Bentuk Asli Ka’bah

Sobat TARJIM sekalian. Tahukah kalian bahwa Ka’bah yang merupakan kiblat umat Islam saat ini bentuknya tidak asli sebagaimana awalnya? Nah, lantas seperti apa ya bentuk asli Ka’bah yang dibuat oleh nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il dulu? Trus, kenapa bisa berubah? Itulah yang menjadi topik kita dalam rubrik Wawasan Islam kali ini. Yuk, kita ikuti bersama!

BENTUK ASLI KA’BAH

  1. Bentuk Asli Ka’bah adalah persegi panjang. Adapun saat ini Ka’bah berbentuk kotak. Dahulunya Hijr Isma’il adalah bagian dalam Ka’bah sehingga bentuknya persegi panjang. Nah, sejarahnya, ketika Ka’bah rusak maka kaum Quraisy sebagai pengelola Ka’bah hendak membangunnya kembali. Mereka pun mengumpulkan semua uang halal mereka (uang riba, menipu dll. tidak boleh). Ternyata uang halal mereka tidak cukup membangun semua bentuk Ka’bah.
    Akhirnya mereka hanya bisa membangun sampai bentuk kotak saja (kubus) dan Hijr Isma’il berada di luar.
  2. Dinding Ka’bah tidak terlalu tinggi seperti sekarang dan tidak ada penutupnya. Aslinya tembok Ka’bah pendek dan tidak ada penutup atasnya. Nah, saat renovasi itu dibuatlah agak tinggi dan ditutup atasnya. Alasannya, karena saat itu Ka’bah digunakan untuk menyimpan harta umat supaya mencegah pencurian, maka dibuatlah agak tinggi dan ditutup atasnya.
  3. Pintu Ka’bah yang asli menempel di tanah. Saat ini pintu Ka’bah agak tinggi sekitar 1,5 meter. Perubahan ini dilakukan agar orang yang masuk Ka’bah tidak sembarangan. Jika pintu menempel di tanah, akan mudah bagi siapa saja masuk.
  4. Jumlah pintu Ka’bah juga aslinya dua; di timur dan barat. Akan tetapi karena uang halal kaum Quraisy tidak cukup, mereka hanya bisa membangun satu pintu saja, yaitu di timur.
  5. Kiswah atau kain penutup Ka’bah dahulunya tidak harus berwarna hitam. Saat ini kiswah selalu berwarna hitam. Dahulu sempat berwarna dasar merah dengan corak, sempat juga putih, berubah-ubah sesuai khalifah saat itu. Kiswah menurut sejarah, sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim yang fungsinya melindungi Ka’bah dari debu atau kotoran.

Lalu mengapa Ka’bah tidak dikembalikan kebentuk semula, sesuai bangunan nabi Ibrahim? Jawabannya adalah sebagaimana hadits Nabi, beliau sangat ingin mengubah Ka’bah ke bentuk aslinya, akan tetapi beliau khawatir akan menjadi fitnah atau bahan perbincangan bagi kaumnya yang baru saja masuk Islam atau perbuatan ini akan dimanfaatkan oleh mereka yang benci Islam dengan menghasut kaum muslimin.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Hadits yang menjadi alasan Rasulullah tidak mengubah Ka’bah ke bentuk semula adalah:

يا عَائِشَةُ لَوْلَا أَنَّ قَوْمَكِ حَدِيثُو عَهْدٍ بِشِرْكٍ لَهَدَمْتُ الْكَعْبَةَ فَأَلْزَقْتُهَا بِالْأَرْضِ وَجَعَلْتُ لها بَابَيْنِ بَابًا شَرْقِيًّا وَبَابًا غَرْبِيًّا وَزِدْتُ فيها سِتَّةَ أَذْرُعٍ من الْحِجْرِ فإن قُرَيْشًا اقْتَصَرَتْهَا حَيْثُ بَنَتْ الْكَعْبَةَ

Artinya, “Wahai Aisyah kalau seandainya kaummu, tidak baru masuk Islam, sungguh saya akan ubah Ka’bah dengan menjadikan pintunya menempel di bumi dan saya jadikan dua pintu; timur dan barat, dan aku tambah 6 hasta dari Hijr Isma’il. Sesungguhnya Quraisy telah menguranginya dari asli bangunan Ka’bah.” (HR. al-Bukhari: 1333)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *