Mendulang Pahala Setelah Ramadhan

Mendulang Pahala Setelah Ramadhan

Oleh: Ust. Abu Bakr

Ramadhan telah berlalu meninggalkan kesedihan nan sendu. Ia pergi mengikuti putaran waktu, akankah kita bisa lagi bertemu? Semoga Allah menerima amal kita di bulan-bulan puasa yang telah lalu dan semoga kita diberikan taufiq untuk mengisi sisa-sisa lembaran hidup kita dengan amal shalih sampai kita diwafatkan oleh Allah.

Saudaraku, setelah bulan yang mubarak pergi, bukan berarti masa memanen pahala tak ada lagi. Ada banyak sekali jenis amalan yang jika ditekuni akan memberikan pahala yang sangat banyak, di antaranya:

  1. Menjaga shalat-shalat sunnah

Dari Ummu Habibah s\, dari Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang menjaga shalat sunnah empat rakaat sebelum Zhuhur dan empat rakaat sesudahnya, diharamkan baginya disentuh api neraka.” (HR. Abu Dawud: 1269, Shahih an-Nasa’i: 1708)

Nabi mendoakan rahmat bagi orang yang shalat empat rakaat sebelum ‘Ashar. Dari Ibnu Umar a\ bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Semoga Allah merahmati orang yang shalat sebelum ‘Ashar empat rakaat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud: 1271, Shahih at-Targhib: 584)

Ummu Habibah s\ mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang hamba muslim shalat sunnah 12 rakaat setiap hari karena Allah, kecuali Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim: 728)

  1. Menjaga shalat malam

Nabi ﷺ bersabda: “Hendaklah kalian shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian dan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Rabb kalian, sebagai penebus kesalahan dan penghapus dosa.” (HR. at-Tirmidzi: 3549, Ibnu Khuzaimah: 1135 dan dihasan-lighairihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib: 624)

Tatkala Thawus bin Kaisan berkunjung kepada seseorang waktu sahur, ada yang mengatakan kepadanya: “Orang itu masih tidur.” Maka Thawus berkata: “Tidak pantas, menurut saya, ada orang yang masih tidur di waktu sahur!”(Hilyatul Auliya’ 4/6)

Namun ada juga amalan-amalan yang pahalanya sama dengan shalat malam, sehingga bisa digandengkan antara keduanya, di antaranya:

  1. Mengerjakan shalat empat rakaat sebelum Zhuhur.

Dari Abu Shalih secara marfu’ dan mursal, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: “Empat rakaat sebelum Zhuhur menyamai shalat malam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya: 5940 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam ashShahihah: 1431)

  1. Membaca seratus ayat di malam hari.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang membaca seratus ayat pada suatu malam maka ditulis baginya shalat semalam suntuk.” (HR. Ahmad 18/11, ad-Darimi: 3450, Shahihul Jami’: 6468)

  1. Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah.

Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah dalam suatu malam maka (itu) telah mencukupinya.” (HR. al-Bukhari: 5010, Muslim: 807) An-Nawawi berkata: “Ada yang mengatakan maknanya: ‘mencukupi dia dari shalat malam.’ Ada juga yang mengatakan: ‘Mencukupi dia dari setan’ dan ada yang berpendapat: ‘mencukupi dia dari musibah’, ada juga kemungkinan semua penafsiran tersebut.” (Syarh Shahih Muslim 6/340) Al-Hafizh mengatakan: “Pendapat yang pertama datang secara sharih (tegas) dari jalan Ashim dari Alqamah dari Abu Mas’ud secara marfu’: ‘Barangsiapa yang membaca penutup dari al Baqarah maka mencukupinya dari shalat malam.’” (Fathul Bari 8/673)

  1. Membantu dan menyantuni para janda dan orang miskin.

Nabi ﷺ bersabda: “Orang yang berusaha menanggung para janda dan orang miskin sama seperti mujahid fi sabilillah atau orang yang shalat malam lagi puasa terus-menerus.” (HR. Ahmad 19/55, al-Bukhari: 5353, Muslim: 2982)

  1. Menjaga adab-adab pada hari Jumat.

Aus bin Aus ats-Tsaqafi a\ mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang membuat orang mandi lalu ia mandi, berpagi-pagi berangkat (ke masjid) dan mendapatkan waktu-waktu pertama, ia berjalan tidak berkendara kemudian mendekat ke imam, menyimak khotbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya di setiap satu langkahnya seperti beramal setahun, yaitu pahala puasa setahun dan shalat malam setahun.” (HR. Ahmad 6/51, at-Tirmidzi: 496, Abu Dawud: 345 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 6405)

  1. Berakhlak yang mulia

Aisyah s\ mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin benar-benar mencapai derajat orang yang shalat malam terus-menerus dan puasa terus-menerus dengan akhlaknya yang baik.” (HR. Malik: 1675, Ahmad 19/76, Abu Dawud: 4798 dan yang lainnya, Shahihul Jami’: 1620)

  1. Berniat untuk shalat malam sebelum tidur

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi tempat tidurnya dan berniat untuk bangun shalat malam namun ia ketiduran sampai Shubuh maka dituliskan baginya apa yang diniatkan dan tidurnya merupakan sedekah dari Rabbnya ‘azza wa jalla.” (HR. an-Nasa’i: 1787, Ibnu Majah: 1344, Shahihul Jami’: 5941)

  1. Shalat Isya’ dan Shubuh secara berjamaah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang shalat Isya’ dan Shubuh berjamaah, sama seperti shalat semalam suntuk.” (HR. Muslim: 656, Abu Dawud: 555, at-Tirmidzi: 221)

  1. Ikhlas dalam menuntut ilmu agama.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang berangkat menuju masjid, tidak ada keinginannya kecuali untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkan kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang haji yang sempurna hajinya.” (HR. at-Thabrani: 7346, Shahih at-Targhib: 86)

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Barangsiapa yang berangkat pada pagi atau sore hari ke masjid maka Allah akan menyiapkan tempatnya di surga tatkala berangkat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  1. Ikhlas dalam mencari penghasilan dan nafkah.

Ka’b bin Ujrah a\ berkata, “Seorang lelaki melewati Nabi kemudian para sahabatnya melihat bagaimana kuat dan rajinnya laki-laki tersebut, lalu mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, seandainya hal ini di jalan Allah.’ Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Jika ia keluar bekerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil maka dia fi sabilillah (di jalan Allah), jika ia keluar bekerja untuk kedua orang tuanya yang telah lanjut usia maka ia fi sabilillah, jika ia keluar bekerja untuk menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta maka ia fi sabilillah dan jika ia keluar karena riya’ dan sombong maka ia di jalan setan.’” (HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir 19/129. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib: 1692)

  1. Membasahi lisan dengan dzikrullah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah telah membagi akhlak di antara kalian sebagaimana dibagikan rezeki dan Allah memberikan harta kepada orang yang disukai maupun tidak disukai, dan Dia tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang dicintai. Barangsiapa yang bakhil dengan hartanya untuk diinfakkan atau ia takut terhadap musuh untuk diperangi atau luput menghidupkan malamnya, maka perbanyaklah mengucapkan:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

‘Subhanallah Walhamdulillah wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar.’” (HR. at-Thabrani: 8890, al-Isma’ili dalam “al-Mu’jam” 114/1 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ashShahihah: 2714)

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Dalam sehari 100 kali maka baginya seperti pahala membebaskan sepuluh budak dan ditulis baginya seratus kebaikan dan dihapuskan seratus kejelekan serta ia dijaga dari setan pada hari tersebut.” (HR. Muslim: 2691)

Walhamdulillah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *