Saat Para Salaf Enggan Dikenal

Diriwayatkan oleh Habib bin Tsabit, ia mengisahkan, “Ibnu Mas’ud suatu hari pernah keluar dan banyak manusia yang mengikuti beliau. Ibnu Mas’ud pun berkata kepada mereka, ‘Apakah kalian memiliki keperluan (denganku)?’ Mereka mengatakan, ‘Tidak, akan tetapi kami hanya ingin berjalan bersama engkau saja.’ Maka Ibnu Mas’ud menjawab, ‘Kembalilah kalian, karena ini hanyalah kehinaan untuk orang-orang yang menjadi pengikut, dan sekaligus menjadi ujian bagi orang yang diikuti.’” (Shifat ash-Shafwah 1/406, melalui Aina Nahnu min Akhlaq as-Salaf hal. 23)

Saudaraku……, amat berbanding terbalik kenyataan di zaman dahulu dengan zaman sekarang. Ditambah lagi dengan ujian pemanfaatan teknologi dan kecepatan media sosial yang semakin maju dan berkembang. Bahkan, bukan hanya kaum terkenal saja yang memanfaatkan media tersebut sehingga semakin terkenal, namun banyak pula orang-orang yang sedari awal memang tak dikenal, numpang eksis melalui sarana-sarana tadi.

Dahulu al-Hasan bin Rabi’, salah satu murid Imam Ibnul Mubarak, mengisahkan, “Suatu hari aku pernah bersama Ibnul Mubarak mendatangi tempat sumur biasa mengambil air, sedangkan banyak orang-orang yang minum darinya. Ibnul Mubarak pun mendekat untuk meminum darinya, dan manusia yang lain tak mengenalnya. Mereka lalu menyerobot Ibnul Mubarak dan mengusirnya. Ketika keluar dari antrean, beliau berkata, ‘Beginilah hidup.’ Maksud beliau, bahwa kapan saja kita tidak dikenal, kita tidak akan dimuliakan.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 8/380, melalui Aina Nahnu min Akhlaq as-Salaf hal. 23)

Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari fitnah kemasyhuran dan ketenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *