Bagaimana Cara Anda ‘Berinvestasi’ Melalui Keluarga?

Bagaimana Cara Anda ‘Berinvestasi’ Melalui Keluarga?

Bila boleh diibaratkan, keluarga adalah salah satu sarana investasi kita untuk mencapai kebahagiaan di hari akhir. Karena banyak sekali pintu kebaikan yang dapat dimasuki melalui jalur keluarga ini. Sebut saja; birrul walidain, silaturahmi, pergaulan yang baik antara pasutri, dan yang sebagainya.

Sebagaimana dalam berbisnis, kita akan mencari lahan-lahan yang dapat memberi untung banyak saat berinvestasi, demikian pula dengan keluarga jika kita berniat mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. lantas, bagaimanakah caranya?

Sebenarnya, acuan utama berinvestasi melalui keluarga demi mendapatkan kenikmatan dunia akhirat ialah dengan kembali mengilmui dan mengamalkan firman Allah ﷻ dalam QS. at-Tahrim ayat ke-6;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya Malakat-Malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Karena di dunia ini ada dua jenis keluarga yang memiliki akhir berbeda saat mereka berada di akhirat. Mereka yang nampak harmonis secara lahir, namun pada hari kiamat akan saling menyalahkan dan menuntut untuk dimasukkan ke dalam neraka.

Jenis kedua, adalah mereka yang memiliki hubungan harmonis di dunia, walaupun tak selalu menuruti segala yang diinginkan, mereka pun harmonis di akhirat dan dikumpulkan bersama-sama dalam surga yang dipenuhi kenikmatan.

Apakah perbedaan antara kedua keluarga tersebut? Lagi-lagi, ayat ke-6 dari surat at-Tahrim yang menjadi pembeda dari cara berinvestasi mereka. Karena itu, siapa saja yang menjadikan aturan Allah sebagai pedoman dalam berinvestasi melalui keluarga, niscaya ia pun akan mendapatkan kesudahan yang menguntungkan dan membahagiakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *