Diet Seimbang Untuk Anak Dan Remaja

DIET SEIMBANG UNTUK ANAK DAN REMAJA

Secara umum anak seharusnya memakan tiga kali makanan utama dalam satu hari (pagi – siang – malam) dan 2 kali makanan selingan (diantara dua kali makanan utama).Asupan makanan anak-anak sebaiknya mengikuti pola makanan seimbang yang terdiri dari:

  1. Sumber zat tenaga (karbohidrat) misalnya; nasi, mi, bihun, jagung, singkong, ubi, roti, jenis tepung-tepungan, gula dan minyak.
  2. Sumber zat pembangun (protein) misalnya; telur, ikan, ayam, daging, susu, jenis kacang-kacangan, tahu, dan tempe.
  3. Sumber zat pengatur (vitamin dan mineral) misalnya sayur dan buah, terutama yang berwarna hijau dan kuning dalam tubuh antara lain sebagai pelarut, katalisator berbagai reaksi tubuh.
  4. Air yang mempunyai fungsi penting dalam tubuh, antara lain sebagai pelarut, katalisator berbagai reaksi tubuh dan lain-lain.
ANAK BALITA (anak umur 1 – <5 tahun)

Masa-masa ini adalah masa yang paling sulit baik bagi anak maupun bagi pengasuhnya.Pada umur ini, anak mulai menunjukkan keinginan untuk mengeksplorasi situasi lingkungan. Saat inilah anak mulai belajar kebiasaan, keterampilan, pengetahuan tetapi terkadang anak juga merasa takut terhadap sesuatu yang baru. Pengetahuan anak dan sikap terhadap makanan pada masa ini dapat menanamkan dasar-dasar perilaku makan pada masa yang akan datang. Perubahan jenis makanan dan cara makan dari bayi yang semula mengonsumsi ASI/formula bayi dan MP-ASI merupakan makanan utama, menjadikan anak harus makan makanan keluarga serta belajar makan dan minum sendiri.

Anak pada masa ini mengalami fase nafsu makan menurun, lebih suka makan dengan tangan, sedangkan pada akhir masa batita anak sudah dapat memilih suka atau tidak suka, ingin makan sendiri walaupun belum bisa sempurna memasukkan makanan ke mulut dan masih banyak makanan yang tumpah.

Penyebab anak susah makan meliputi faktor organ (penyakit, kelainan bawaan, masalah gigi, dll.), faktor psikologis, faktor makanan yang disajikan dan faktor lingkungan. Sehingga dengan hal tersebut cara mengatasinya disesuaikan dengan penyebabnya, pada dasarnya pemberian makanan pada anak merupakan pembelajaran tatacara makan yang benar dan disiplin.

Mencoba Makanan Baru

Semakin bervariasi bahan makanan yang dikonsumsi maka akan lebih mudah pemenuhan kebutuhan zat gizi anak. Sebaliknya, jika terbatas bahan dan jenis makanan yang dikonsumsi anak maka hal itu akan meningkatkan risiko defisiensi zat gizi tertentu. Selain dapat menyebabkan anak hanya memilih dan menyukai makanan tertentu (picky eater).

Oleh karena itu, bisa dicoba beberapa cara untuk mengatasinya dengan hal-hal berikut:

  1. Sajikan makanan saat anak sedang lapar.
  2. Cobalah makanan baru satu per satu.
  3. Hidangkan dalam jumlah sedikit.
  4. Sajikan beberapa jenis makanan baru agar anak dapat memilih.
ANAK PRASEKOLAH (anak umur 1 – <5 tahun)

Anak prasekolah lebih menyukai 2 hal yang baru;Pertama, keteraturan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk juga dalam makan, mereka lebih suka makan sesuai dengan waktu makan bersama keluarga.Kedua, mereka menyukai simplicity dalam makanan misalkan potongan sayur yang dapat dipegang dengan jarinya atau kuah sup yang dapat diminum dengan cangkir.Kesukaan makanan dipengaruhi oleh orang tua, teman dan bahkan iklan di televisi.

Anak prasekolah cenderung tidak menyukai makanan yang dicampur-campur, lebih menyukai makanan yang sederhana. Peran lingkungan di luar rumah semakin bertambah sehingga kebiasaan makanan merupakan bagian yang juga terpengaruhi.

Makanan Selingan untuk Anak

Anak-anak suka makanan selingan yang merupakan cara untuk memenuhi kebutuhan kalori maupun zat gizi yang dibutuhkan sehari- hari. Cara pemberiannya:

  1. Berikan 2 jamsebelum makanan utama.
  2. Berikan pada saat anak lapar.
  3. Bukan sebagai penghargaan atau untuk membujuk anak.
  4. Suatu pola gizi seimbang misalnya susu, jus buah, buah dan roti.
ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA (anak umur 6-18 tahun)

Pada masa ini, anak membutuhkan energi dan zat gizi yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya bagi pertumbuhannya, serta untuk belajar dan bermain.Zat gizi yang perlu perhatian khusus pada fase ini adalah zat besi, kalsium dan zink. Anjuran makan pada fase ini adalah keanekaragaman makanan serta jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan anak.

Masa remaja (13 – 18 tahun) adalah masa dimana masa pertumbuhan mencapai puncaknya. Pubertas menandai dimulainya puncak pertumbuhan remaja. Dari umur sekolah ke masa remaja rata-rata pertambahan tinggi remaja mencapai 20% dan pertambahan berat badan 50%.

Defisiensizat gizi danasupanenergi yang rendah dapat mengganggu konsentrasi belajar, terutama sarapan pagi.Jikaanak meninggalkan rumah tanpa sarapan untuk sekolah dan belajar, maka hal itu akan mengakibatkan konsentrasi rendah yang mengakibatkan rendahnya kemampuan anak untuk belajar.

Semua remaja memerlukan kalsium yang cukup untuk pertumbuhan tulang dan kekuatan, protein untuk pembentukan setiap sel tubuh termasuk otot, karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi serta vitamin dan mineral.Kebutuhan energi rata-rata perhari tergantung pada tingkat aktivitas, ukuran tubuh dan percepatan pertumbuhan.Untuk remaja yang aktif secara fisik masih dapat mengonsumsi tambahan makanan selingan yang mengandung cukup energi, terutama dari karbohidrat.


Allah tidak hanya memerintahkan makan makanan yang halal, tapi juga yang baik (thayyib) yang telah direzekikan Allah kepada hamba-Nya.Makanan yang baik adalah makanan yang membawa kesehatan bagi tubuh, menimbulkan nafsumakan dan tidak ada larangan dalam al-Qur’an serta hadits.Yaitu makananyang bersih, elok, enak dan halal. Kriteria makanan yang baik diantaranya adalah: mengandung zat gizi tinggi, lengkap dan berimbang, tidak mengandung zat –zat yang membahayakan kesehatan, masih segar (tidak basi), dan tidak berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *