Dengarkan Alasan Hathib bin Abu Balta’ah…!

Dengarkan Alasan Hathib bin Abu Balta’ah…!

            Ketegangan semakin terasa setelah surat yang dibawa oleh kurir wanita itu dipastikan benar-benar milik Hathib bin Abi Balta’ah. Tak ingin para sahabat berprasangka buruk dan main hakim sendiri, maka Rasulullah ﷺ mulai bertanya kepada Hathib. Dengan tenang beliau mulai bertanya, “Apa maksud dari ini semua, wahai Hathib?” Rasul ingin mendengar langsung jawaban dari mulut salah satu sahabatnya yang juga pernah ikut serta dalam perang Badar tersebut.

Dengan jujur Hathib menjawab, “Jangan tergesa-gesa engkau memvonisku (sebagai pengkhianat), wahai Rasulullah. Demi Allah, aku benar-benar masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku pun tak menjadi murtad ataupun pindah agama. Hanya saja, aku dulu adalah seorang yang menumpang hidup bersama Quraisy, namun bukan termasuk bagian dari (kabilah) mereka. Sedangkan diriku telah memiliki keluarga dan anak-anak yang masih ada di sana (Makkah). Kami tak memiliki hubungan kerabat dengan Quraisy, sehingga mereka mau menjaga keluargaku dengan alasan itu. Berbeda dengan Anda dan para sahabat lain, mereka masih memiliki hubungan kerabat dengan orang-orang Quraisy sehingga masih ada yang mau menjaga keluarga mereka (ketika terjadi penaklukan). Aku pun bermaksud mengirimkan surat itu kepada mereka dan mengabarkan kedatangan pasukan kita, supaya Quraisy merasa berhutang budi padaku dan mau menjaga keluargaku yang ada bersama mereka.”

Ketika penjelasan Hathib disimak dengan saksama oleh semua sahabat, tiba-tiba Umar bin Khaththab menyela dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, biarkan aku penggal leher orang ini….!! Sesungguhnya dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia benar-benar telah menjadi seorang munafik..!!”

    Hampir saja Umar yang sudah terbakar amarah dan kebencian karena membela agama Allah menghunuskan pedangnya untuk memenggal leher Hathib. Namun, alangkah kagetnya semua orang ketika Rasulullah mulai angkat bicara. Termasuk Umar!

“Hathib telah ikut serta dalam perang Badar. Dan apakah engkau tahu, wahai Umar, bahwa barangkali Allah telah melihat hati semua orang yang telah ikut berjuang dalam perang Badar, lalu Dia mengatakan kepada semuanya, ‘Berbuatlah sekehendak kalian, karena Aku (Allah) telah mengampuni kalian.’”

Perkataan Rasulullah itu bak petir yang menyambar-nyambar hati Umar bin Khaththab. Siapa yang menyangka bahwa Allah telah melihat isi hati semua Ahli Badar lalu mengatakan kepada mereka, bahwa dosa yang telah dilakukan oleh para pejuang Badar akan diampuni oleh Allah??

Seketika itu air mata Umar mulai berjatuhan. Ia menyesal telah berkata mendahului Allah q\ dan Rasul-Nya ﷺ terhadap seorang yang pernah berjuang saat masa-masa genting di dalam Islam.

Kata Umar sambil terisak-isak, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”


Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Jelaskan kepada anak, bahwa maksud dari perkataan Allah kepada pejuang Badar, “Berbuatlah sesuka hati kalian,” maka ulama menjelaskan, bahwa maksudnya adalah, jikapun ada di antara para pejuang Badar yang ditakdirkan melakukan maksiat, maka Allah akan segera memberikan jalan kemudahan baginya untuk cepat bertaubat.
  2. Dari kisah di atas dapat kita ketahui tentang jasa dan keutamaan yang besar dari para pejuang Badar yang berjihad di awal-awal Islam. Maka, jangan sekali-kali kita mencela atau meremehkan para sahabat Rasul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *