Apasih Sujud Tilawah?

Sujud Tilawah

Assalamu’alaikum adik-adik, alhamdulillah dengan rahmat dan karunia Allah kita bisa bersua kembali dalam rangka mempelajari syariat agama kita. Kali ini kita akan membahas tentang sujud tilawah. Adik-adikku yang kakak sayangi apasih, yang dimaksud sujud tilawah? sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika kita membaca atau mendengar salah satu ayat-ayat sajdah.

Para ulama  telah menjelaskan bahwa ayat  sajdah itu jumlahnya ada 15 ayat yakni:

  1. Surat al-A’raf[7]: 206.
  2. Ar-Ra’d[13]: 15.
  3. An-Nahl[16]: 49-50.
  4. Al-Isra’[17]: 107-109.
  5. Maryam[19]: 58.
  6. Al-Hajj[22]: 18.
  7. Al-Hajj[22]: 77.
  8. Al-Furqan[25]: 60.
  9. An-Naml[27]: 25-26.
  10. As-Sajdah[32]: 15.
  11. Shad[38]: 24.
  12. Fushshilat[41]: 37-38.
  13. An-Najm[53]: 62.
  14. Al-Insyiqaq[84]: 21.
  15. Al-‘Alaq[96]: 19.

Wah, susah sekali menghafalkannya, Kak..! Adik-adikku, semoga Allah memberkahi kita semua, Alhamdulillah ternyata ayat-ayat sajdah ini sudah ada tandanya dalam  al-Qur’an. tandanya adalah seperti dibawah ini:

(tolong beri gambar ayat sajdah dan tandanya)

Jadi, jika kita melewati ayat dengan tanda ini, berarti ayat yang kita baca tadi  adalah ayat sajdah.

Apa hukum sujud tilawah tersebut, Kak?

Para ulama sepakat tentang syariat sujud tilawah saat kita membaca atau mendengar ayat sajdah. Menurut Jumhur (kebanyakan) ulama hukum sujud tilawah adalah sunah, yakni melakukan sujud lebih utama dari pada tidak melakukan sujud. Meski seandainya ada orang yang sengaja tidak melakukan sujud saat membaca ayat sajdah atau mendengarnya maka Dia tidaklah berdosa.

Bagaimana tatacara sujud Tilawah, Kak?

Adik-adikku yang kakak sayangi, berikut ini kakak sampaikan bagaimana tatacara sujud tilawah:

  1. Sujud dilakukan hanya satu kali sujud.
  2. Bentuk sujudnya sama seperti sujud dalam shalat
  3. Sujud tilawah dimulai bisa dengan berdiri atau duduk, akan tetapi sujud tilawah yang dimulai dengan berdiri adalah yang lebih utama.
  4. Disyariatkan bertakbir ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Wa-il bin Hujr
  5. Tidak ada salam dan tidak ada takbirotul ihram.
  6. Membaca doa, diantaranya:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُبِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِفَتَبَارَكَ الله أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Wajahku telah bersujud kepada Yang menciptakannya, memfungsikan pendengaran dan penglihatan dengan kemampuan dan kekuatan-Nya.Mahasuci Allah, sebaik-baik pencipta.”  

Tidak disyaratkan harus suci dan menghadap kiblat jika dilakukan di luar shalat.

Adik-adik, demikianlah pembahasan kita kali ini, semoga kita diberi ilmu yang bermanfaat sehingga bisa menyelamatkan kita dari pedihnya api neraka. Sampai jumpa pada edisi berikutnya! Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *