersyukur) maka adzab dan siksaan Allah itu sangatlah pedih. Semoga kita termasuk hamba-Nya pandai bersyukur. Amin.

Untuk orang tua dan pendidik:

1. Terus beri semangat kepada anak-anak untuk senantiasa mempelajari asma’ul husna agar mereka semakin mengenal Allah, Pencipta alam semesta.
2. Jelaskan kepada mereka bahwa rezeki yang dia peroleh, ibu, bapak dan keluarganya merupakan pemberian Allah, oleh karena itu kita tidak boleh membanggakan kekayaan yang dimilikinya.
3. Kewajiban seorang hamba adalah bersyukur atas berbagai rezeki dan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan menggunakannya untuk berbakti dan beribadah kepada Pemberinya, yaitu Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *