Menjaga Kualitas Amal Shalih

Banyak ibadah yang dapat kita kerjakan dalam sehari semalam. Namun bukan itu semata-mata tujuan kita, yaitu untuk mengumpulkan amal shalih sehingga kita bisa mengerjakan. Karena terkadang, saat kita mengumpulkan amalan-amalan shalih tersebut, pada saat yang sama kita lupa untuk memperbaiki kualitas amal shalih sehingga diterima oleh Allah ﷻ.

Karena itulah para salaf dahulu sangat memperhatikan dan menjaga kualitas amal shalih yang mereka lakukan. Bahkan, di antara mereka ada yang dikenal tidak banyak mengerjakan shalat maupun puasa, akan tetapi ia sangat memperhatikan kebagusan amal yang tengah dirinya kerjakan.

Sallam bin Abu Muthi’ mengatakan, “Yunus bin Yazid bukanlah orang yang paling banyak shalat maupun puasanya daripada mereka. Akan tetapi, demi Allah, tidaklah ada satu hak dari hak-hak Allah yang mendatanginya, kecuali ia pasti sudah bersiap-siap untuk menunaikannya.” (Hilyah al-Auliya’ 3/19, melalui Min Akhbar as-Salaf hal. 298)

Dari Wuhaib bin al-Ward berkata, “Jangan sampai gairah kalian hanya untuk memperbanyak amal (shalih), akan tetapi hendaknya juga ada di dalam memperbagusi kualitasnya. Karena seorang hamba terkadang melaksanakan shalat dan pada waktu yang sama ia pun bermaksiat kepada Allah dalam shalatnya. Kadang ia juga berpuasa, namun dirinya bermaksiat kepada Allah dalam puasanya.” (Shifat ash-Shafwah 2/125, melalui Min Akhbar as-Salaf hal. 299)

 Lalu, bagaimanakah dengan keadaan ibadah yang kita kerjakan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *