Hidup di Bawah Bayang-Bayang Kata Orang

HIDUP DI BAWAH BAYANG-BAYANG ‘KATA ORANG’

Oleh: Abu Zaid Zahir al-Minangkabawi

Kalau jujur, banyak di antara kita ini yang hidupnya masih berada dalam ketakutan di bawah bayang-bayang “apa kata orang.”

Melakukan ini, khawatir “kata orang.” Tidak jadi melakukan itu juga karena takut “kata orang.” Mau ini itu Bahkan, ada perempuan belum juga menutup aurat sempurna padahal ia sudah tahu jalannya, bukan karena apa-apa hanya lantaran khawatir “kata orang.” Kata hatinya ingin berubah, memperbaiki diri dari keadaannya selama ini. Tetapi, “kata hati” itu kalah dengan “kata orang.”selalu takut “kata orang.”

PERHATIKAN DUA SISI

Menjaga diri agar tak menjadi “buah bibir orang-orang” dan membersihkannya dari kemungkinan dicap sebagai yang “bukan-bukan” adalah suatu hal yang sangat disyariatkan. Dari Shafiyah binti Huyay s\, istri Nabi ﷺ, ia menuturkan:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنَ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ فَقَالَا سُبْحَانَ اللهِ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا سُوءًا أَوْ قَالَ شَيْئًا

“Suatu ketika Rasulullah beri’tikaf, lalu aku mengunjunginya di suatu malam. Setelah aku berbincang dengan beliau, kemudian aku bangkit hendak pulang. Beliau pun turut bangkit bersamaku untuk mengantarku. -Pada saat itu Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid- Di tengah perjalanan, berpapasan dengan dua orang sahabat dari Anshar. Tatkala mereka melihat Nabi ﷺ, mereka mempercepat langkah. Maka Nabi ﷺ pun bersabda, ‘Sebentar, jangan terburu-buru! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyay.’ Mereka menjawab, ‘Subhanallah, wahai Rasulullah…!!’ Lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Aku khawatir ia memasukkan keburukan (atau beliau bersabda: sesuatu) ke dalam hati kalian berdua.’” (HR. al-Bukhari: 3281, Muslim: 2175)

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam menjelaskan, “Di antara faedah yang dapat dipetik dari hadits ini, bahwa selayaknya bagi seorang untuk menghilangkan sesuatu yang dapat mendatangkan tuduhan buruk dari dirinya. Agar orang lain itu tidak berprasangka ia melakukan sesuatu, padahal sebenarnya ia tidak pernah melakukannya. Dengan kata lain, seorang harus membersihkan diri dari sesuatu yang akan menjadi sebab tuduhan buruk. (Taisirul ‘Allam Syarh ‘Umdatil Ahkam 1/558 cet. Darul Maiman)

Begitulah syariat menyuruh agar kita menjaga harga diri. Jangan biarkan jatuh. Meski apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang boleh, namun apabila ada kemungkinan akan menyebabkan orang lain salah sangka, maka segera tepis dan hindari.

Namun demikian, di satu sisi kita pun harus sadar, bahwa bibir orang-orang itu terlalu subur, sehingga ia akan tetap berbuah meskipun tidak disiram dan dipupuk. Dengan kata lain, bahwa bagaimanapun kita telah berusaha untuk menjaga diri agar tidak “dikatai orang”, pasti “kata orang” itu akan tetap ada.

Kita menginginkan semua manusia ridha?! Mustahil, buang saja mimpi itu, ganti dengan yang baru. Mimpi itu akan tetap selamanya menjadi mimpi, tidak akan pernah terwujud. Dengar apa kata Imam asy-Syafi’i:

رِضَى النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَكُ، وَلَيْسَ إِلَى السَّلاَمَةِ مِنْهُم سَبِيْلٌ، فَعَلَيْكَ بِمَا يَنْفَعُكَ، فَالْزَمْهُ

“Mendapatkan keridhaan seluruh manusia adalah sebuah tujuan yang tak akan mungkin digapai. Tidak ada jalan untuk selamat dari mereka. Cukuplah bagimu untuk menekuni hal-hal yang bermanfaat untukmu.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 10/89)

Wajar saja beliau katakan seperti itu. Jangankan perbuatan kita, perbuatan Allah q\ saja pasti ada saja yang protes karena tidak suka. Coba perhatikan jika hari hujan misalnya, banyak orang yang akan mengatakan, “Alhamdulillah, hujan.. Semoga berkah.” Tetapi, tak sedikit pula yang mengatakan, “Aduh, hujan…! Ah, hujan lagi, hujan lagi?!” Bukankah begitu?

 

HANYA UNTUK-NYA

Ingat, kita ini hidup untuk Allah q\, bukan untuk orang, apalagi hanya sekadar untuk “kata orang”, tidak. Yang dicari dan diusahakan adalah ridha Allah, bukan ridha orang-orang. Allah berfirman:

Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah untuk Allah Rabb semesta alam.” (QS. al-An’am: 162)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنِ التَمَسَ رِضَاءَ اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ ، وَمَنِ التَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ

“Barangsiapa mencari keridhaan Allah sekalipun berisiko mendatangkan kebencian manusia, niscaya Allah akan membebaskan dia dari ketergantungan kepada manusia. Dan barangsiapa mencari keridhaan manusia dengan melakukan hal-hal yang mendatangkan kemurkaan Allah, niscaya Allah akan menjadikannya selalu tergantung kepada manusia.” (HR. at-Tirmidzi: 2414, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib: 2250)

Oleh sebab itu, bila Anda masih takut dengan “kata orang” maka selamanya Anda akan bergantung pada “kata orang” itu. Kemudian, mati dan celaka. Lantas baru setelah itu menyesal karena selama ini tidak mau pergi dari bawah bayang-bayang “kata orang.”

Kesimpulannya, lakukanlah kebaikan dan turuti kata hati. Jika hal itu adalah sebuah kebenaran dan kita telah berusaha semampu mungkin menghindari diri dari kicauan orang-orang, maka tidak ada yang tersisa selain tawakal kepada Allah dan jangan hiraukan lagi apa kata orang. Ingat, kemuliaan ada di sisi Allah, bukan pada manusia!

Kebenaran tetaplah kebenaran meski manusia ramai-ramai menolaknya. Kita tetaplah kita, dengan hidup kita masing-masing. Peduli apa dengan kata orang?! Nanti juga berhenti sendiri jika sudah capek. Dan itu tidak akan lama, apalagi jika tidak pernah digubris. Buktikan saja kalau tidak percaya. Semoga bermanfaat. Wallahul muwaffiq.

Bekasi, 16 Shafar 1439 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *