Pujilah Allah ﷻ Ketika Senang Maupun Susah

Assalamu’alaikum….. Sobat TARJIM, bahagia dan sedih adalah sebuah kejadian yang hampir setiap saat kita mengalaminya. Kita mendapat nilai yang bagus, kita merasa bahagia. Saat mendapat hadiah dari ayah atau ibu, kita pun merasa senang. Sebaliknya, saat uang saku hilang tak bisa ditemukan, kita akan merasa sedih. Ketika sepeda yang baru dibelikan oleh ayah rusak, atau kita ditinggal orang tua yang wafat, hati kita pun akan terasa pilu. Ya, demikian itu memang sudah menjadi sifat kebiasaan manusia. Bisa merasakan kebahagiaan, juga dapat mengalami kesedihan.

Namun ada yang mungkin kita lupa, bahwa walaupun sedih, kita masih harus selalu memuji Allah atas takdir-Nya.

Allah ﷻ Mahaterpuji

Dalam surat al-Fatihah yang kita baca sehari semalam tak kurang dari tujuh belas kali, diawali dengan menyebutkan pujian hanya kepada Allah ﷻ. Mengapa? Karena memang hanya Allah ﷻ yang berhak untuk dipuji. Semua perbuatan dan putusan Allah adalah adil, bijaksana dan mengandung keutamaan.

Maka dari itu pula, para Malaikat dan para Nabi ‘alaihimussalam, selalu mengulang-ulang pujian kepada Allah ﷻ dalam setiap keadaan. Salah satu dari mereka adalah Nabi kita Muhammad ﷺ.

Ketika senang, aku memuji Allah ﷻ

Menurut petunjuk Rasulullah ﷺ, ketika kita merasa senang dan bahagia, maka kita diperintahkan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah ﷻ. Yaitu dengan membaca doa:

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya telah menjadi sempurna segala kebaikan.” (HR. Ibnu Majah: 3803, Ibnu as-Sunni: 372 dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah, al-Hakim 1/499, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 3/157, lihat pula dalam ash-Shahihah no. 265 dan Shahih Jami’ ash-Shaghir no. 4640, dari jalur Aisyah s\)

Ketika bersedih, kita pun memuji Allah ﷻ

Menurut petunjuk Rasulullah ﷺ juga, ketika kita mengalami kesedihan dan hal yang tidak mengenakkan, dianjurkan pula untuk tetap bersyukur kepada Allah ﷻ dengan mengucapkan doa:

الْحَمْدُ لِلهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

“Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.” (HR. Ibnu Majah: 3803, Ibnu as-Sunni: 372 dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah, al-Hakim 1/499, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 3/157, lihat pula dalam ash-Shahihah no. 265 dan Shahih Jami’ ash-Shaghir no. 4640, dari jalur Aisyah s\)


Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Ajarkan kepada anak, bahwa apa saja takdir yang kita terima; berupa kesenangan maupun kesedihan, maka itu semua datang dari Allah ﷻ. Dan semua takdir itu adalah baik serta mengandung hikmah.
  2. Bantulah anak untuk menghafal doa dan membiasakannya dalam keseharian mereka. Semoga Allah mencatat hal ini sebagai salah satu amalan pemberat timbangan kita kelak di akhirat. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *