Murid Bermasalah

Pertanyaan:

Bismillahirrahmanirrahim. Ummu, saya mempunyai beberapa murid (usia remaja) yang sikapnya membuat masalah. Ada yang suka mencuri, padahal ia tidak kekurangan dan tidak membutuhkan barang yang dicurinya. Ada lagi yang bergaul terlalu dekat dengan teman sesama perempuan, sehingga menimbulkan perasaan risih bagi orang yang melihat. Pertanyaan saya:

  1. Apakah perbuatan mencuri yang dilakukan murid saya itu termasuk kelainan jiwa? Apa sebabnya dan apakah bisa disembuhkan?
  2. Apakah pergaulan yang terlalu akrab dengan sesama teman perempuan dapat membuat anak-anak tersebut menjadi lesbian dan apakah lesbian ini menular?

(Ummu Sakinah, Karawang)

Jawaban:

Tentang tindakan mencuri

Ummu Sakinah yang baik, dalam ilmu jiwa memang dikenal adanya sebuah kelainan berupa dorongan yang tidak terkendali untuk mencuri, padahal orang tersebut sebenarnya tidak membutuhkan barang yang dicurinya, baik dari segi fungsi maupun dari segi nilai barangnya. Kelainan ini disebut sebagai kleptomania, dan mayoritas penderitanya adalah wanita.

Kleptomania ini berbeda dengan mengutil (shoplifting). Mengutil atau shoplifting biasanya dilakukan dengan rencana sebelumnya dan bertujuan untuk mengambil manfaat dari barang yang dicuri. Sementara kleptomania tidaklah demikian.

Pencurian yang dilakukan penderita kleptomania terjadi secara spontan tanpa rencana, dilakukan semata-mata demi memperoleh kepuasan, tanpa maksud memanfaatkan barang yang dicuri. Barang yang dicuri biasanya dibuang, diberikan kepada orang lain atau dikembalikan lagi ke tempat semula.

Apa penyebabnya?

Penderita kleptomania biasanya adalah orang-orang yang memiliki gangguan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, pecandu narkoba, dan sebagainya. Elizabeth Corsale, seorang pakar dalam penanganan kleptomania, menyebutkan bahwa banyak di antara pasien yang ia tangani pada masa kecilnya mengalami trauma kedekatan atau kehilangan kedekatan dengan orang tua atau pengasuh. Banyak di antara mereka yang berasal dari keluarga yang berantakan.

Kleptomania ini bisa disembuhkan, baik dengan obat-obatan untuk menekan munculnya dorongan tak terkendali, maupun dengan psikoterapi. Untuk memastikan ada tidaknya gangguan ini serta mendapatkan penanganan yang tepat, orang tua murid tersebut perlu disarankan untuk memeriksakannya langsung kepada psikolog atau psikiater.

Tentang perilaku lesbian

Ummu Sakinah yang baik, perilaku LGBT (Lesbian Gay Bisexual dan Transgender) adalah hasil dari bentukan lingkungan. Pendapat yang mengatakan bahwa ini adalah akibat faktor bawaan (seperti kelainan genetik, dan lain-lain) tidak mempunyai landasan ilmiah. Penelitian yang mereka klaim sebagai bukti pun ternyata kurang memenuhi syarat ilmiah.

Bila demikian, apakah keakraban yang berlebihan dengan teman sejenis termasuk hal-hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi lesbian? Untuk situasi kita sekarang ini bisa dikatakan ya. Secara umum kecenderungan tersebut sangatlah kuat. Mengapa?

Dari sisi pengasuhan, banyak di antara para orang tua yang menerapkan pola asuh yang salah. Ayah tidak dekat dengan anak karena terlalu sibuk bekerja atau alasan lainnya, ibu bercanda dengan mendandani anak laki-laki seperti perempuan, anak perempuan dibiarkan bersikap tomboy, dan sebagainya. Pola asuh semacam ini membuat anak tidak mempunyai pemahaman yang mapan tentang peran jenis kelaminnya sehingga mudah menyimpang dari fitrah jenis kelamin masing-masing.

Dari sisi propaganda LGBT dan pornografi, lingkungan kita sudah diserang dari banyak arah. Mereka yang suka nonton film dapat menemukan tema LGBT ini disisipkan di banyak film yang diproduksi beberapa tahun terakhir. Bahkan film anak-anak pun tidak luput dari pesan-pesan LGBT. Anak-anak kita yang suka bermain video game atau game online, mereka secara terus-menerus terpapar pada pornografi dan ide-ide LGBT. Bila anak sudah terbiasa dengan ide ini, maka tinggal selangkah lagi mereka akan mempraktikkannya.

Dari sisi tahap perkembangan remaja, ini adalah masa-masa di mana rasa ingin tahu dan keinginan mencoba sesuatu yang baru begitu besar. Sementara remaja sendiri mulai merasakan syahwat sebagai akibat berfungsinya organ-organ reproduksi. Ketika konsep LGBT sudah begitu lumrah di mana-mana, situasi dan kondisi pun mendukung dan memancing ke arah sana, maka rasa penasaran akan semakin mendorong anak untuk mencoba perilaku LGBT.

Apakah menular? Ya, menurut Dr. dr. Fidiansjah Mursjid, SPKJ, MPH, perilaku LGBT ini dapat menular. Tentu saja penularannya tidaklah seperti penularan kuman penyakit, melainkan melalui tindakan meniru dan pembiasaan. Berawal dari sekadar menyaksikan tingkah laku LGBT dengan pandangan aneh, lama-kelamaan menjadi terbiasa, akhirnya ingin mencoba. Konon para pelaku LGBT ini mempunyai trik khusus untuk mendekati calon mangsanya, agar kemudian tertarik untuk meniru penyimpangan perilaku mereka.

Ajaran Islam sendiri telah memberikan tuntunan kepada kita dalam pendidikan anak agar mereka tidak sampai terjangkit ‘penyakit’ LGBT ini. Di antaranya adalah memisahkan tempat tidur anak ketika sudah berusia 10 tahun, sekalipun dengan sesama anak perempuan atau sesama anak lelaki. Ada juga larangan tidur dalam satu selimut, serta larangan melihat aurat, baik aurat lawan jenis maupun aurat sesama lelaki/perempuan. Baik orang tua maupun guru, khususnya guru di pondok pesantren, perlu sungguh-sungguh memperhatikan masalah ini untuk mencegah timbulnya masalah di kemudian hari. Wallahu a’lam. 

Oleh, Ummu Muhammad Widyastuti Husadani, S.Psi.


REFERENSI:

  • Kleptomania, https://www.psychologytoday.com/conditions/kleptomania, diunduh pada 26 Oktober 2017.
  • Gains and Losses: Helping Peole Stop Stealing, https://www.psychologytoday.com/blog/what-the-wild-things-are/201107/gains-and-losses-helping-people-stop-stealing, diunduh pada 29 Oktober 2017.
  • Pendapat Psikolog dan Psikiater tentang LGBT, https://www.youtube.com/watch?v=AIGkboV5Trs, diunduh pada 25 Oktober 2017.
  • Bincang Santai: Penyakit Menular LGBT – Ustadz Abdullah Taslim, MA, https://www.youtube.com/watch?v=zXjCl05gXkQ, diunduh pada 25 Oktober 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *