Makanan Sehat Untuk Bayi Dan Anak

MAKANAN SEHAT UNTUK BAYI DAN ANAK
Oleh: dr. NuaimatulHani’ah

Anak merupakan harapan masa depan serta penerus perjuangan dan dakwah Islam dimasa mendatang. Dalam siklus kehidupannya, masa anak-anak merupakan fase tumbuh kembang yang menentukan masa depannya.Salah  satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak adalah gizi. Oleh karena itu, merupakan tugas kita bersama dalam mencegah terjadinya malnutrisi yang mempunyai dampak sangat buruk, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Terutama pada periode emas pertumbuhan anak (1000 hari pertama hidupnya). Kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa, karena makanan bagi anak dibutuhkan untuk perkembangan dan untuk pertumbuhanserta fungsi fisiologisnya.

Status gizi merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui masalah kesehatan di suatu daerah maupun negara, karena status gizi dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu asupan makanan, status kesehatan serta perawatan yang termasuk di dalamnya sarana kesehatan. Peran orang tua dan lingkungan juga ada dalam membentuk pola makan, sehingga juga mempengaruhi asupan gizi. Status gizi yang tidak baik pada anak bisa meningkatkan risiko kematian, menghambat perkembangan kognitif dan mempengaruhi status kesehatan pada usia remaja dan dewasa.

Asupan makanan yang dibutuhkan sehari-hari dibedakan atas makronutrien dan mikronutrien. Keduanya harus bisa terpenuhi. Defisiensimakronutrien dan mikronutrien masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Contoh masalah kesehatan akibat kekurangan makronutrienyang masih merupakan masalah di Indonesia adalah anemia defisiensi besi, defisiensizink, kurang vitamin A dan gangguan akibat kekurangan iodium. Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2010, masih tingginya persentase gizi kurang pada anak usia 2-5 tahun. Gizi kurang pada anak usia 2-5 tahun ini karena pada usia tersebut anak sudah tidak mendapat air susu ibu (ASI), sehingga pemenuhan zat gizi mutlak didapat dari asupan makanan harian.

Kekurangan nutrisi spesifik seperti vitamin A, besi atau zinkdapat meningkatkan risiko kematian pada anak. Pemenuhan gizi yang tidak adekuat(memenuhi syarat) pada awal kehidupan sangat mempengaruhi quality of live di masayang akan datang.

Karena itu,pada edisi ini kami akan mengulas makanan bayi dan anak sehat umur 0 bulan sampai 2 tahun.

Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi bagi tumbuh kembang optimal. Pemberian ASI eksklusif dimulai kurang dari 1 jam setelah lahir sampai umur 6 bulan. ASI mengandung zat gizi yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang tumbuh kembang. ASI mudah dicerna, diserap dan digunakan secara efisien oleh tubuh bayi.Selainitu dengan memberikan ASI, diperoleh interaksi psikologis antara bayi dan ibu.

Setelah anak berumur 6 bulan, harus dimulai pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) dan ASI tetap diberikan sampai umur 2 tahun atau lebih. Hal ini karena setelah umur 6 bulan, ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi, protein dan mikronutrien. Pemberian ASIini telah diperintahkan Allah, tepatnya dalam QS. al Baqarah ayat 233. 

MP-ASI (Makanan Pendamping ASI)

Setelah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi harus diberi MP-ASI karena setelah 6 bulan ASI hanya akan memenuhi 65-80% kebutuhan energi dan sangat sedikit mengandung mikronutrien. Karena itu, kebutuhan energi dan mikronutrien, terutama zat besi dan zink harus didapat dari MP-ASI.

MP-ASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi selama periode penyapihan, yaitu saat makanan atau minuman lain diberikan bersama pemberian ASI.

Tujuan memberikan MP-ASI adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sudah berumur 6 bulan, mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima berbagai macam makanan dengan berbagai rasa dan tekstur yang pada akhirnya mampu menerima makanan keluarga dan mengembangkan kemampuan oromotorbayi (mengunyah dan menelan).

Syarat pemberian MP-ASI
  1. Tepat waktu: Pemberiannya harus tepat waktu, yaitu pemberian MP-ASI dimulai saat kebutuhan energidari ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi.
  2. Adekuat: Pemberian MP-ASI harus mengandungenergi, protein dan mikronutrien yang cukup.
  3. Aman: Penyimpanan, penyiapan dan sewaktu diberikanMP-ASI harus higienis.
  4. Tepat cara pemberian: MP-ASI diberikan sejalan dengan tanda lapar, serta frekuensi dan cara pemberiannya sesuai dengan umur bayi.

Saat bayi siap untuk menerima MP-ASI, secara alamiah baik secara fisik maupun psikologis, bayi akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Refleksekstursi(menjulurkan lidah) telah sangat berkurang atau menghilang.
  2. Perkembangan keterampilan oromotor, antara lain yang semula hanya mampu mengisap dan menelan yang cair, menjadi mengunyah dan menelan makanan yang sudah kental dan padat serta dapat memindahkan makanan dari bagian depan ke bagian belakang mulut.
  3. Mampu menahan kepala tetap tegak.
  4. Duduk tanpa atau hanya dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya meraih benda di dekatnya.
  5. Dari reflektif (hanya berdasarkan reflek) menjadi imitative (meniru).
  6. Lebih mandiri dan eksploratif.
  7. Mampu menunjukkan keinginan makan dengan cara membuka mulutnya, menunjukkan rasa lapar dengan memajukan tubuhnya kearah makanan, tidak berminat atau kenyang dengan menarik tubuh ke belakang atau menjauh. 
Jenis dan bahan MPASI

MP-ASI ada dua jenis, yaitu yang disediakan secara khusus (buatan rumah tangga atau pabrik) dan makanan yang biasa dimakan keluarga yang dimodifikasi sehingga mudah dimakan bayi dan cukup memenuhi zat gizi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyediakan bahan MP-ASI:
  1. Mengingat pemenuhan kebutuhan zat besi, dengan memilih dan menggunakan makanan yang kaya akan zat besi.
  2. Makanan padat pertama yang terbaik adalah yang terbuat dari beras,karena beras merupakan bahan makanan yang paling hipoalergenik.
  3. Telur dapat diberikan sebelum bayi berusia 1 tahun,karena tidak cukup bukti bahwa penundaan pemberian telur dapat menghindarkan reaksi alergi.
  4. Tidak ada urutan tertentu tentang jenis atau bahan makanan yang diberikan terlebih dahulu kepada bayi.
  5. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral dan menambahkan energi maka diantara waktu makan dapat diberikan makanan selingan (biskuit, bubur kacang hijau, buah- buahan) 2 kali sehari.

Harus diperhatikan juga saatpengenalan MP-ASI adalah jenis, tekstur dan konsistensi makanan, frekuensi serta jumlah harus bertahap:

  • Mencoba makanan pertamakali, bubur tepung beras yang diperkaya zat besi.
  • Berikan makanan 1-2 sendok tehsesudah bayi minum sejumlah ASI.Bila bayi selalu menolak makanan maka makanan diberikan sebelum ASI.
  • Setiap jenis makanan diperkenalkan satu persatu dan pemberian diulang selama 2 hari, agar bayi dapat mengenal rasa, aroma jenis makanan. Contoh: bubur beras + daging; bubur beras + wortel; bubur beras + buah.
  • Mengenalkan makanan baru tidak cukup hanya 1-2 kali, tetapi sampai 10-15 kali sebelum dinyatakan memang tidak suka.

Saat memberikan makanan,penting bagi orang tua untuk mengenal tanda bayi yang lapar atau sudah kenyang. Tanda bayi yang lapar diantaranya; bayi tampak riang saat didudukkan di kursi makan, mengisap atau mencapkan bibir, membuka mulut saat melihat sendok atau makanan, memasukkan tangan ke dalam mulut, menangis atau rewel dan berusaha menjangkau makanan.

Sedangkan jika bayi sudah kenyang, akan menunjukkan tanda seperti; memalingkan muka atau menutup mulut ketika melihat sendok berisi makanan, menutup mulut dengan tangan, rewel atau menangis karena terus diberi makanan atau tertidur.

Tabel pedoman pemberian makan pada anak usia 6-23 bulan

Umur Tekstur Frekuensi Jumlah rata–rata/kali makan
6-8 bulan Mulai dengan bubur halus, lembut, cukup kental, dilanjutkan bertahapmenjadi lebih kasar 2-3 kali, ASI tetap sering diberikan tergantung nafsu makannya, dapat diberikan selingan 1-2 kali. –        Mulai dengan 2-3 sendok makan/kali makan,ditinggatkan bertahap sampai ½ mangkok atau ½ gelas air mineral kemasan (125ml).

–        Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.

9-11 bulan Makanan yang dicincang halus atau disaring kasar, ditingkatkan semakin kasar sampai makanan bisa dipegang atau diambil dengan tangan. 3-4 kali / hari, ASI tetap diberikan tergantung nafsu makannya dapat diberikan selingan 1-2 kali. –        ½ sampai ¾ mangkok (125-175 ml)

–        Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.

12 – 23 bulan Makanan keluarga, bila perlu masih dicincang atau disaring kasar. 3-4 kali/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makannya, dapat diberikan selingan 1-2 kali. –        ¾ sampai 1 mangkok (175-250ml)

–        Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.

Cara menyiapkan MP-ASI dan selingannya
  • BUBUR SUSU:

Cara membuat: Campurkan tepung beras(1,5 sdm), susu cair (1 gelas, ASI perah juga bisa digunakan) dan gula pasir (1 sdm). Masak dengan api kecil sampai matang, angkat dan sajikan.

Tips: untuk variasi bubur, susu cair bisa diganti dengan kaldu ayam, kaldu ikan, jus buah dan jus sayur.

  • NASI TIM/BUBUR CAMPUR:

Cara membuat: Campurkan beras (2 sdm), ayam/daging/ikan (1 potong kecil ± 2,5 ons, cincang halus atau blender), tempe/tahu (1 potong kecil ± 1 onscincang halus atau diblender), sayur( ¼ gelas), air dan minyak. Ditim sampai lunak lalu masukkan sayuran.Lanjutkantim sampai sayuran matang, haluskan dengan saringan. Sajikan.

Bubur sederhana ini sudah mengandung cukup energiuntuk bayi, mengandung protein, lemak, karbohidrat dan mikronutrien yang dibutuhkan bayi, seperti kalsium, besi, vitamin A, thiamin dan vitamin C.

Contoh makanan selingan/camilan: Pisang dikerok halus, air jeruk (perasan jeruk dan air= 1:1), air tomat (tomat yang direndam air panas, dikupas kulit arinya kemudian disaring dan diencerkan dengan air, perbandingan 1:1), pepaya saring, air matang tawar. Makanan selingan tersebut diberikan cukup 1 sendok teh setiap kali pemberian dan porsi ditambah dari hari ke hari.

Catatan: Gula dan garam boleh diberikan dalam jumlah sedikit saja sekadar untuk pengenalan rasa, sedangkan bumbu penyedap tidak diperbolehkan. Pemberian garam terlalu banyak kepada bayi dapat menyebabkan beban pada ginjal dan meningkatkan risiko hipertensi saat dewasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *