Mencapai Derajat Tertinggi dengan Ilmu yang Sedikit

Soal:

Assalamu’alaikum. Bagaimana cara orang yang sedikit ilmunya bisa memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah? Karena tidak semua memiliki kesempatan menuntut ilmu. Jazakallahu khairan. (Indah, Kotawaringin Barat, +62 822-1002-7XXX)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah. Allah ﷻ mengangkat derajat hamba bukan hanya dengan sebab ilmu syar’i yang ia pelajari, tetapi juga mengangkat derajat mereka dengan mengamalkan ilmu yang mereka pelajari. Allah ﷻ berfirman:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu agama beberapa derajat. Dan Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Mujadilah: 11)

Allah ﷻ berfirman:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Mahamengetahui lagi Mahamengenal. (QS. al-Hujurat: 13)

Umat Islam wajib menuntut ilmu dan wajib menyempatkan dirinya untuk menuntut ilmu, karena ilmu adalah kebutuhan pokok hidup manusia, dan ibadah apa pun tidak akan diterima tanpa ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak termasuk amalan agama kami, maka sesungguhnya amalan itu tertolak.” (HR. Muslim 5/132)

Oleh karena itu, menuntut ilmu hukumnya wajib. Rasulullah ﷺ bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang Islam.” (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh al-Albani 1/296)

Bahkan kita wajib untuk meminta tambahan ilmu dari Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan orang yang tekun menuntut ilmu dan mengamalkannya. Ia bagikan manfaat hujan untuk memenuhi kebutuhan jasad manusia. Sedangkan ilmu agama bagi hati, ia berperan untuk menyehatkan dan menghidupkannya. Beliau ﷺ bersabda:

 مَثَلُ مَا بَعَثَنِى اللهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا ، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِير

Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku, yakni berupa petunjuk dan ilmu, adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak.” (HR. al-Bukhari 1/152)

Jika kita mampu menyisihkan waktu untuk mencari harta, padahal nikmat harta hanya sebentar dan sedikit nilainya, mengapa kita tidak menyibukkan diri dengan menuntut ilmu syar’i, yang itu untuk kebaikan dunia dan akhirat kita? Semoga dengan keterangan dalil ini dapat mendorong kita untuk melebihkan waktu guna menuntut ilmu syar’i.

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron Lc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *