Pijat Bayi Sebagai Stimulus Tumbuh Kembang

Pijat Bayi Sebagai Stimulus Tumbuh Kembang

Oleh: Ummu Wildan

Pijat bayi (Stimulus touch) dapat diartikan sebagai sentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi. Jadi, pijat bayi ini merupakan suatu pengungkapan rasa kasih antara orang tua dengan anak lewat sentuhan dengan kulit yang dapat memberikan dampak luar biasa. Ini karena sentuhan dan pelukan merupakan salah satu kebutuhan dasar bayi.

            Sentuhan alamiah pada bayi sama artinya dengan tindakan mengurut atau memijat. Untuk keperluan itu, kita tidak perlu mengundang dukun pijat bayi, sebab pemijatan bisa Anda lakukan sendiri. 

MANFAAT PIJAT BAYI

Secara garis besar, dapat diuraikan manfaat pijat untuk bayi sebagai berikut:

    • Menghilangkan rasa tidak nyaman pada tubuh bayi. Ketika tubuh bayi dipijat, dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan hormon oksitosin dan endorphin. Kedua hormone ini merupakan hormon pereda nyeri yang dapat menyamankan bayi saat tumbuh gigi, kolik dan stres.
    • Mempercepat myelinasi. Yaitu proses perbaikan sistem saraf ketika jaringan saraf tertutup lemak yang disebut myelin. Stimulasi pada kulit melalui sentuhan pijat dapat mempercepat proses perbaikan sistem saraf tersebut.

  • Melatih respon saraf. Dengan memijat, menyebabkan tubuh bayi mengalami stres. Ini karena adanya tekanan-tekanan pada tubuh. Tetapi adanya suara, sentuhan dan aroma tubuh orang tua akan membuat tubuh bayi rileks. Kedua kondisi berbeda yang saling menyeimbangkan itu ideal untuk melatih respon saraf pada bayi.

  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Dapat menstimulasi dan membantu sistem pencernaan. Bayi yang dipijat akan mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak ke-10). Kondisi ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun jadi lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan bayi lebih cepat lapar. Karena itu, bayi akan lebih sering menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak.
  • Mengajarkan anak bahwa sentuhan merupakan bentuk ekspresi.
  • Memperkuat otot.
  • Membangun bonding antara antara orang tua dan bayi. Saat memijat, kaya akan unsur bonding, seperti kontak mata, kontak kulit, aroma tubuh dan suara.
  • Meningkatkan kesadaran bayi atas tubuhnya. Selagi memijat, namai bagian tubuh bayi agar mengenal anggota tubuhnya. Ketika dipijat, kesadaran bayi akan tubuhnya juga dibangun, seperti bahwa tangan dan kakinnya menyatu dengan tubuh dan lainnya.
  • Memperkuat sistem imun. Pijat secara signifikan meningkatkan jumlah sel pembunuh alami, yaitu kelompok sel darah putih yang bisa membunuh berbagai tipe sel yang terinfeksi virus.
  • Meningkatkan indra-indra sensorik.
  • Pernyataan kasih sayang. Pada saat dipijat, bayi akan merasakan kasih dan kelembutan dari orang tuanya. Sentuhan, belaian dan pijatan akan mempererat ikatan kasih orang tua dengan anak. Sentuhan ini mampu mempengaruhi perkembangan emosi anak. Selain itu, sentuhan merupakan dasar perkembangan komunikasi yang akan memupuk cinta kasih timbal balik dan menjadi penentu bagi anak untuk menjadi pribadi yang berbudi dan percaya diri. Dengan pijatan, anak akan merasa aman karena merasa yakin memiliki kasih sayang dan perlindungan orang tuannya.
  • Membuat bayi lebih sehat. Jadi, bayi akan jarang mengalami kolik (nyeri yang sangat). Kolik biasa ditandai dengan tangis melengking. Pada saat kolik ini, orang tua dianjurkan memijat bayinya. Dengan memijat, interaksi bayi dengan orang tua akan lebih positif dan bayi akan lebih tenang, serta waktu tidur dan bangunnya lebih teratur. Selain itu, pemijatan juga dapat melegakan saluran napas yang menyempit karena asma. Pijatan juga berfungsi mengurangi gelisah dan depresi, sehingga serangan asma bisa berkurang.
  • Membantu pertumbuhan. Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijatnya. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47% dibanding jika tidak dipijat.
  • Meningkatkan kesanggupan belajar. Dengan merangsang indra peraba, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar bayi.
  • Membuat bayi tenang. Pijatan dapat meningkatkan kesiagaan dan mengurangi tangisan. Bila bayi jarang menangis, akan terjadi peningkatan berat badan dan meningkatnya aktivitas neurotransmitter, seperti perbaikan kondisi psikis, berkurangnya kadar hormon stres dan bertambahnya serotonin.

Meningkatnya aktivitas neurotransmitter serotonin tersebut akan mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini menyebabkan penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres), dan akan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena itu, dengan pijatan, bayi akan merasa rileks dan dapat tidur lelap lebih lama.

KHASIAT SETIAP PIJATAN

            Setiap gerakan yang berkaitan dengan memijat pada dasarnya memiliki khasiat. Gerakan usapan misalnya, dapat menenangkan anak, sehingga bermanfaat bagi anak yang pembawaannya sering gugup.

            Pada anak yang malas bergerak, ahli fisioterapi menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih bertenaga dan diarahkan ke jantung. Usapan juga dapat merangsang usapan aliran darah dan getah bening menjadi lancar.

Mengurut bayi bisa juga dengan gerakan remasan. Remasan berkhasiat pada jaringan penentu kemelaran otot yang terletak pada gelnodong jaringan otot. Dengan kata lain, remasan membuat otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus akan lebih melancarkan peredaran darah. Teknik peremasan dilakukan dengan cara bagian tungkai atau lengan dipadatkan atau dimelarkan menggunakan sisi tangan bagian dalam dan sedikit gerakan meremas, mirip gerakan membuat adonan roti.

Teknik kocokan juga ada khasiatnya. Kocokan dilakukan dengan cara menggulung. Tangan diletakkan sejajar dengan anggota badan, sambil mengurut seperti menggulung sosis atau mengaduk adonan. Teknik ini bermanfaat untuk mengendurkan jaringan.

Cara lain, dengan teknik melingkar. Mula-mula dilakukan usapan, kemudian membuat bentuk lingkaran-lingkaran dengan kedua tangan. Dari lingkaran besar kemudian mengecil. Dengan latihan, lingkaran yang terbentuk akan makin bulat. Teknik urut lingkar ini akan memberikan stimulasi pada permukaan jaringan, bahkan ke bagian jaringan lebih dalam. Khasiatnya, aliran darah meningkat dan pembuluh darah lebih lebar. Dan apabila teknik gerakan memijat tersebut dikerjakan secara lengkap, hasilnya akan lebih baik.

KAPAN BAYI BOLEH DIPIJAT?

            Pijat bayi dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Bayi akan mendapat keuntungan lebih besar apabila pemijatan dilakukan setap hari sejak lahir sampai usia enam atau tujuh bulan.

            Pemijatan dapat dilakukan pada pagi hari sebelum mandi. Namun, pemijatan juga bisa dilakukan pada malam hari sebelum tidur, sehingga dapat tidur lebih nyenyak. Tindakan pijat dikurangi seiring dengan bertambahnya usia bayi. Sejak usia enam bulan, pijat dua kali sehari sudah memadai.

MEMIJAT SESUAI UMUR

            Cara pemijatan untuk berbagai kelompok umur:

  1. Bayi umur 0 – 1 bulan. Disarankan hanya dengan gerakan yang lebih mendekati usapan halus. Perlu diingat bahwa sebelum tali pusat bayi lepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut.
  2. Umur 1 – 3 bulan. Disarankan diberikan gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang lebih singkat.
  3. Umur 3 bulan sampai 3 tahun. Disarankan agar seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang lebih meningkat. Total waktu pemijatan disarankan sekitar 15 menit.

CARA MEMIJAT

  1. Pemijatan kaki. Pemijatan kaki dilakukan dengan cara memegang pangkal paha bayi, lalu tangan digerakkan ke arah prgelangan kaki seperti seperti memerah susu. Atau dua tangan bergerak bersamaan pada pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat dan memutar kaki bayi secara lembut. Telapak kaki diurut dengan kedua ibu jari atau membuat lingkaran-lingkaran kecil pada telapak kaki. Jemari kaki dipijat satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki, dan diakhiri dengan tarikan lembut pada tiap ujung jari.
  2. Punggung kaki diurut dengan kedua ibu jari atau ibu jari membuat lingkaran-lingkaran kecil dari mata kaki ke jari kaki. Selanjutnya, kedua tangan membuat gerakan menggulung ke arah pergelangan kaki. Akhirnya, kedua kaki bayi dirapatkan, lalu dengan halus dan lembut kedua kaki bayi diusap dari atas ke bawah.
  3. Pada saat memijat perut, lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah, dengan telapak tangan kanan dan kiri secara bergantian. Selanjutnya, gerakan menekuk kedua lutut bayi secara lembut hingga menekan ke perut bayi. Ada juga gerakan membuat lingkaran-lingkaran searah jarum jam. Gerakan ini membentuk huruf U dan lain-lain.
  4. Dada dipijat dengan telapak tangan yang membuat gerakan dari tengah dada ke samping. Atau gerakan membentuk gambar jantung (hati) dengan meletakkan ujung-ujung jari pada ulu hati.

Cara lain, gerakan seperti membuat gambar jantung kecil di sekitar puting susu. Atau gerakan membuat gambar jantung besar hingga ke tepi selangka, lalu jari-jari tangan direnggangkan seolah membuat gambar burung kecil.

  1. Pemijatan tangan dimulai dari pundak, tangan kanan dan kiri Anda bergerak seperti memerah susu. Atau kedua tangan melakukan gerakan memeras, memijit, dan memutar secara lembut pada lengan bayi.
  2. Pada telapak tangan, kedua ibu jari membuat lingkaran-lingkaran kecil. Sementara keempat jari Anda memijat bagian punggung tangan bayi. Jari bayi dipijat satu persatu kea rah ujung jari dengan gerakan memutar. Gerakan ini diakhiri dengan tarikan lembut pada tiap ujung jari.
  3. Lengan bayi dipijat dengan gerakan menggulung dari kedua telapak tangan Anda. Kemudian kedua lengan bayi dirapatkan ke badannya dan diusap lembut.
  4. Pemijatan muka dimulai dengan mengusap wajah bayi ke arah samping dengan kedua telapak tangan. Lalu jemari menekan lembut dengan dahi, dan membuat gerakan ke samping kiri dan kanan. Buat lingkaran-lingkaran kecil di pelipis, juga ke daerah pipi bawah mata. Kedua ibu jari memijat alis mulai dari tengah ke samping.
  5. Pemijatan punggung dilakukan dengan menggunakan kedua telapak. Atau dengan gerakan mengusap, membuat lingkaran-lingkaran kecil, gerakan menggaruk dengan tekanan lembut.
  6. Mengurut wajah.

Berikut ini contoh teknik lain mengurut wajah bayi:

  1. Gerakan membedaki hidung. Hidung bayi dicolek bedak dengan telunjuk.
  2. Gerakan menyetrika dahi. Carannya, pelipis diusap dengan telapak tangan.
  3. Gerakan cicin mata. Membuat lingkaran di sekeliling mata dengan ujung jari.
  4. Gerakan melingkari pipi, dengan cara menggambar lingkaran di pipi, mula-mula besar kemudian semakin kecil.
  5. Gerakan mencubit-cubit kulit pipi.
  6. Menempelkan telapak tangan di pipi lalu digoyang-goyangkan.
  7. Gerakan bersiul, yaitu dengan mengusahakan agar mulut bayi dimonyongkan.

REFERENSI:

–          Siska dewi; pijat dan asupan gizi tepat untuk tumbang bayi, pustaka baru press

–          http//majalahkesehatan.com/manfaat dan cara pijat bayi/

–          http//product.melindahospital.com/keuntungan dan cara pijat bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *