Lahirnya Maryam, Ibunda Nabi Isa

Keluarga ‘Imran adalah salah satu keluarga yang dikisahkan Allah dalam al-Qur’an. Sebuah keluarga yang memiliki banyak keutamaan, keluarga suci lagi baik. Bahkan Allah menjadikannya sebagai sebuah nama surat dalam al-Qur’an. Surat ke-3 dalam al-Qur’an, yaitu Ali ‘Imran yang artinya keluarga ‘Imran. Dari keluarga itulah Maryam,, seorang wanita shalihah, lahir ke dunia.

Suatu ketika istri ‘Imran, Hannah sedang mengandung. Kemudian ia berkata, “Ya Rabbku, sesungguhnya aku menadzarkan pada-Mu anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmah di Baitul Maqdis. Karena itu terimalah nadzar itu dariku. Sesungguhnya Engkau Mahamendengar lagi Mahamengetahui.”

Pada zaman itu banyak orang tua yang berkeinginan anak-anaknya mengabdikan diri di tempat yang suci, yaitu Baitul Maqdis. Hannah pun termasuk di antara mereka. Dia bernadzar jika sudah melahirkan maka anaknya akan berkhidmah di Baitul Maqdis

Tatkala melahirkan ternyata Hannah melahirkan bayi perempuan. Dan anak laki-laki tidaklah sama dengan anak perempuan dalam mengabdikan diri di Baitul Maqdis. Pada saat itu Hannah menamai bayinya dengan Maryam. Sebuah nama yang indah sehingga Allah mengabadikan nama itu dalam al-Qur’an, bahkan menjadikannya sebagai nama surat ke-19 dalam al-Qur’an.

Sesudah melahirkan, Hannah tidak lupa untuk meminta perlindungan kepada Allah agar menjaga dan melindungi Maryam serta keturunannya dari setan yang terkutuk. Dan tidaklah seorang anak pun yang lahir ke dunia melainkan setan menyentuhnya dengan jemarinya, sehingga dia berteriak keras karena sentuhan tersebut. Berbeda dengan keadaan Maryam dan putranya. Beliau berdua tidak mengalami seperti yang dialami oleh semua bayi lainnya.

Bagaimana kisah berikutnya? Siapakah yang akan mengasuh Maryam setelah itu? Apakah kedua orang tuanya sendiri; ‘Imran dan Hannah atau orang lain? Untuk kisah selanjutnya, insya Allah akan kita lanjutkan pada edisi mendatang. Jangan lewatkan pembahasannya dan semoga Allah memberi ilmu yang bermanfaat kepada kita semua. Amin.

Faedah dari kisah lahirnya Maryam:

  1. Orang tua yang shalih pasti menginginkan anak keturunannya baik dan shalih. Oleh karena itu, jika orang tua kita banyak mengarahkan kita, kamu harus gini kamu gak boleh gitu, yakinlah bahwa orang tua kalian menginginkan kalian menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Jangan sampai menganggap mereka cerewet atau bawel.
  2. Bolehnya memberi nama sejak hari pertama bayi tersebut dilahirkan. Karena pada waktu itu Hannah langsung memberi nama bayinya. Dan pada zaman Rasulullah juga pernah terjadi, tatkala lahir seorang bayi langsung dibawa kepada beliau dan langsung dinamai Abdullah.
  3. Dianjurkan bagi orang tua untuk mendoakan bayinya yang baru lahir agar terlindungi dari gangguan setan yang terkutuk.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Arahkan kepada anak-anak kita agar mencintai orang-orang shalih dan meneladaninya. Di antaranya dengan membacakan kisah-kisah orang shalih terdahulu.
  2. Berilah penjelasan yang lebih luas akan faedah atau pelajaran yang bisa diambil dari kisah lahirnya Maryam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *