Kesyirikan Penyebab Kehancuran Dunia Akhirat

Kesyirikan Penyebab Kehancuran Dunia Akhirat

Kaum muslimin yang dirahmati Allah ﷻ, kesyirikan merupakan tanda kehancuran keimanan kaum muslimin di dunia dan akhirat. Bagaimana tidak disebut kehancuran dunia akhirat?! Dengan kesyirikan, kaum muslimin banyak mengalami kerugian, baik di dunia maupun akhirat.

Kerugian di dunia, karena kesyirikan merupakan sumber kesusahan, malapetaka, bencana, musibah bagi kaum muslimin. Dengan kesyirikan kaum muslimin dihukumi sebagai orang yang zalim, tersesat, bahkan puncaknya bisa dihukumi sebagai orang kafir. Sehingga banyaknya amalan kesyirikan bagaikan haba’an manstura (debu yang berterbangan), tidak berbekas, tidak dianggap dan akan dihapus semua pahalanya, meskipun ikhlas dan sangat banyak. Selain itu Allah ﷻ dan Rasul ﷺ berlepas diri dari pelaku kesyirikan karena kesyirikan adalah kezaliman yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman yang artinya:

Dan (inilah) suatu seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari Haji Akbar, sungguh Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. (QS. at-Taubah: 3)

Adapun nasib kaum muslimin di akhirat, kondisinya lebih parah bila dibandingkan dengan dampak yang diterima di kehidupan di dunia. Allah ﷻ tidak akan mengampuni dosa kesyirikan di akhirat, sebagaimana firman Allah ﷻ yang artinya:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa kesyirikan, akan tetapi Allah akan mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.   (QS. an-Nisa’: 116)

Yang lebih mengerikan ialah konsekuensi dari itu semua, yaitu Allah ﷻ mengharamkan surga baginya dan tidak ada lagi seorang pun yang dapat menolongnya.  Allah ﷻ berfirman yang artinya:

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka Allah telah mengharamkan kepadanya surga, dan tempat bagi mereka adalah neraka dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang zalim. (QS. al-Ma’idah: 72)

Demikianlah sebagian bahaya kesyirikan, semoga Allah ﷻ selalu melindungi kita semua dari perbuatan kesyirikan, baik kesyirikan yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *