Nun Tasydid dan Mim Tasydid

Nun Tasydid dan Mim Tasydid

Oleh: Tim TARJIM

            Alhamdulillah, kita bisa hadir kembali di suasana lebaran tahun ini. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, terutama bacaan al-Qur’an kita selama bulan Ramadhan kemarin. Amin…

Eh, ngomong-ngomong, kalian bisa khatam berapa kali baca al-Qur’annya? Alhamdulillah. Itu semua berkat pertolongan Allah yang patut kita syukuri.

            Sobat TARJIM yang shalih dan shalihah, pelajaran kita kali ini akan membahas seputar hukum nun tasydid dan mim tasydid. Apa yang dimaksud dengan tasydid? Ingin tahu jawabannya? Ikuti pembahasan berikut ini!

Apa yang dimaksud dengan tasydid?

            Sobat TARJIM –semoga Allah merahmati kita semua- yang dimaksud tasydid adalah tanda baca seperti kepala huruf sin (ﹽ – س    ) yang diletakkan di atas salah satu huruf hijaiyyah. Nah, apabila kalian menjumpai huruf yang bertasydid, berarti huruf itu sebenarnya rangkap dua; huruf yang pertama disukun dan huruf berikutnya berharakat. Misal: إِنَّ aslinya إِنْ نَ dan seterusnya.

 Apa nama bacaannya?

            Adik-adikku, ketika kita membaca al-Qur’an, pasti kita akan bertemu dengan huruf-huruf yang bertasydid. Kalau kita amati, jumlahnya sangat banyak. Namun pembahasan kita saat ini terbatas hanya dua huruf saja, yaitu huruf nun ( ن ) dan mim ( م ). Yang oleh para ulama diberi nama dengan bacaan Ghunnah. Jadi, apabila ada huruf nun dan mim yang bertasydid (( نّ ) dan ( مّ )) maka disebut dengan bacaan Ghunnah, yang berarti mendengung.

 Gimana cara membacanya?

Untuk membacanya, insya Allah gampang. Kalian cukup membaca huruf nun atau mim tersebut dengan mendengung dan ditahan paling tidak 2 harakat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel bacaan berikut:

No Kalimat Hukum bacaan alasan Cara membaca
Benar Salah
1 وَمِمَّا Ghunnah Mim bertasydid Wa mimma Wa mima
2 إِنَّهُمْ Ghunnah Nun bertasydid Innahum Inahum
3  وَأَمَّا Ghunnah Mim bertasydid Wa ammaa Wa amaa
4 جَهَنَّمَ Ghunnah Nun bertasydid Jahannama Jahanama
5 جَنَّةٌ Ghunnah Nun bertasydid jannatun Janatun

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Berilah motivasi kepada anak-anak untuk senantiasa mempelajari dan mengamalkan isi al-Qur’an yang mulia ini.
  2. Berilah penjelasan kepada mereka seputar hukum bacaan ghunnah tersebut.
  3. Bimbinglah mereka untuk mempraktikkan atau melafalkan beberapa contoh yang tersedia kemudian cobalah untuk berlatih membaca al-Qur’an dengan memperhatikan hukum-hukum tajwidnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *