Quraisy Dikejutkan dengan Kedatangan Rasul ﷺ dan Pasukannya

Quraisy Dikejutkan dengan Kedatangan Rasul dan Pasukannya

Setelah Rasulullah dan pasukannya telah berlalu di depan Abu Sufyan, al-Abbas segera berkata kepadanya,“Selamatkanlah kaummu!”Abu Sufyan segera bergegas menuju ke Makkah dan menyeru kaumnya,“Wahai kaum Quraisy, Muhammad telah datang dengan pasukan yang tak mungkin kalian lawan. Oleh karena itu, barangsiapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan maka ia aman…!”

Tatkala mendengar seruan Abu Sufyan tersebut, Hindun binti ‘Utbah (istrinya) langsung menimpali,“Bunuhlah orang gemuk, gembrot dan berbetisbopeng ini!Inilah seburuk-buruk pemimpin kaum!”Yang dia maksud adalah Abu Sufyan, suaminya sendiri.Mendengar cemoohan istrinya, Abu Sufyan tak mau kalah, ia berkata lagi,“Celaka kalian, janganlahkalian teperdaya oleh ucapan wanita ini. Sungguh, Muhammad telah datang membawa pasukan yang tak akan bisa kalian tandingi!Karena itu, barangsiapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka ia aman dari pasukan Muhammad.”

Quraisy berkata kepadanya,“Semoga Allah memerangimu!Rumahmu tidaklah cukup untuk melindungi kami.”Melihat kecemasan kaumnya, lantas Abu Sufyan menyeru lagi, “Barangsiapa yang menutup pintunya maka ia aman.Barangsiapa yang masuk Masjidil Haram maka ia aman.”Setelah mendengar pernyataan Abu Sufyan tersebut, mereka berpencar dan berlarian menuju rumah masing-masing dan menutup pintunya.Sebagian mereka juga ada yang menuju masjid demi mendapatkan keamanan.

Rasulullah membagi pasukannya

Sementara itu, Rasulullah membagi pasukannya agar dapat memasuki Makkah dari segala penjuru. Khalid bin al-Walid mendapat tugas di sayap kanan untuk memasuki Makkah dari dataran rendah. Sedangkan az-Zubair bin al-Awwam mendapat tugas di bagian sayap kiri untuk memasuki Makkah dari dataran tinggi. Adapun Abu Ubaidah bersama pasukan infanteri dan pasukannya tanpa perisai, diperintahkan agar langsung ke pedalaman (tengah) lembah hingga memenuhi Makkah di hadapan Rasulullah.

Demikianlah, betapa gentingnya suasana saat itu.Kaum Quraisy sudah tak berdaya.Rasulullah memasuki Makkah dengan penuh tawadhu’, meskipun dengan membawa pasukan yang tak tertandingi.Beliau tidak menggunakan kesempatan itu untuk membalas dendam atas perlakuan zalim mereka selama ini.Insya Allah, kita lanjutkan kisahnya pada edisi mendatang. Barakallahu fikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *