Periode Pasca Melahirkan Pada Ibu Hamil

Periode Pasca Melahirkan Pada Ibu Hamil 

Oleh: Ummu Wildan A.Md. Keb

Beberapa  permasalahan yang sering dialami oleh ibu hamil setelah persalinan. Selamat menyimak.

 RAHIM

Involusi. Melalui proses yang disebut “involusi”, rahim kembali ke ukuran sebelum hamil lima atau enam minggu sesudah melahirkan. Segera sesudah plasenta keluar, berat rahim menjadi 1 – 1½ kg dan bagian puncak rahim (fundus) teraba di pusar. Selama dua hari berikutnya, rahim akan tetap sama ukurannya (kira-kira sebesar jeruk bali) dan terasa kencang serta keras. Untuk membantu pengerasan rahim dan mencegah keluarnya darah dalam jumlah banyak dari daerah plasenta, Anda atau perawat akan memijat rahim, merangsangnya untuk berkontraksi. Menyusui juga membantu menjaga rahim tetap keras.

Satu minggu sesudah bayi lahir, rahim Anda beratnya sekitar 0,5 – 0,75 kg. Sesudah dua minggu, rahim terletak di dalam panggul dan beratnya adalah 0,25 kg. Pada akhir minggu kelima atau enam, berat rahim 60 – 200 gram, dan hampir kembali ke ukuran sebelum hamil.

Selama involusi, lochia (cairan yang mengandung darah) mengalir dari rahim dan keluar dari vagina. Selama beberapa hari pertama sesudah melahirkan, aliran lochia yang berwarna merah umumnya cukup banyak. Mengeluarkan beku darah seperti jeli, khususnya pada hari-hari pertama sesudah melahirkan adalah normal. Lochia sering sekali mempunyai bau seperti “ikan” yang kuat. Jumlah aliran dapat berubah sesuai dengan aktivitas dan posisi tubuh Anda. Lochia umumnya lebih banyak keluar jika Anda berganti posisi seperti berdiri atau duduk sehabis berbaring, saat Anda menyusui, atau buang air besar. Bisa juga menjadi lebih banyak karena gerak yang berlebihan.

Gunakan gejala ini untuk mengingatkan diri Anda agar mengurangi aktivitas dan beristirahat. Dalam waktu sepuluh hari, lochia akan berkurang dan menjadi berwarna merah jambu pucat atau berbau tidak sedap. Selama beberapa minggu kemudian, lochia menjadi berwarna putih kekuningan, putih, atau coklat. Lochia dapat terus ada hingga enam sampai delapan minggu berikutnya.

Nyeri masa nifas. Sesudah melahirkan akan terjadi kontraksi rahim kadang-kadang menyakitkan dan tidak menyenangkan, yang sering muncul selama menyusui dan lebih umum terjadi jika Anda sudah pernah melahirkan. Untuk meredakan rasa sakit, rileks dan gunakan pola pernapasan lambat. Ibuprofen atau obat lain yang diresepkan oleh pemberi perawatan juga bermanfaat. Sakit masa nifas biasanya hilang sesudah minggu pertama.

Kembalinya menstruasi. Jika Anda tidak menyusui, Anda barangkali akan kembali mengalami menstruasi empat sampai delapan minggu sesudah melahirkan. Jika Anda menyusui, menstruasi belum akan kembali selama beberapa bulan atau sampai Anda menyapih bayi, meskipun ovulasi dapat terjadi selama waktu ini. Beberapa periode menstruasi pertama sesudah melahirkan biasanya banyak dan lebih panjang dari biasa, tetapi nantinya akan kembali pada masa normal. Inilah yang lazim digunakan oleh pasangan suami istri sebagai sarana untuk kontrasepsi alami.

 LEHER RAHIM DAN VAGINA

Dengan tuntasnya involusi, leher rahim akan kembali hampir kembali pada ukuran sebelum hamil (lubang luar leher rahim tetap agak lebar). Vagina perlahan-lahan akan mendapatkan kembali tonusnya, dan labia (bibir kemaluan) akan tetap agak lebih kendur, besar, dan lebih gelap dibanding sebelum kehamilan.

 PAYUDARA

Ibu yang menyusui. Untuk dua puluh empat jam sampai tujuh puluh dua jam pertama sesudah melahirkan, payudara akan mengeluarkan kolostrum, suatu cairan kuning jernih yang merupakan susu pertama untuk bayi. Air susu yang lebih matang akan muncul antara hari kedua sampai kelima. Pada saat ini, payudara akan membesar (penuh, keras, panas, dan nyeri), yang dapat menimbulkan kesulitan dalam menyusui. Menyusui dengan interval waktu yang sering akan dapat mencegah pembengkakan payudara atau membantu meredakannya.

Ibu yang tidak menyusui. Payudara dari ibu yang tidak menyusui kemungkinan akan mengalami perubahan awal yang sama dengan para ibu yang menyusui. Mengikat payudara, memberikan kompres es, dan menghindari stimulasi pada payudara adalah cara-cara efektif untuk mengurangi produksi air susu dan meningkatkan kenyamanan. Tindakan ini sama membantunya seperti penggunaan obat-obat penghenti ASI yang dahulu biasa diberikan, tetapi sekarang sudah dihentikan karena efek sampingnya yang serius. Tidak menyusui di sini bisa dikarenakan sebab bayi lahir meninggal atau karena alasan medis lain.

PERUBAHAN HORMONAL

Sesudah melahirkan, tubuh Anda akan mengalami perubahan yang mendadak dan dramatis dalam produksi hormon. Saat plasenta dikeluarkan, kadar estrogen dan progesteron akan turun mendadak dan tetap rendah sampai indung telur mulai memproduksi hormon-hormon ini lagi. Jika Anda menyusui, produksi hormon-hormon lain (misalnya, prolaktin dan oksitosin) akan meningkat dan tetap tinggi sementara kadar estrogen dan progesteron tetap rendah. Hal ini akan berlangsung terus sampai Anda berhenti menyusui bayi Anda.

PERUBAHAN SIRKULASI

Kehilangan sejumlah darah adalah akibat alami dari melahirkan. Jumlah rata-rata darah yang dikeluarkan selama kelahiran lewat vagina yang tidak terkomplikasi adalah satu mangkuk. Jika Anda mengalami episiotomi atau robekan yang cukup besar, Anda akan terus kehilangan sejumlah darah melalui pengeluaran lochia sampai beberapa minggu, tetapi hal ini tidak berbahaya. Selama kehamilan, tubuh sudah mengakumulasi darah dan cairan ekstra sehingga darah yang keluar selama dan sesudah melahirkan tidak berbahaya.

Pada awal periode pascamelahirkan, Anda akan kehilangan cairan ekstra yang terakumulasi selama kehamilan melalui air kemih yang dikeluarkan dalam jumlah banyak di siang hari dan keringat yang cukup banyak, khususnya di malam hari. Akibatnya, Anda akan kehilangan cairan sebanyak 2,5 kg selama minggu pertama sesudah melahirkan.

 PERUBAHAN PERUT DAN KULIT

Sehabis melahirkan, otot-otot perut menjadi kendur dan dibutuhkan waktu enam minggu atau lebih agar otot kembali ke tonus semula. Olahraga dapat mempercepat pengembalian otot ini. Garis regangan akan semakin samar, tetapi tidak seluruhnya hilang. Jika Anda mengalami peningkatan pigmentasi kulit, keadaan ini akan hilang. Setiap peningkatan pertumbuhan rambut pada perut tampaknya juga akan menghilang perlahan-lahan.

Jika Anda mengejan sangat kuat untuk waktu yang lama selama kelahiran, kemungkinan Anda akan mengalami pecah pembuluh darah di mata dan muka serta leher. Pembuluh yang pecah ini (disebut “perdarahan petekie”) adalah akibat dari perubahan yang cepat dan besar pada tekanan darah selama dan di antara waktu mengejan. Keadaan ini tidak serius dan akan hilang dengan berlalunya waktu. Biasanya dalam waktu satu atau dua minggu.

 NYERI PUNGGUNG DAN PANGGUL

Banyak wanita mengalami nyeri punggung bagian bawah sesudah melahirkan. Wanita yang pernah mengalami cedera atau patah tulang ekor (koksigeus) sebelum melahirkan atau yang bayinya cukup besar akan mengalami sakit atau nyeri tekan, serta lecet pada daerah tersebut sehabis melahirkan. Keluarnya bayi melalui panggul dapat menyebabkan tulang ekor melenting atau bahkan patah kembali. Meminum pereda nyeri, pemberian kompres es atau panas pada daerah tersebut dan duduk diganjal bantal berbentuk donat yang dipompa setengah akan membantu. Tulang ekor akan dapat pulih sendiri, tetapi untuk ini dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Wanita yang mendapat bius epidural atau spinal akan mengalami sakit punggung yang sulit hilang selama beberapa hari atau minggu pertama sesudah melahirkan. Pinggulnya juga terasa sakit. Keadaan ini mungkin disebabkan karena pemilinan punggung bagian bawah atau peregangan panggul dan sendi panggul yang berlebihan selama persalinan dan kelahiran (sewaktu si wanita dalam mengejan). Jika Anda mengalami nyeri yang mengganggu kemampuan Anda untuk berjalan atau berguling, hubungi pemberi perawatan agar diberikan bantuan atau perawatan yang sesuai dengan keluhan Anda.

Di antara permasalahan yang dialami pada waktu nifas adalah beberapa hal di atas, selain mungkin ada pula keluhan lain yang jarang ditemui. Semoga uraian ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca semua.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *