Pengertian Dan Tata Cara Shalat Witir

Shalat Witir 

Alhamdulillah, senang rasanya bisa bersua kembali dengan anak negeri yang shalih dan shalihah. Semoga perjumpaan kita diberkahi oleh Allah.

Sobat TARJIM dimanapun kalian berada, pada edisi kali ini kita akan membahas materi baru tapi masih seputar shalat-shalat sunnah, yaitu shalat Witir. Nah, apa maksudnya dan bagaimana tatacaranya? Yuk kita ikuti pembahasan berikut ini!

Apa yang dimaksud shalat Witir?

Kata Witir secara bahasa berarti bilangan ganjil, seperti satu, tiga, lima dan seterusnya. Sedangkan secara istilah adalah shalat sunnah yang dikerjakan antara shalat Isya’ dan terbitnya fajar sebagai tanda masuknya waktu Shubuh. Shalat ini sebagai penutup shalat malam. Dinamakan Witir karena dikerjakan sebanyak 1 rakaat atau tiga rakaat ataulima rakaat atau lebih. Intinya, jumlah rakaatnya ganjil.

Hukum shalat Witir

Tentang hukum shalat Witir para ulama berbeda pendapat, sebagian kecil para ulama mengatakan bahwa shalat Witir itu hukumnya wajib. Adapun mayoritas para ulama mengatakan hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan) dan inilah yang lebih kuat. Kesimpulannya adik-adik, shalat Witir termasuk bagian dari shalat sunnah yang sangat ditekankan. Oleh karena itu, mari kita berusaha sekuat tenaga agar bisa mengerjakan shalat ini walau hanya 1 rakaat.

Waktu yang paling dianjurkan

Adik-adikku, sebagaimana kakak sebutkan di atas bahwa waktu shalat Witir itu terbentang antara selesai shalat Isya’ hingga terbitnya fajar, sebagai tanda masuknya waktu Shubuh. Boleh dikerjakan sebelum tidur atau sesudah tidur. Jadi nggak harus setelah tidur.Makanya apabila kalian khawatir nggak bisa bangun kecuali sesudah adzan Shubuh maka lebih baik shalat Witirnya sebelum tidur. Namun Rasulullah menjelaskan bahwa waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Karena pada waktu itu Allah turun ke langit dunia dan akan mengabulkan permintaan setiap hamba yang Dia kehendaki.

Wah, gimana cara mengetahui sepertiga malam terakhir itu? Nah, untuk memudahkan menghitungnya, kalian tinggal membagi waktu malam itu menjadi tiga. Masih penasaran..? Misalnya: Jika waktu Maghrib jam 18.00,ini sudah dihitung malam. Sedangkan waktu Shubuh pukul 04.00. Kalau begitu dalam satu malam itu ada 10 jam, maka 10:3= 3,3. Sehingga yang dimaksud sepertiga malam terakhir adalah 3 jam 20 menit sebelum waktu Shubuh. Jadi dalam contoh di atas yang dimaksud sepertiga malam terakhir itu mulai pukul00.40 hingga pukul 04.00. Kesimpulannya, waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat Witir adalah waktu-waktu menjelang Shubuh.

Lantas, bagaimana tata caranya? Apa ada perbedaan dengan shalat-shalat lainnya? Nah, untuk mengetahui jawabannya, insya Allah akan kita bahas pada edisi mendatang. Allahu a’lam.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Kenalkan kepada anak-anak beberapa jenis shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah.
  2. Sesekali ajaklah mereka untuk mengerjakan shalat Witir baik di awal malam atau di akhir malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *