Hukum Kencing Dengan Berdiri

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, bagaimana tinjauan syariat tentang buang air kecil dengan duduk dan berdiri? Barakallahu fikum. (+6285250000xxx)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Wa fikum barakallahu. Mengenai masalah kencing duduk ataupun berdiri, maka kita dapati dalam syariat ada dua hadits yang seakan-akan saling bertentangan, namun tidak.

Hadits pertama, bersumber dari Aisyah, beliau berkata,

مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَبُوْلُ قَائِمًا فَلَا تُصَدِّقُوْهُ ، مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلَّا قَاعِدًا.

 “Siapa saja yang mengatakan pada kalian bahwa Nabi ﷺ kencing dengan berdiri, maka janganlah kalian benarkan. Sebab, beliau tak pernah kencing kecuali dengan duduk!” (HR. an-Nasa’i 1/11, at-Tirmidzi 1/17, Ibnu Majah 1/130, dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 1/345 no. 201)

Hadits kedua, bersumber dari Hudzaifah bin Yaman, bahwa:

رَأَيْتُنِي أَنَا وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم نَتَمَاشَى فَأَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ خَلْفَ حَائِطٍ فَقَامَ كَمَا يَقُومُ أَحَدُكُمْ فَبَالَ فَانْتَبَذْتُ مِنْهُ فَأَشَارَ إِلَيَّ فَجِئْتُهُ فَقُمْتُ عِنْدَ عَقِبِهِ حَتَّى فَرَغَ.

 “Aku dahulu bersama Nabi ﷺ pernah berjalan-jalan, lantas beliau mendatangi tempat sampah sebuah kaum, di balik pembatas, lalu beliau berdiri layaknya kalian dan kencing. Aku pun menjauh. Namun beliau memberi isyarat padaku (untuk mendekat), dan aku datang lantas berdiri membelakangi beliau hingga Nabi menyelesaikan (kencingnya).” (HR. al-Bukhari: 225)

Syaikh Shalih al-Munajjid menyimpulkan, bahwa kencing dengan berdiri tidaklah haram. Hanya saja yang lebih dianjurkan ialah kencing dengan cara duduk, karena dengan duduk diharapkan dapat lebih menutupi auratnya serta lebih menjaga baju kita dari terkena percikan air kencing yang najis.[1] Wallahu a’lam.


[1] www.islamqa.info/ar/9790

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *