Mengajari Anak Toilet Training

Mengajari Anak Toilet Training

Oleh: Ummu Wildan A.Md. Keb

Soal:

Bismillah. Ummu, saya seorang ibu dari putri berusia 2,5 tahun. Alhamdulillah, anak kami sudah bisa kooperatif dalam bahasa perintah. Kami ingin memulai untuk toilet training. Bagaimana langkah atau cara memulai toilet training ini? Syukran.

(Ummu Salsabila, Jatim)

Jawab:

Walhamdulillah, wa masya Allah.. Ananda sudah mulai bisa diajak koordinasi dengan bahasa perintah halus maupun bahasa ajakan. Toilet training adalah waktu atau masa pada anak usia 18 bulan ke atas untuk dilatih mengontrol buang air kecil maupun besar dengan  cara dan di tempat yang benar (kamar mandi). Tentunya usaha untuk memberikan pengertian pada anak untuk toilet training ini tidak semudah membalikkan tangan.

Langkah awal yang harus dimengerti oleh orang tua, bahwa anak sudah harus benar-benar dapat mengikuti perintah, anak mengerti bahasa yang diberikan oleh orang tua untuk buang air di toilet dan anak menunjukkan ketidaknyamanan memakai popok atau diapers lagi. Yaitu dengan cara suka menarik-narik diapers dan menunjukkan ketertarikan pada toilet.

Saat memulai memperkenalkan toilet pada anak, pastikan kita menggunakan bahasa yang dimengerti oleh anak kita. Setelah anak mengerti, aturlah waktu secara rutin untuk meminta nak ke kamar mandi guna melakukan buang air. Biasanya kita akan paham ekspresi anak jika akan pipis. Nah, saat itulah ingatkan anak untuk pipis atau buang hajat ke toilet. Biasanya anak memiliki kebiasaan kapan dia buang air besar, orang tua harus mengerti dan paham betul saat-saat ini untuk memudahkan anak mengontrol waktu BAB-nya.

Bisa juga digunakan cara sederhana, seperti pada waktu anak selesai mandi, ingatkan selalu waktu untuk pipis dan tidak menggunakan popok lagi. Misalnya, “Adek, mulai hari ini adek nggak pakai popok lagi, ya…? Kalau terasa mau pipis, bilang ummi, ya…? Kita pipis ke toilet, biar adek nggak pipis di celana…” dan ungkapan semisalnya yang dimengerti oleh anak.

Jangan memaksa anak untuk ke toilet jika dia merasa belum siap, karena ini akan menyulitkan proses toilet training itu sendiri. Dukung dan beri penghargaan pada anak jika dia berhasil dalam toilet training. Reward tidak harus berbentuk materi. Pujian dan pelukan pun sebenarnya cukup untuk memotivasi diri anak.

Selain itu orang tua juga harus bisa konsisten. Insya Allah anak akan menyukai toilet training ini. Jika kita ada lebih materi, bisa dibelikan potty atau alat khusus toilet training untuk anak. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *