Hamil yang Kedua, Selalu Ingin Muntah

Soal:

Bismillah. Ummu, apakah rasa mual yang berlebihan sehingga tidak punya nafsu makan ketika hamil itu wajar-wajar saja? Apakah hal itu berbahaya? Karena di kehamilan saya yang pertama tidak seperti kehamilan anak yang ke-2. Sekarang usia kehamilan saya sudah 9 minggu. (Ummu Z, Jatim, 085645293XXX)

 Jawab:

Mual dan muntah pada ibu hamil atau istilahnya hyperemesis gravidarum wajar terjadi pada kehamilan, bukan hanya pada kehamilan pertama. Bisa jadi saat hamil terdahulu tidak ada keluhan apa pun sewaktu hamil, tetapi untuk kehamilan berikutnya banyak keluhan yang muncul. Itu semua karena pengaruh hormonal dan terkadang juga bawaan dari jenis kelamin bayi itu sendiri. Wallahu a’lam.

Akan tetapi apa pun penyebabnya, yang pasti mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil perlu mendapatkan solusi, apalagi jika sudah tidak ada nafsu makan sama sekali.

Pada awal trimester pertama kondisi semacam ini masih wajar dan berangsur akan membaik seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa mual, terutama pada pagi hari. Misalnya, pagi hari sebelum bangun dari tidur, gunakan untuk latihan fisik ringan seperti menggerakkan anggota badan layaknya senam ringan. Kemudian mulailah dengan bangun dari tempat tidur, berpikir positif dan memulai aktivitas dengan senantiasa memohon taufik dari Allah. Jangan makan yang berlemak.

Konsumsi roti kering atau krekers dan teh manis panas pada pagi hari bisa membantu mengurangi rasa mual. Banyak minum air putih, minimal 8 gelas per hari. Istirahat cukup dan jangan memaksa tubuh untuk beraktivitas jika terasa mulai letih.

Jauhkan bumbu masakan yang berbau tajam, jus buah segar dan atau buah langsung konsumsi bisa dijadikan pilihan untuk mengganti makanan yang mungkin tidak diterima oleh lambung dan menyebabkan mual. Terakhir, jauhkan barang atau apa pun yang bisa memicu timbulnya mual dan muntah.

Perlu diketahui, mual dan muntah bisa dikurangi atau dihindari jika kita tahu pemicunya dan rasa mensugesti serta support dari diri sendiri.

Untuk mengalihkan perhatian, bisa digunakan waktu yang luang untuk menambah jadwal; membaca al-Qur’an, berdzikir dan istighfar, dst. Insya Allah keluhan yang ada akan tergantikan dengan ketenangan dan rasa nyaman menghadapi kehamilan. Semoga bermanfaat.

Oleh: Ummu Wildan A.Md. Keb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *