Kaidah Pengobatan Thibbun Nabawi

KAIDAH PENGOBATAN THIBBUN NABAWI 

Oleh: Ust. Abu Urwah

Muqaddimah Thibbun Nabawi

Segala puji bagi Allah, kami mohon pertolongan dan meminta ampunan kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu serta keburukan amalan-amalan kami.Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang mampu menyesatkannya.Barangsiapa yang Dia sesatkan, maka tidak ada seorangpun yang mampu menunjukinya.

Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang hak) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Semoga Allah mencurahkan shalawat serta salam yang melimpah pada Nabi Muhammad n\, keluarga dan para sahabatnya.

Ammaba’du…

Alhamdulillah atas Rahmat w\, insya Allah mulai pada edisi ini kita akanmembahastentangmetode ilmu pengobatanNabi, yang dikenal dengan istilahath-Thibb an-Nabawi.Walhamdulillah, pembahasan mengenai masalah inimemiliki banyakreferensi yang bisa dijadikan sebagai acuan.Diantaranya,kitabKhamsunaFashlanfi athThibb anNabawi[1]karya Imam Ibnu Muflih, ath-Thibb an-Nabawi karya Imam adz-Dzahabi, dan ath-Thibb an-Nabawikarya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.[2]Mereka semua adalah ulama sezaman, yang memiliki hubungan dekat sebagai guru dan murid serta teman saat menimba ilmu kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Maka dari itu wajar,ketiga buku ini memiliki arah pembahasan yang sama, yakniketiga kitab tersebutsepakatmembagi menjadi 3 pembahasan utama; Kaidah Ilmu Thibb, Pengobatan dengan obat-obatan alami beserta contohnya dan Pengobatan penyakit, meski urut-urutan penyampaiannya berbeda.

Ketiga buku ini, meski sama-sama dalam pembahasannya, ternyata terdapat perbedaan dalam penekanan materi yang disampaikan.Sebagai misal, Imam Ibnu Muflih dalam KhamsunaFashlanlebih menonjolkan penekanan pada aplikasi ilmu hadits dan pengobatan, sehingga beliau terbilang sangat jarang membahas ilmu dasar pengobatan, kecuali dalam dua fasal saja.

Adapun Imam Ibnul Qayyim dalam ath-Thibbun Nabawi,pembahasannya lebih menekankanpadamasalah ta’jizuluqul, yaitu tentang kandungan hikmah yang dikandung dalam pengobatan nabawi yang tidak bisa dinalar oleh para dokter hebat pada masa beliau.[3]Selain itu beliau sangat mengontrol dalam pemilihan istilah kedokteran sehingga lebih mudah dicerna dan tidak membahayakan masalahakidah.[4]

Adapun Kitab Imamadz-Dzahabi,pembahasannya merupakan penggabungan dari kedua metode kitab diatas;penekanan pada ilmu dasar pengobatan, aplikasi dan ilmu Hadits, sehingga cakupannya lebih luas, lebih rumit, banyak istilah pengobatan kunoyang berkembang pada masa beliau.Ketiga kitab ini pun menjadi saling melengkapi.

Untuk memudahkan pembahasan rubrik Pengobatan Thibbun Nabawipada majalah kita ini,urutan kaidah atau pembahasan akan disesuaikan dengan pembahasan kitab ImamIbnul Qayyim, karena secara umum kitab ini lebih mudah, lebih umum,[5]lebih sedikit istilah pengobatan lama dan beliau menyediakan muqaddimah yang panjang seputar kaidah nabawiyah dengan bahasa yang sederhana, tidak seperti yang ada di dalam kitab Imamadz-Dzahabi yang sarat istilah dan pemahaman kedokteran pada zaman beliau.

Pengertian Thibbun Nabawi

Imam Ibnul Qayyim v\ berkata:

الطب الذي تطبب به ووصفه لغيره

Thibbun nabawi adalah pengobatan dengan metode yang pernah beliau n\ gunakan atau pengobatan yang beliau anjurkan kepada selain beliau.”[6]

Jadi,thibbun nabawi adalah metode pengobatan yang pernah Nabin\ gunakan, atau pengobatan yang dilakukan orang lain atas saran beliau, atau juga model pengobatan yang tidak beliau ingkari saat para sahabat melakukan pengobatan (semacam persetujuan atau taqrir).

KAIDAHPERTAMA: [7] Macam-Macam Ilmu Pengobatan.

Kaidah pertama yang harus kita ketahui sebelum melakukan pengobatan adalah mengetahui apa saja jenis ilmu pengobatan itu.Secara umum, ilmu pengobatan boleh dikatakan memilikidua jenis metode, yakniilmu pengobatan yang digunakan untuk mengobati penyakit hati (jiwa-edt) dan ilmu pengobatan yang digunakan untuk mengobati penyakit badan.

Hal ini harus dipahami, karena penyakit pada dasarnya terbagi menjadi dua macam[8]; penyakit hati dan badan.

Yang dimaksud ilmu pengobatan badan, adalah ilmu yang membahas tentang pengobatan penyakit yang sumbernya murni dari tubuh manusia, murni sakit atau kelainan pada tubuh,seperti; luka, radang, patah tulang, tumor,strok, darah tinggi, asam urat, kolesterol, dan selainnya sebagaimana yang dikenal pada dunia medis zaman sekarang.

Adapun yang dimaksud dengan ilmu pengobatan hati, adalah ilmu yang membahas tentang pengobatan ditinjau dari timbangan normal atau tidaknya sebuah hati, baik daricara mengungkapkan pikiran, perasaan, sikap, pandangan, keinginan dan semisalnya dari pembahasan mengenai hal-hal yang bisa memperbaiki dan memperparah kondisi hati, sebagaimana pengobatan badan. Adapun yang kami maksud dengan hati di sini, bukanlah bentuk fisik atau makna bahasa dari hati yang sebenarnya[9], namun yang dimaksud adalah makna istilah yang berarti kejiwaan, atau ilmu psikologi.

Hati adalah pemimpin seluruh anggota badan manusia.Maksudnya, kondisi bagusnya hati akan mempengaruhi tubuh dengan kebaikan; jika hati manusia itu baik maka akan baiklah seluruh anggota badannya, dan apabila hati rusak maka akan rusak seluruh tubuh. Halyang dimaksud adalah pengaruhnya ke tubuh, yakni apabila hati baik maka pengaruhnya sangat baik ke badan, begitu pula sebaliknya hati yang jelek akan berpengaruh jelek badan. Jadi, bukan berarti orang yang mempunyai sakit di badan, hatinya jelek.

Kesimpulannya:

Apabila suatu penyakit sudah ditentukan tipe penyakitnya, maka pendekatan pengobatan lebihbisa maksimal.Menggunakan terapi pengobatan sesuai dengan keluhan penyakit.Misalnya, orang yang terluka tangannya karena teriris pisau, maka metode yang ditempuh adalah pengobatan badan, bukan dengan pengobatan hati semisal diperintah untuk bersabar.Begitu juga sebaliknya, apabila tipe penyakitnya adalah penyakit hati, maka langkah pengobatannya ialah dengan pengobatan hati atau bisa juga digabung antara keduanya; pengobatan hati dan badan.Berhubung sifat penyakit hati ini juga mempengaruhi aktivitas fisik tubuh.

Untuk mempermudah pemahaman praktikpenerapan ilmu pengobatan ini, perhatikan contoh dan permisalan dibawah ini:[10]

  • Contoh pertama;

Misal, ada seorang pelajar yang sering sakit, dia sering mengeluhkan permasalahannya, bahwa dirinyamerasa cepat lapar.Lantas,obat apakah yang bisa menghilangkan rasa laparnya?

Jawabannya:

Jawabanyang sederhana, obat lapar adalah makan.Jawabanini ada benarnya namun juga ada salahnya.Mari kita terapkan kaidah diatas.Tentukan dulu masalahnya;mudah lapar.Kemudian coba cari, apakah ada faktor pemicu yang menyebabkan lapar?Apakah penyakit badan ataukah ada unsur yang lain?

Misalnya, dari penelusuran ditemukan data bahwa sang anak cepat lapar karena makanan yang dikonsumsi dominan berupa benda cair, maka pengobatannya ialah dengan pengobatan badan, yakni dengan makan atau memperbaiki jenis makanan yang dikonsumsi.Adapun jika data yang ditemukan ternyata anak itu cepat lapar karena dia banyak bekerja di daerah yang dingin, banyak bicara,maka pengobatannya ialah dengan obat badan.Obatnyaadalah makan.

Adapun jika data yang ditemukan ternyata anak itu cepat lapar karena lingkungan yang dia tempati di daerah yang terdapat banyak warung makan, maka pengobatannya bukan dengan pengobatan badan, tetapi lewat pengobatan hati.Diarahkan dan diberi bimbingan.

Adapun jika data yang ditemukan ternyata anak itu cepat lapar karena dia sering bertemu dengan penjual bakso, sehingga saat ada suara mangkuk yang dipukul dengan sendok,rasa lapar langsung muncul, maka pengobatannya ialah dengan pengobatan hati mellauinasihat, bukan dengan makan lagi.

Adapun jika data yang ditemukan ternyata anak itu cepat lapar dikarenakan di samping sekolahnya ada warung makanan yang menebarkan bau harum mengundang selera makan, semisal ayam panggang, gulai, miinstan, maka pengobatannya ialah dengan pengobatan hati, bukan dengan makan lagi.

Adapun jika data yang ditemukan ternyata anak itu cepat lapar karena dia memang memiliki kebiasaan membeli makanan, maka pengobatannya ialah dengan pengobatan hati, bukan dengan makan.

Intinya, pengobatan disesuaikan dengan kondisi pasien.

  • Contoh kedua:

Misalkan ada seorang pekerja keras, suatu hari dia mengeluhkan dadanya sebelah kanan terasa nyeri.Tiba-tiba keesokan harinya dia mengeluhkan bahunya terasa nyeri sampai pergelangan tangan.Besoknyalagidia mengeluhkan nyeri terasa di kaki. Keluhan selaluberpindah-pindah tiap saat dan muncul setelah aktivitas keluar rumah, tiba-tiba terasa nyeri, apaobat yang cocokuntuk penyakit ini, sementara data lab darah dan urine normal?

Jawabannya:

Untuk menjawab masalah ini, perlu di kaji ulang, usahakan jangan terpengaruh dengan data lab dan urine.

Sepintas dari keluhan diatassangat tampak khas keluhan kelainan syaraf yang ditandai dengan keluhan yang menjalar dari baru sampai pergelangan.Selainkeluhan syaraf, bisa juga efek paru-paru.Keluhanini sangat tampakdari model keluhan yangberpindah-pindah.Selain prediksi kedua penyakit ini, bisa juga itu hanya perasaan orang itu saja, terlalu peka dan khawatir.

Untuk menghilangkan prediksi ini, maka kita ambil dulu langkah yang yakin, karena dia sakit nyeri, berarti analisissyaraf atau paru-paru.Jikaternyata benar ada kelainan yang berhubungan dengan dua penyakit ini,maka obatnyamemakai pengobatan penyakit badan, bukan terapi hati.

Adapun jika ternyata syaraf dan paru-paru tidak ada gangguan dan normal, maka perlu dicurigai adanya indikasi penyakit hati.Berhubung rasa nyeri itu bisa dirasakan dengan perasaan, lebih-lebih jika riwayat pengobatan sudah lama, tetapi tidak kunjung sembuh,maka pengobatannya adalah dengan pengobatan hati.Berhubung kasus sudah lama, ada baiknya pengobatan digabung dengan pengobatan badan. Karena sesungguhnya penyakit hati yang sudah lama akan merusak anggota badan, sebagaimana dalam hadits an-Nu’man bin Basyir a\, bahwa Nabi n\ bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah, bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. al-Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

KESIMPULAN:

Untuk penyakit badan, pengobatannya secara umum ialah dengan ilmu pengobatan badan.Adapun untuk penyakit hati, pengobatannya bisa hanya dengan pengobatan hati atau juga dengan penggabungan pengobatan penyakit hati dan badan.

Wallahu a’lam, demikianlah yang bisa kami sampaikan.Semogabisa diambil manfaatnya daninsya Allah,akankita sambung lagi dengan kaidah lain padaedisi yang akan datang.


[1]Kitab ini merupakan bagian dari kitab al-Adabu asy-Syar’iyyah, jilid 2.

[2]Kitab ini merupakan bagian dari kitab Zad alMa’ad, dan sudah dicetak tersendiri.

[3]Adapun pada zaman sekarang, ilmu tersebut sebagian sudah dijangkau dan sebagian sudah diakui oleh dunia medis modern.Wallahua’lam.

[4] Contohnya, beliau tidak menggunakan penyebutan unsur alam;api, tanah, air, udara akan tetapi beliau lebih cenderung mengambil istilah lembab, panas, dingin dan kering. Hal ini sangatberbedadengan kitab Imam Ibnu Muflih maupun kitab Imam adz-Dzahabi.

[5]Karena beliau lebih menekankan masalah ta’jizul‘uqul, bukan masalah ilmu dasar pengobatan.

[6]Ath-Thibbun Nabawi, cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, cetakan ke-3, tahun 2002 M, hal. 3.

[7] Insya Allah, kaidah ini kami susun berurutan mengikuti pembahasan kitab ath-Thibbun Nabawi Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah v\.

[8]Sebagian menyebut bagian ketiga, Komplikasi penyakit hati dan badan. Metode pengobatannya mengikuti kadar dominasi penyakit komplikasi hati dan badan.

[9] Bukan nama organ hati atau Qalbun (jantung).

[10]Contoh dibuat permisalan berulang untuk mempermudah gambaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *