Cara Mengatasi Telinga Sering Berdengung dan Sakit

Soal:

Assalamu’alaikum. Mau tanya, kalau telinga tiap kali berdengung dan sakit, herbalnya apa? (+62852 5448 0XXX)

 Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Penggunaan herbal dalam kasus telinga berdengung kurang efektif, berhubung letak gangguan berada di dalam telinga dan banyak faktor pemicu kerusakan infeksi pada radang telinga. Sehingga obat yang efektif tetap pengobatan yang langsung mengarah pada telinga.

Untuk herbal, kemungkinan yang terbaik adalah lewat tetes atau penguapan. Adapun jika diminum, efeknya lebih lama.

Berikut ini contoh obat herbal yang sering di gunakan dalam masyarakat untuk keluhan telinga yang berdengung:

  1. Bawang putih

Penggunaan bawang putih bisa dengan cara penguapan atau pemakaian langsung. Untuk penguapan, bisa dilakukan dengan penguapan langsung, semisal merebus bawang putih dengan air, setelah air panas, air akan muncul uapnya. Tatkala uap muncul, arahkan telinga kita tempat uap tersebut mengalir.

Selain dengan cara ini, bisa juga air rebusan bawang dimasukkan ke dalam botol atau wadah kemudian ujung lubang botol diberi cerobong untuk mengarahkan uap agar lebih mudah masuk ke dalam lubang telinga.

Selain dengan metode penguapan, bisa juga dengan mengambil minyak-minyak bawang dari rebusan bawang. Air ini bisa diteteskan langsung ke dalam telinga.

Ketiga metode ini, efek pengobatannya sangat lemah, membutuhkan pengulangan dan terkadang menimbulkan efek nyeri yang sangat untuk kasus obat tetes dengan minyak bawang (terutama jika perebusannya kurang baik).

Wallahu a’lam, setahu kami yang cara terbaik dalam pengobatan telinga berdengung dengan bawang adalah dengan mengupas bawang putih, setelah itu taruh pada lubang telinga. Bawang putih sebaiknya dibiarkan utuh atau dikupas sedikit dengan ukuran yang besar. Ukuran yang kecil rawan masuk telinga. Terapi ini sebaiknya dilakukan pada saat akan tidur malam dan baru dilepas saat bangun pagi.

Lakukan terapi ini dengan penggabungan atau sendiri-sendiri secara berulang-ulang, sampai ada perbaikan yang nyata, mengingat efek pengobatan ini tergolong lemah.

  1. Air mengkudu

Pilihlah mengkudu yang tumbuh di daerah bersih. Mengkudu termasuk tumbuhan spesial. Sangat sensitif dan mudah dipengaruhi kondisi lingkungan. Jika mengkudu tumbuh di pembuangan sampah atau di pinggir jalan, maka kandungan sampah dan asap kendaraan sangat mempengaruhi kualitas mengkudu.

Ambil mengkudu yang sudah matang, peras airnya. Saring dari kotoran dan sisa-sisa serpihan mengkudu. Setelah bersih, teteskan 2-3 tetes ke dalam lubang telinga yang sakit. Metode ini juga tergolong lemah, kualitasnya di bawah bawang.

  1. Daun sambiloto

Ambil 5 atau 6 lembar daun sambiloto, cuci sampai bersih. Setelah bersih, lumatkan daun sambiloto, peras, saring dan bersihkan dari kotoran. Setelah bersih, air perasan sambiloto bisa diteteskan ke dalam telinga yang sakit.

Terkadang menimbulkan efek perih dan nyeri hebat. Kualitas cara ini lebih baik dari perasan mengkudu atau bawang, namun efek sampingnya menimbulkan nyeri atau malah terkadang telinga tidak bisa mendengar dalam beberapa hari dan demam.

  1. Daun sirih

Ambil satu daun sirih kemudian dipintal bulat lalu dimasukkan ke lubang telinga. Biarkan sampai waktu yang agak lama. Diulangi dalam beberapa waktu.

  1. Daun dewa

Rebus daun dewa 2 genggam dengan 4 gelas air. Setelah mendidih, langsung diangkat. Diminum 3-4 kali dalam sehari.

  1. Daun cakar ayam

Ambil 5 genggam tumbuhan cakar ayam, rebus dengan air 5 gelas. Rebus sampai airnya agak menyusut (setelah mendidih masih ditunggu lama), kira-kira air menyusut sepertiganya.

  1. Buah manggis

Buah manggis bisa dibuat jus, satu atau dua buah untuk satu gelas. Minum sehari 3 kali. Ramuan ini kurang efektif.

  1. Kembang sore

Bunga ini sedikit beracun, meski tingkat racunnya rendah, tidak sampai membuat mual atau pusing secara nyata, akan tetapi tumbuhan ini meracuni ginjal sehingga jika kondisi tidak fit menambah risiko mudah lelah.

Ambil kembang sore segenggam, rebus dengan api sedang. Tumbuhan dimasukkan sejak awal ketika api dinyalakan. Khasiat obat tergolong biasa, tidak ada keistimewaan yang menonjol dalam kasus perbaikan telinga yang berdengung.

  1. Daun tempuyung

Ambil daun tempuyung 1 genggam, masak dengan air 2 gelas sampai mendidih. Minum 2 kali dalam sehari. Usahakan agar campuran kandungan tempuyung agak kental agar mengurangi efek buang air kecil dan sembelit.

  1. Uap nasi yang dimasak

Tatkala menanak nasi sudah mulai matang, buat lubang untuk mengalirkan uap nasi atau diambil untuk ditaruh di atas sendok, kemudian ditiup uapnya agar bisa masuk ke dalam lubang telinga.

Demikian beberapa herbal yang sering digunakan untuk perbaikan telinga berdengung. Hampir semua herbal ini tidak terlalu nyata menghasilkan efek, kecuali pada tiga; bawang putih, mengkudu dan sambiloto.

Sebaiknya selain dengan penggunaan obat tetes atau penguapan herbal juga dipadukan dengan terapi lokal yang langsung mempengaruhi telinga, semisal dengan pemijatan dan bekam, yang mana secara kualitas pemijatan lebih efektif untuk mengobati telinga berdengung.

Untuk pemijatan, jika sudah dipastikan bahwa telinga berdengung murni akibat kelainan telinga, maka sebaiknya lakukan pemijatan pada belakang telinga dan daerah depan telinga yang dekat dengan lubang telinga. Adapun jika lewat pembekaman maka yang dibekam adalah daerah belakang telinga dan daun telinga.

Namun jika dipastikan ada unsur lain dari selain telinga yang membuat berdengung maka pengobatannya ialah penggabungan dengan pemijatan atau bekam lokal disertai perbaikan faktor sumber pemicu. Misalnya pemijatan pada telinga, pundak, kepala secara total dan tulang punggung atas untuk kasus semisal darah tinggi, stres, dsb.

Adapun jika kasus gangguan telinga berdengung akibat mendengar suara bising, naik lift, naik pesawat, masuk ruangan yang kedap suara, jika sudah beberapa jam atau berhari-hari tidak sembuh maka istirahatkan telinga. Jika tidur sebaiknya lubang telinga ditutup dan menjauhi untuk sementara waktu sumber pemicu. Selain itu lakukan pemijatan lokal dan terapi dengan menggerakan telinga, buka tutup daun telinga. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *