Kisah Maryam dan Malaikat Jibril

Maryam tumbuh menjadi seorang wanita yang taat beribadah kepada Rabbnya. Dia benar-benar menjadi seorang wanita ahli ibadah yang tiada tandingannya. Dia seorang wanita yang pernah diajak bicara oleh Malaikat yang mulia. Malaikat tersebut memberi kabar gembira kepadanya. Kelak akan lahir dari rahimnya seorang anak laki-laki suci, yang akan menjadi seorang Nabi mulia lagi terhormat. Bagaimana kisah lengkapnya..? Yuk, kita ikuti alur kisahnya!

Berdialog dengan Malaikat Jibril 

Ketika menjalani masa haidnya, Maryam mempunyai kebutuhan yang sangat mendesak dan harus ia lakukan maka ia keluar dari mihrabnya. Di antara keperluannya adalah untuk mencari makanan dan minuman. Dia meninggalkan keluarganya menuju arah timur Masjidil Aqsha.

Pada saat perjalanan tersebut Maryam bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak lain adalah Malaikat Jibril yang menjelma sebagai manusia. Nah, inilah percakapan antara keduanya:

Maryam   : “Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurah jika kamu seorang yang bertakwa.”  (Karena Maryam tidak tahu siapa sebenarnya laki-laki itu.)

Jibril         : “Sesungguhnya aku ini hanyalah salah satu utusan Rabbmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”

Maryam   : “Bagaimana mungkin saya akan mempunyai anak, sedangkan tidak ada seorang manusia pun yang menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina?!” (Maryam terheran-heran, bagaimana mungkin itu bisa terjadi?!)

Jibril         : “Demikianlah Rabbmu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku. Dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami dan itu merupakan perkara yang sudah diputuskan.’” (Jibril menjawab keheranan Maryam tentang kelahiran seorang anak dengan kondisi seperti itu. Yaitu, saat Maryam tidak bersuami dan bukan pula seorang pezina. Ini merupakan bukti akan kesempurnaan kuasa Allah ﷻ atas segala makhluk-Nya. Allah telah menciptakan Adam p\ tanpa ayah dan ibu. Allah menciptakan Hawa tanpa seorang ibu. Allah menciptakan Isa p\ hanya melalui seorang ibu, tanpa ayah. Lalu menciptakan manusia dari percampuran seorang laki-laki dan perempuan. Itulah kekuasaan dan ketetapan Allah).

Selang beberapa lama dari kejadian itu, Maryam hamil sehingga semakin hari perutnya semakin membesar. Dia pun menyadari bahwa orang-orang akan memperbincangkan dirinya. Oleh karena itu, dia mengasingkan diri ke tempat yang jauh agar orang-orang tidak mengetahui perihal kehamilannya.

Namun Sobat, sebagaimana kata pepatah, ‘Sepandai-pandai orang menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium baunya.’ Lantas, siapakah orang yang pertama kali mengetahui bahwa Maryam telah hamil tanpa seorang suami?

Penasaran…? Tunggu saja jawabannya pada edisi berikutnya. Insya Allah kita akan melanjutkan serunya kisah kehamilan Maryam, sang Wanita Suci. Sampai jumpa….!!

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Jelaskan kepada mereka bahwa semua kehendak Allah pasti terjadi dan yang tidak dikehendaki oleh-Nya tak akan terjadi. Semua terjadi dengan kehendak Allah.
  2. Di antara kekuasaan Allah, adalah Malaikat Jibril bisa menjelma sebagai manusia untuk menemui orang-orang pilihan-Nya, sebagaimana yang terjadi pada Maryam dan Rasulullah ﷺ.
  3. Ajaklah mereka untuk menggali faedah lain dari kisah di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *