Sejarah Penyembah Berhala di Tanah Arab

Sejarah Penyembah Berhala di Tanah Arab

Assalamu’alaikum….!! Kaifa halukum, Sobat TARJIM sekalian? Semoga baik semua ya…. Silsilah Wawasan Islam kali ini akan membahas tentang awal mula terjadi syirik di jazirah Arab. Sebelumnya, jazirah Arab masih mengikuti ajaran Nabi Ibrahim, yaitu millah hanifiyyah agama yang lurus di atas tauhid. Hingga muncullah syirik yang dibawa oleh seseorang. Siapa dia? Yuk, kita simak!

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَوَّلُ مَنْ غَيَّرَ دِيْنَ إِبْرَاهِيْمَ عَمْرُو بْنُ لُحَيِّ بْنِ قَمْعَةَ بْنِ خَنْدَف أَبُوْ خُزَاعَةَ

Orang yang pertama kali mengubah agama Ibrahim adalah ‘Amru bin Luhai bin Qam’ah bin Khindaf Abu Khuza’ah.” (Shahih Jami’ Shaghir: 4345 –melalui Maktabah Syamilah)

Ya, dialah ‘Amru bin Luhai bin Qam’ah bin Khindaf Abu Khuza’ah, orang yang pertama kali membawa kesyirikan di jazirah Arab. Dialah pemimpin bani Khuza’ah, seorang yang ditokohkan dan disegani oleh kaumnya. Disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar al-Jaza’iri, bahwa suatu ketika, ‘Amru safar dari Makkah menuju Syam. Di Syam, dia melihat para penduduk setempat menyembah berhala.

Dia pun bertanya, “Berhala apa yang kalian sembah ini?” Para penduduk menjawab, “Kami menyembahnya supaya dia menurunkan hujan, ternyata dia benar-benar menurunkan hujan bagi kami. Kami memohon pertolongannya, ternyata dia benar-benar menolong kami.”

‘Amr bin Luhai berkata, “Bolehkah kalian berikan berhala itu untukku supaya aku membawanya pulang ke negeri Arab dan penduduk di sana bisa menyembahnya?”

Akhirnya penduduk Syam memberi berhala yang mereka namai “Hubal” itu. Demikianlah, Hubal pun dipajang oleh penduduk Makkah di sekitar Ka’bah. Hubal tetap ditempatkan di sana hingga tibanya hari kemenangan Islam saat Rasulullah menghancurkan 360 patung…” (Hadzal Habib ya Muhib, hal. 30 –cet Maktabah ‘Ulum wal Hikam)

Demikianlah sejarah munculnya syirik di tanah Arab, yang dibawa oleh ‘Amr bin Luhai al-Khuza’i. Dia akan menanggung dosa-dosa orang yang ikut menyembah patung yang ia bawa. Karena itu Rasulullah ﷺ mengatakan,

رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ لُحَىِّ بْنِ قَمَعَةَ بْنِ خِنْدِفَ أَبَا بَنِى كَعْبٍ هَؤُلاَءِ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِى النَّارِ

Aku (Rasulullah) melihat ‘Amru bin Luhai bin Qam’ah bin Khindaf, saudara bani Ka’b, dia menyeret ususnya di neraka.” (HR. Muslim: 7371)

Na’udzubillahi min dzalik, ya Sobat sekalian. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari syirik. Amin


Untuk pendidik dan orang tua:

  1. Jelaskan pada anak bahwa syirik merupakan dosa yang paling besar, yang Allah tidak akan mengampuninya jika ia tidak bertaubat.
  2. Terangkan juga akibat buruk safar ke negeri kafir, seorang akan mudah terkena fitnah yang ia tidak sadar. Lihat, bagaimana ‘Amr bin Luhai safar ke Syam yang penduduknya menyembah patung, sehingga ia terpengaruh dengan budaya tersebut hingga ia bawa ke daerahnya.
  3. Sesungguhnya dosa orang yang memulai suatu maksiat akan berlipat-lipat sesuai dengan orang yang mengikutinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *