Komunisme Musuh Kemanusiaan

Komunisme Musuh Kemanusiaan

Di antara momok yang mencemaskan dan membuat ngeri manusia pada saat ini, aksi-aksi terorisme dan radikalisme. Terorisme dan radikalisme banyak dibahas di seminar-seminar dan simposium-simposium di mana-mana.

Jika sekarang mulai marak aksi-aksi teror yang banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama, maka tentunya bangsa Indonesia tidak akan pernah melupakan aksi-aksi teror dan radikalisme yang dilakukan kelompok-kelompok antiagama, yaitu kelompok-kelompok ateis seperti Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pengikut-pengikutnya.

Bangsa Indonesia telah merasakan pahitnya kekejaman-kekejaman PKI berupa penculikan, pembantaian, penyembelihan, intimidasi, dan pelecehan. Doktrin komunisme PKI mengarahkan penganutnya untuk bersikap militan. Mereka berani memberontak terhadap penguasa dan menghalalkan segala cara, di antaranya menggunakan aksi teror radikal dalam memperjuangkan merebut kekuasaan.

Karena itulah rakyat Indonesia sepakat untuk menolak dan menghilangkan komunisme dengan mencabutnya dari akar-akarnya. Partai Komunis Indonesia telah dinyatakan sebagai partai terlarang dan paham komunisme dinyatakan sebagai bahaya laten.

Akan tetapi, ternyata akhir-akhir ini ada keturunan-keturunan dan simpatisan-simpatisan PKI yang berupaya untuk menghidupkan kembali paham ini. Ada yang masuk dari jalur kebebasan HAM, dan yang lebih parah lagi ada yang hendak melegalkan pemikiran komunis sosialis dengan dalih sesuai dengan asas keadilan di dalam Islam.

Untuk meluruskan kekeliruan-kekeliruan dalam pandangan-pandangan tentang paham komunisme—yang mulai dihidupkan kembali akhir-akhir ini—Insyaallah di dalam bahasan ini akan kami paparkan pandangan Islam terhadap pemahaman komunisme dengan banyak merujuk kepada kitab-kitab para ulama Sunnah yang membahas masalah ini di atas timbangan al-Kitab dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful-ummah.

Komunisme mengingkari ketuhanan

Komunisme tidak percaya kepada Allah عز وجل dan mengatakan bahwa Allah عز وجل adalah mitos dan khayalan. Komunisme mengatakan bahwa agama adalah candu masyarakat. Komunisme mencaci Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم;semoga Allah عز وجل membinasakan para penyebar komunisme.

Komunisme lebih parah daripada kaum kafir Quraisy yang masih mengakui Allah عز وجل, sebagaimana Allah عز وجل hikayatkan tentang mereka di dalam firman-Nya:

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {84}سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ {85} قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ {86} سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ {87} قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {88} سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ {89}

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Rabb (Pemilik) langit yang tujuh dan Rabbnya ‘Arsy-yang-besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertaqwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS al-Mu’minun [23]: 84–89)

Kaum kuffar Quraisy berkata tentang berhala-berhala mereka:

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. (QS az-Zumar [39]: 3)

Adapun para penganut komunisme—yang mengultuskan Marx dan Lenin—tidak mengakui Allah عز وجل; maka kekufuran mereka lebih parah daripada kekufuran kaum kuffar Quraisy yang diperangi oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Mereka menjadikan hawa nafsu mereka sebagai tuhan mereka, padahal Allah Ta‘ala berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS al-Jatsiyah [45]: 23)

Tentang pelecehan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Allah عز وجل sangat masyhur pada saat partai tersebut berjaya pada tahun 1948–1965. Orang-orang tua kami menceritakan bahwa pernah pada suatu saat PKI menggelar sebuah drama yang berjudul “Matine Gusti Allah” (Meninggalnya Allah).(!)

Komunisme mengingkari agama

Allah عز وجل telah mensyariatkan agama kepada manusia dan menurunkan kitab yang tidak ada kebatilan di hadapan dan di belakangnya. Akan tetapi, komunisme mengimpor aturan-aturan manusia dari pemikiran-pemikiran Marx, Lenin, dan orang-orang yang semacam keduanya dari para gembong kekufuran dan kesesatan, bahkan mereka menganggap orang-orang yang berpegang teguh dengan agama adalah terbelakang dan ketinggalan, padahal Allah Ta‘ala berfirman di dalam kitab-Nya:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada menyekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55)

Pandangan komunisme terhadap harta

Allah عز وجل berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS al-Baqarah [2]: 188)

Dan Allah عز وجل berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS al-Baqarah [2]: 274)

Harta termasuk nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى yang paling agung. Dengan harta engkau bisa menyambung silaturahim/silaturahmi, memuliakan tamu, dan melakukan amal-amal kebaikan. Akan tetapi, komunisme menghalangimu dari hartamu dan mengatakan bahwa ia adalah harta rakyat; mereka telah berdusta di dalam hal ini; Allah Ta‘ala telah berfirman:

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS az-Zukhruf [43]: 32)

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ

Dan Allah melebihkan sebagian kamu daripada sebagian yang lain dalam hal rezeki. (QS an-Nahl [16]: 71)

Kaum muslimin membelanjakan dan menyalurkan harta-harta mereka secara syar‘i; tanpa riba, suap, ghisy, merampas harta orang yang lemah, boros, menyalurkan harta pada yang haram, dan tanpa mengambil harta dengan cara yang tidak benar. Timbangan kaum muslimin di dalam hal ini adalah firman Allah Ta‘ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS al-Munafiqun [63]: 9)

Jika ada seorang dari kaum muslimin yang menyelisihi di dalam hal ini maka Islam berlepas diri darinya.

Adapun komunisme maka mereka menipu rakyat dan mengatakan bahwa sesungguhnya semua harta adalah milik rakyat; dan mereka berbohong, karena yang menikmati harta hanyalah Partai Komunis Sosialis, sedangkan rakyat yang lain maka di dalam kesengsaraan yang parah dan diperas oleh Partai Komunis. Ini perkara yang tidak bisa diingkari, apakah kesejahteraan para pejabat di negeri-negeri komunis sama dengan kesejahteraan para pekerja mereka?! Komunisme mengklaim bahwa mereka hendak menyamaratakan manusia di dalam harta, tetapi realitasnya mereka menyamaratakan manusia di dalam kemiskinan, ketakutan, dan kengerian, kecuali Partai Komunis Sosialis yang menjadi kasta tertinggi.

Komunisme merusak generasi muda

Allah عز وجل memberikan nikmat kepada para hamba-Nya berupa istri-istri, anak-anak, dan harta, Allah عز وجل berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ

Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. (QS an-Nahl [16]: 72)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

«إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ».

“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya, dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahih-nya: 3084)

Akan tetapi, komunisme—semoga Allah عز وجل melaknat mereka—menelantarkan anak-anak dengan beberapa perkara di antaranya:

Pendidikan komunisme, sedangkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ».

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 1296 dan Shahih Muslim: 4803)

Dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda sebagaimana yang beliau riwayatkan dari Rabbnya:

«وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ».

“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus semuanya, mereka didatangi oleh setan lalu dijauhkan dari agama mereka.” (Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahih-nya: 5109)

• Di antaranya mereka pindahkan anak-anak ini dari satu negeri ke negeri yang lain hingga mereka bisa menanamkan keyakinan komunisme yang terlaknat ke dalam hati-hati mereka. Inilah para anak-anak Aden, sebagian mereka telah menjadi komunis; mencaci agama. Kami dengar hal itu dari media dan sampai berita mereka kepada kami.

• Di antaranya dengan iming-iming dunia, entah dengan jabatan atau harta.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i berkata, “Al-Akh Abdullah bin Saif—semoga Allah menjaganya—memberitahukan kepadaku tentang para pemuda di sana; dia mengatakan bahwa sesungguhnya orang-orang komunis berupaya untuk melalaikan para pemuda Yaman dengan cara menebarkan tempat-tempat khamar, menggencarkan perlombaan-perlombaan sepak bola di lapangan-lapangan, televisi-televisi, dan radio-radio, dan dengan undian-undian ribawi. Mereka melarang masuknya ke sebagian hotel-hotel, seperti Hotel Aden, kecuali bersama pacarnya atau istrinya; yang penting ada wanita yang menemaninya di hotel. Komunisme telah mendirikan beberapa sekolah di Aden, di antaranya Sekolah Ilmu Sosialis untuk mengajarkan komunisme dan di dalamnya ada pengajar-pengajar dari Rusia untuk menebarkan keyakinan yang keji. Ini dan kaum muslimin dalam keadaan pasrah dan aktivis-aktivis Islam berselisih di antara mereka dengan sebab permainan partai-partai politik yang tidak membawa kecuali kepada kehinaan dan nestapa, dan agar di kemudian hari—wal ‘iyadzu Billah—menjadi budak-budak komunisme yang terlaknat yang tidak membedakan antara Sunni dan Syi‘i dan tidak juga antara Ikhwani dan Salafi. Sesungguhnya hati-hati yang berpecah belah tidak akan mampu menghadapi komunisme, dan tidaklah berdiri di hadapan komunisme kecuali para pemilik aqidah yang satu yang mengimani bahwa pertolongan datang dari Allah عز وجل dan bahwa kemaksiatan-kemaksiatan lebih berbahaya atas mereka daripada musuh-musuh mereka, di bawah aqidah yang satu yaitu aqidah as-salafush shalih yang bersumber dari aqidah Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم.” (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 27–28)

Komunisme melanggar kehormatan-kehormatan

Allah عز وجل telah memuliakan manusia. Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS al-Isra’ [17]: 70)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ».

“Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan (nama baik) kalian haram atas kalian.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 1623 dan Shahih Muslim: 3179)

Adapun komunisme yang terlaknat maka kehormatan-kehormatan tidak ada nilainya di sisi mereka, dan tidak ada dosa yang lebih besar dari kekufuran. Menurut paham komunisme, engkau tidak berkuasa atas istrimu; dia pergi ke mana saja semaunya, tidak ada wewenang bagimu untuk mencegahnya. Istrimu berhak masuk pendidikan militer walaupun engkau tidak suka, dan dia tidak datang kembali kepadamu kecuali setiap minggu atau setiap bulan sesuai dengan izin Partai Komunis.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i berkata, “Telah menulis tentang hal ini, sebagian orang yang diselamatkan Allah عز وجل dari paham komunisme dan dia sebutkan kekejian-kekejian komunisme. Adapun hukum Islam pada istrimu maka sesungguhnya Nabi صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

«إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ».

‘Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu ia enggan untuk memenuhi ajakan suaminya, maka ia akan dilaknat malaikat.’ (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 2998 dan Shahih Muslim: 2595) ….

Dan talak (cerai) tidaklah dimiliki seorang suami kecuali dengan izin istrinya menurut komunisme.” (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 30)

Komunisme membantai para ulama

Allah Ta‘ala telah memuliakan para ulama. Allah Ta‘ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS al-Mujadilah [58]: 11)

Adapun komunisme yang terlaknat, jika mereka masuk ke suatu negeri maka mereka membantai para ulama, karena mereka mengetahui bahwa mereka tidak akan berkuasa di suatu negeri yang ada para ulama di dalamnya.

Di dalam kitab at-Tadhlil al-Marxi oleh Ra’uf Syalabi hlm. 226 disebutkan bahwa di antara program komunisme adalah membunuh para ulama karena mereka adalah para pemimpin umat. Kemudian disebutkan pula bahwa di antara para ulama Turkistan yang dibunuh oleh Beruang Merah komunis yang dengki adalah: Syaikh Burhan Najjadri Qadhil Qudhat, Syaikh Khan Marwan Khan Mufti Bukhara, Syaikh Abdul Muthallib Damila, Syaikh Mahsum Mutawalli, Syaikh Abdul Ahad Darikhan, Syaikh Haji Mula Ya’qub, dan Syaikh Mula Abdul Karim. (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 32)

Tentang pembantaian Partai Komunis Indonesia terhadap para ulama merupakan perkara yang masyhur yang tidak pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia.

Tanggal 17 September 1948: PKI menculik para kiai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara kejam oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

Antropolog Amerika, Robert Jay, yang ke Jawa Tengah tahun 1953 mencatat bagaimana PKI melenyapkan tidak hanya pejabat pemerintah, tetapi juga penduduk, terutama ulama-ulama ortodoks, santri dan mereka yang dikenal karena keshalihannya kepada Islam: mereka itu ditembak, dibakar sampai mati, atau dicincang-cincang. Masjid dan madrasah dibakar, bahkan ulama dan santri-santrinya dikunci di dalam madrasah, lalu madrasahnya dibakar. Tentu mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena ulama itu orang-orang tua yang sudah ubanan, orang-orang dan anak-anak laki-laki yang baik yang tidak melawan. Setelah itu, rumah-rumah pemeluk Islam dirampok dan dirusak.

Tindak kebiadaban FDR/PKI selama melakukan aksi makarnya tahun 1948 yang disaksikan puluhan ribu penduduk laki-laki, perempuan, tua, muda, anak-anak yang menonton pengangkatan jenazah para korban dari sumur-sumur “neraka” yang tersebar di Magetan dan Madiun, adalah rekaman peristiwa yang tidak akan terlupakan. Peristiwa pembongkaran sumur-sumur “neraka” itu telah memunculkan asumsi abadi dalam ingatan bawah sadar masyarakat bahwa PKI memiliki hubungan erat dengan pembunuhan manusia yang dimasukkan ke dalam sumur “neraka”. Itu sebabnya, ketika tanggal 1 Oktober 1965 tersiar kabar para jenderal TNI AD diculik PKI dan kemudian ditemukan sudah menjadi mayat di dalam sumur “neraka” Lubang Buaya di dekat Halim, amarah masyarakat seketika meledak terhadap PKI, termasuk di lingkungan aktivis Gerakan Pemuda Ansor yang sejak 1964 membentuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di berbagai daerah yang dilatih kemiliteran karena memenuhi keinginan Presiden Soekarno membentuk kekuatan sukarelawan untuk mengganyang Malaysia, di mana anggota Banser yang emosinya tak terkendali—terutama setelah tewasnya 155 orang anggota Ansor Banyuwangi yang dibunuh PKI—dimanfaatkan oleh pihak militer untuk bersama-sama menumpas kekuatan PKI yang telah membunuh para jenderal mereka.

Tanggal 13 Januari 1965: Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya. (Lihat http://islamedia.id/jangan-lupakan-sejarah-inilah-fakta-kebiadaban-pki-yang-telah-membunuh-ribuan-muslim-indonesia/ dan http://www.jadipintar.com/2015/08/sejarah-kronologi-dan-daftar-kekejaman-pki-di-indonesia-sejak-1945-1965.html)

Yang sangat aneh, sekarang terjadi sebuah pemutarbalikan fakta yang sangat culas dan licik. Orang-orang PKI yang membantai dan melakukan pemberontakan. Mereka membunuhi kaum muslimin. Sekarang mereka yang menuntut kepada pemerintah untuk meminta maaf, merehabilitasi, dan menuntut ganti rugi. Sebagian besar para penuntut adalah anak keturunan PKI. Didampingi antek-antek imperialis asing, langkah anak keturunan PKI itu terus menuntut pemerintah. Katanya, banyak orang PKI yang menjadi korban pembantaian pada tahun 1965.

Aneh. Yang memulai pemberontakan dan pembantaian adalah orang tua mereka, sekarang anak-anaknya menuntut balik kepada pemerintah untuk meminta maaf, merehabilitasi, dan mengganti rugi. Drama kehidupan apa lagi yang tengah mereka skenario untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ini? Maling teriak maling. PKI organisasi teroris. Hendaknya disadari bahwa siapa saja yang mendukung dan bersimpati dengan orang-orang PKI, sesungguhnya ia telah mendukung aksi teroris komunis.

Komunisme merampas harta pedagang dan petani

Allah Ta‘ala berfirman:

وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

Dan bahwasanya dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. (QS an-Najm [53]: 48)

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. (QS an-Nisa’ [4]: 29)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah ditanyai, “Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (Diriwayatkan oleh Ahmad di dalam Musnad-nya: 16628 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani di dalam Silsilah ash-Shahihah: 607)

Seorang penguasa yang cerdas akan memotivasi para pedagang agar giat mendatangkan barang-barang dagangan dari daerah-daerah yang lainnya. Akan tetapi, para penguasa komunis justru mengisap para pedagang dengan upeti-upeti, pungutan-pungutan, dan pajak-pajak. Bahkan terkadang para penguasa komunis ini justru memonopoli barang-barang dagangan agar manusia tergantung kepada mereka.

Demikian juga syariat Islam menghasung manusia agar bercocok tanam. Allah Ta‘ala berfirman:

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ {63} أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ {64} لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ {65} إِنَّا لَمُغْرَمُونَ {66} بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ {67} أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ {78} أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ {69}

Maka terangkanlah kepada Kami tentang yang kamu tanam. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan ia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang (sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian, bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.” Maka terangkanlah kepada Kami tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? (QS al-Waqi‘ah [56]: 63–69)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ».

“Tidaklah seorang muslim pun yang bercocok tanam atau menanam satu tanaman lalu tanaman itu dimakan oleh burung atau manusia atau hewan melainkan itu menjadi shadaqah baginya.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 2152 dan Shahih Muslim: 2901)

Adapun komunisme maka mereka menggencet para petani dengan beberapa hal di antaranya:

• Mengambil tanah-tanah mereka.

• Mengambil hasil-hasil bumi mereka.

• Meninggikan harga-harga peralatan-peralatan pertanian.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i berkata, “Hingga banyak dari petani di Hadhramaut, dan Biijan meninggalkan pertanian dan lari bersama keluarga-keluarga mereka ke wilayah utara, ke wilayah-wilayah Haramain, ke Hijaz, dan yang lainnya dari bumi Allah. Dan apa yang diharapkan dari tinggal di suatu negeri yang tidak ada keamanan, tidak ada pekerjaan, dan tidak ada Islam!!” (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 33–34)

Komunisme anti pernikahan

Allah Ta‘ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS ar-Rum [30]: 21)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ».

“Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah; dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 4677 dan Shahih Muslim: 2485)

Keinginan menikah adalah tabiat manusia yang ditegaskan oleh syariat Islam … adapun komunisme maka di antara program mereka adalah menghilangkan pernikahan….

Akan tetapi, apakah orang yang dungu ini dan Karl Marx sebagai majikannya mampu untuk menghilangkan pernikahan? Sekali-kali tidak. Pernikahan adalah pemahaman seluruh umat manusia, dan komunisme tidak mampu menghilangkannya….

Dan komunis jika masuk negeri-negeri Islam mereka tidak langsung melarang pernikahan, tetapi mereka melarang poligami; dan setelah stabil mereka berupaya menghilangkan pernikahan. Dan ternyata mereka gagal di dalam hal ini. (Lihat as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 180–181)

Asal-usul dan latar belakang komunisme

Demikianlah telah kita paparkan di atas sebagian dari kekejian-kekejian komunisme. Komunisme ini jelas merupakan musuh Islam bahkan musuh peradaban manusia, karena jika komunisme ini diterapkan pasti akan membawa kepada kehancuran peradaban manusia. Dan secara umum jika manusia meninggalkan syariat Allah عز وجل dan mengandalkan hasil oleh pikir mereka pasti akan sesat dan hancur.

Jika dirunut pemikiran komunisme sosialisme ini ternyata kembali kepada sebuah pemikiran ganjil/menyimpang filsuf kafir.

Para pakar sejarah banyak yang menyebutkan bahwa komunisme itu peletak dasarnya adalah Karl Marx. Dia seorang Yahudi berkebangsaan Jerman yang hidup pada tahun 1818–1883 M. Dia cucu seorang Yahudi terkenal bernama Murkoy Marx. Karl Marx adalah seorang yang egoistis, pendendam, dan materialistis serta tidak punya prinsip yang jelas. Karya-karya yang terkenal antara lain Manifesto Komunis (1848) dan Das Kapital (1767).

Akan tetapi, ternyata Karl Marx bukanlah pencetus awal pemikiran komunisme ini. Ternyata pemikiran komunis sosialis ini telah dicetuskan sebelumnya oleh Plato (427–347 SM); dia berkata di dalam bukunya Republik:

“Undang-undang wajib mengandung perserikatan wanita dan anak-anak, tidak ada seorang pun yang berhak membuat keluarga yang tersendiri, sebagaimana tidak ada yang berhak mendidik anak-anak, karena seluruhnya adalah milik negara. Negaralah yang memonopoli pertumbuhan generasi yang baik, sebagaimana yang mengatur dilahirkannya bibit-bibit unggul.”(!!!) (Lihat Naqd Ushul asy-Syuyu‘iyyah hlm. 18 dan Pemikiran Politik di Negara Barat hlm. 11)

Maka jelaslah bahwa paham komunisme adalah buah filsafat Yunani yang jika diterapkan akan menghancurkan agama dan menghancurkan peradaban manusia. Jika pernikahan dihilangkan dan tidak ada yang namanya “keluarga”, dan orang tua tidak berhak atas anak-anak mereka, maka artinya peradaban manusia menuju kepada kepunahan!

Al-Imam Ibnu Shalah berkata, “Filsafat adalah induk kebodohan dan penghalalan terhadap semua yang diharamkan syariat, sumber kebingungan dan kesesatan, serta membuat penyelewengan dan kezindikan. Adapun manthiq maka dia adalah pintu menuju filsafat, dan pintu kejahatan adalah kejahatan.” (Fatawa Ibnush Shalah 1/209)

Penutup

Itulah sedikit yang bisa kami paparkan di dalam bahasan ini. Semoga Allah عز وجل selalu melindungi kita semua dari fitnah-fitnah akhir zaman yang begitu dahsyat pada saat ini. Tidak ada yang selamat kecuali yang mengikuti petunjuk Allah عز وجل dan petunjuk Rasul-Nya.

Akhirnya, semoga Allah عز وجل selalu menunjukkan kita ke jalan yang lurus; yaitu jalan para nabi, shiddiqin, syuhada’, dan shalihin. Wallahul Muwaffiq. Washalllallahu ‘ala Muhammadin ali wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil‘alamin.

والله أعلم بالصواب

Disusun oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *