Hijau dan Manis Dunia Menutup Akal Manusia

Hijau dan Manis Dunia Menutup Akal Manusia

Dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu adalah manis dan hijau (menyenangkan), dan sesungguhnya Allah akan menjadikan kalian pemimpin di dalamnya, lantas Allah akan melihatbagaimanatingkahpolah kalian. Karenanya, takutlah kalian terhadap dunia dan takutlah kalian terhadap wanita, sesungguhnya ujian yang pertama kali menimpa bani Isra’il adalah dalam masalah wanita.” (HR. Muslim: 7124)

Dari Maimun bin Mihran v\, mengisahkan, bahwa dahulu Khalifah Umar bin Abdul Aziz v\ pernah berkata kepada orang-orang yang hadir di majelisnya,“Coba katakan kepadaku tentang orang yang paling dungu?” Orang-orang yang hadir berkata, “Seseorang yang menjual akhiratnya demi memperoleh dunia!”Khalifah Umar berkata kembali, “Maukah kalian aku beritahu tentang orang yang lebih dungu lagi?”Mereka menjawab, “Tentu.” Umar bin Abdul Aziz berkata, “Orang yang menjual bagian akhiratnya demi bagian dunia orang lain.” (Hilyah al-Auliya’ 5/325)

Imam ad-Darimi meriwayatkan (Musnad ad-Darimi: 673) , bahwa Sulaiman bin Abdul Malik bertanyakepada Abu Hazim, “Siapakah orang yang paling dungu?” Abu Hazimmenjawab, “Seorang yang mengorbankan diri demi hawa nafsu (kepuasan) saudaranya, sedangkan saudaranya itu adalah orang zalim.Maka orang itu telah menjual bagian akhiratnya demi bagian dunia saudaranya.”

Pada akhirnya, Allah ﷻ berfirman menjelaskan keadaan orang-orang yang merugi dan beruntung:

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia.” Dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami darisiksaneraka.” (QS. al-Baqarah: 200-201)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *