Fadhilah Agama Islam diatas Agama Lain

Keutamaan Agama Islam Atas Seluruh Agama 

Oleh: Abi Kayyisah

Sebelum menyebutkan berbagai macam amalan shalih yang berfadhilah, maka dirasa perlu untuk menyebutkan keutamaan agama Islam itu sendiri. Sekaligus untuk mengingatkan kepada kita semua, bahwa pada asalnya agama yang merangkum amal shalih beserta fadhilah-fadhilahnya merupakan agama terbaik dan paling mulia di muka bumi.

Juga supaya kita mengetahui dan semakin yakin, sebelum mengamalkan amalan-amalan shalih berfadhilah, bahwa agama yang merangkumnya adalah benar-benar diturunkan oleh Allah ﷻ. Dengan begitu, diharapkan ketika melakukan amal shalih kita bisa lebih ikhlas dan menghormati Rasulullah ﷺ sebagai pembawanya, sehingga kita akan patuh dan mengikuti petunjuknya.

Keutamaan agama Islam secara umum

Banyak sekali keutamaan yang dikandung oleh agama Islam secara asalnya. Di antara yang disebutkan di dalam syariat ialah:

  1. Tidak ada agama yang benar dan diterima oleh Allah ﷻ kecuali Islam. Allah ﷻ berfirman:
وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali ‘Imran: 85)

  1. Islam sebagai tolak ukur diterimanya sebuah amal shalih. Banyak dalil yang menunjukkan tentang hal ini. Di antaranya adalah ayat dari QS. Ali ‘Imran di atas.

Di dalam Musnad Imam Ahmad (no. 8727), namun derajat sanad hadits ini dha’if, disebutkan dari jalur Abu Hurairah a\, bahwa pada hari kiamat nanti semua amal shalih akan datang. Shalat, puasa dan amal shalih yang lain memperkenalkan diri mereka masing-masing. Allah ﷻ pun menjawab, bahwa semuanya baik. Pada kali yang terakhir, datanglah Islam lalu mengatakan, “Ya Rabbi, sesungguhnya Engkau adalah as-Salam, sedangkan aku adalah Islam.” Allah mengatakan, “Engkau baik. Dan pada hari ini dengan sebabmu Aku mengadzab, dan karenamu pula Aku memberi (nikmat).” Kemudian Allah berfirman (artinya): Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali ‘Imran: 85)

  1. Orang-orang muslim akan mendapatkan keberuntungan bila bersabar dengan keterasingan mereka di tengah-tengah masyarakat yang rusak. Rasulullah ﷺ menyebutkan,
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan asing, dan ia akan kembali asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim: 145, Ibnu Majah: 3986, Ahmad 2/389)

Dan siapakah yang dimaksud dengan orang asing yang beruntung itu? Rasul ﷺ menjelaskan, “Mereka adalah segolongan kecil dari kabilah-kabilah (golongan) yang besar dan mereka-mereka yang berusaha memperbaiki saat manusia berbuat kerusakan.” (HR. Ahmad 4/74)

Keutamaan Islam bagi makhluk

Pada saat sekarang, tidak ada yang mau mengakui kebenaran dan keutamaan agama Islam kecuali orang-orang yang memang adil (objektif) dan jauh dari fanatik.

Keutamaan Islam bagi makhluk, terutama manusia sangatlah banyak bila dibandingkan dengan agama-agama samawi yang telah dirusak, terlebih lagi agama buatan manusia. Sangat sulit untuk menyebutkan dan membatasi keutamaan serta fadhilah agama Islam ini. Namun, apa yang tidak bisa dilakukan seluruhnya, tidak pantas juga untuk ditinggalkan seutuhnya. Maka di antara fadhilah dan keutamaan agama Islam adalah:

  1. Islam menjaga dan menghormati darah. Siapa saja yang telah memeluk agama Islam tidak dibenarkan untuk ditumpahkan darahnya, kecuali dengan syarat-syarat ketat yang telah diberikan oleh syariat. Dan agama Islam tidak akan menghukumi secara batin, karena hal itu urusannya diserahkan kepada Allah ﷻ. Selagi seorang secara lahiriah mengucapkan kalimat syahadat, dia shalat, membayar zakat, maka darah dan hartanya akan terjaga. Sedangkan hisabnya adalah urusan Allah ﷻ. (HR. al-Bukhari: 25)

Tak hanya menjaga darah sesama muslim karena Islam juga menjaga darah orang yang kafir yang tidak memusuhi agama Islam dan kaum muslimin. (QS. al-Mumtahanah: 8) Bahkan ketika berperang melawan kafir pun, Islam menetapkan adab dan etika, bukan sembarang bunuh.

Darah orang kafir atau muslim hanya boleh ditumpahkan bila terpenuhi syarat-syaratnya yang ketat, sebagaimana dibahas dalam kitab-kitab fikih.

  1. Kemudahan dan toleransi syariatnya. Agama Islam yang diturunkan oleh Allah ﷻ tidaklah disifati dengan kekakuan dan kekerasan. Bagaimana mungkin akan disifati dengan kekerasan, padahal Allah ﷻ memerintah Nabi-Nya ﷺ agar berbuat baik terhadap segala sesuatu?! Sampaipun kepada hewan saat disembelih!

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah ﷻ telah mewajibkan agar berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan membuat senang hewan semeblihannya.” (HR. Muslim: 5167)

Lebih jelas dan terperinci lagi, toleransi dan kasih Islam akan sangat nampak bila kita membaca lembaran sirah Rasulullah ﷺ saat bermuamalah bersama para sahabat, orang kafir, bahkan dengan hewan.

  1. Islam mencakup semua kebaikan.

Agama Islam tak hanya memperhatikan masalah akhirat semata. Namun Islam datang dengan membawa kebaikan dunia dan akhirat serta menyempurnakannya. Baik itu dalam tataran individu maupun kehidupan bermasyarakat.

Semua ajaran dan kebaikan di dalam Islam telah lengkap dan dijelaskan dengan sangat gamblang. Allah ﷻ berfirman:

مَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ

Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam al-Kitab, kemudian kepada Rabb mereka dihimpunkan. (QS. al-An’am: 38)

Abu Dzar al-Ghifari a\ berkata, “Rasulullah ﷺ meninggalkan kami sedangkan tidak ada seekor burung pun yang terbang menggunakan dua buah sayapnya, kecuali kami telah mengetahui ilmunya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 65)

Inilah sekilas tentang fadhilah dan keutamaan agama Islam yang kita yakini. Semoga dengan mengilmuinya, kita bertambah yakin saat melaksanakan amal shalih dan ketaatan serta semakin ikhlas untuk Allah ﷻ.


[1] Tulisan ini disarikan secara bebas dan beberapa tambahan dari risalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab v\ berjudul Fadhl al-Islam, dan makalah tulisan Abdullah bin Sulaiman al-‘Atiq berjudul Fadhl al-Islam di situs: http://www.saaid.net/Doat/thomaaly/40.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *