Belum Punya Anak

Sudah 12 Tahun Masih Menunggu Punya Momongan

Oleh: Tim NUKHBA

Soal:

Assalamu’alaikum. Ana sudah 12 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Sudah berganti-ganti periksa ke dokter spesialis, saya dan suami dianjurkan untuk sabar dan dinyatakan normal kondisinya. kemudian saya terapi bekam dan pijat, katanya mulut rahim sempit, jadi sperma tidak bisa masuk. Adakah herbal untuk mengatasi hal ini? Selama ini saya selalu konsumsi bermacam-macam herbal kesuburan. Mohon saran dan doanya. Jazakallahu khairan.

(Ummu Tifa, Blitar, +6285789xxxxxx)

Jawab:

Wa’alaikumussalam. Secara umum 12 tahun usia pernikahan tergolong kasus yang rumit, susah dan banyak penghalang. Terlebih jika memiliki riwayat banyak konsumsi obat yang bermacam-macam. Kondisi kurang menguntungkan bila dibandingkan dengan kasus yang sama, namun konsumsi obat bersifat sejenis, atau malah sama sekali tidak minum obat.

Pengobatan yang banyak macamnya

Tidak selamanya menghasilkan manfaat yang banyak, misalnya masalah reproduksi seperti ini. Banyaknya obat yang masuk ke dalam tubuh yang bersifat beraneka ragam malah menuntut semakin banyak waktu untuk lebih lama mengonsumsi obat penyubur.

Sebagai misal, jika selama ini obat yang dikonsumsi adalah A dengan sifat menambah gairah, obat B bersifat menguatkan lambung dan ginjal, obat C dengan sifat pembersih tubuh, obat D bersifat menguatkan rahim dan obat E bersifat mendinginkan rahim dengan sifat antara satu obat berlainan. Jika obat A dikonsumsi 1 bulan gagal, kemudian berganti obat B, C, D dan seterusnya masing-masing dikonsumsi dalam satu bulan dan gagal juga, kemudian berganti obat kesuburan baru dengan sifat yang lebih spesifik, menguatkan rahim, menyuburkan rahim, membantu membesarkan sel telur dsb. Waktu uji coba yang dibutuhkan bukan hanya 1 bulan, tapi kurang lebih 3 bulan. Mengingat perbaikan dan pembersihan akibat gangguan organ reproduksi dan pengaruh obat lebih lama, sampai di sini dapat kami simpulkan bahwa kebutuhan obat penyubur ibu lebih banyak, dan membutuhkan waktu terapi yang lebih lama. Lebih-lebih jika stamina sudah mulai menurun, umur sudah di atas 40 tahun, dan haid datang setiap dua bulan sekali atau baru mengalami menopause.

Ganti obat baru

Jika memutuskan untuk memakai obat yang baru, sebaiknya lakukan pembersihan tubuh dari sisa obat yang tertinggal. Minum satu bulan sebelumnya. Minumlah obat pembersih badan secara umum atau obat peluruh racun ringan semisal air kelapa (khusus penderita gangguan reproduksi dengan gangguan sakit kaki, tungkai dan nyeri persendian dan tumit kaki, sebaiknya tidak pakai air kelapa untuk terapi). Setelah itu pilihlah obat yang benar-benar bersifat penyubur. Mengingat obat kesuburan yang beredar di pasaran ada dua jenis yang sama-sama diklaim sebagai obat kesuburan; pertama, obat kuat atau yang lebih tepatnya disebut obat penyubur syahwat sedangkan kedua, obat kesuburan, yang bersifat untuk menyuburkan organ reproduksi semata. Obat jenis ini hampir tidak menaikkan libido kecuali dalam batas dan kondisi khusus.

Jika ada waktu, ada baiknya membaca ulang mengenai catatan kecil herbal penyubur yang pernah kami bahas dalam majalah ini pada vol.48 atau dari sumber lain.

Jangan terpengaruh testimoni

Perbedaan kondisi, makanan, istirahat dan perbedaan stamina, banyaknya problem, keluhan dan kendala dalam reproduksi serta perbedaan kualitas hubungan suami istri, testimoni sangat sulit dijadikan barometer. Karenanya, sebaiknya jangan hiraukan testimoni dari produsen obat, semoga saja dengan demikian tatkala kita gagal dalam program pengobatan, semangat masih ada, tidak kendor dan tidak mudah putus asa.

Vonis mulut rahim sempit

Untuk masalah ini kedengarannya aneh. Sesempit apapun mulut rahim normal, niscaya sel sperma tetap bisa masuk. Kecuali jika sempitnya mulut rahim disebabkan bentuk mulut rahim abnormal, atau adanya benda asing, misalnya mulut rahim menutup akibat desakan tumor, miom, kista sampai tersumbat total. Jika kondisinya seperti ini, ada dua hal yang harus dilakukan. Lakukan pengobatan pada pemicu sempitnya mulut rahim, dan yang kedua, pertahankan agar kesuburan rahim menurun.

Adapun herbal khusus untuk memperlebar mulut rahim -wallahu a’lam- belum kami ketahui. Dan hal ini tergolong baru buat kami.

Selalu konsumsi berbagai herbal kesuburan

Sebaiknya kegagalan pada masa lalu bisa kita jadikan bahan loncatan terapi ke depan. Ingat dulu, berapa lama waktu yang pernah digunakan untuk konsumsi obat kesuburan? Waktu ini harus diingat. Jika dulu konsumsi obat A selama 2 bulan dengan dosis yang benar, selama dua bulan gagal, maka jika ingin konsumsi obat ini lagi, waktu yang diperlukan harus lebih dari dua bulan. Intinya, jadikan patokan waktu berapa lamakah pernah konsumsi obat kesuburan yang paling panjang. Jika sudah ketahuan, perpanjang masa pengobatan dan jangan mudah berganti obat jika sudah ada tanda-tanda perbaikan. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *