Sejarah Shalat Tarawih

Sejarah Shalat Tarawih

            Adik-adikku yang shalih dan shalihah, berbicara tentang shalat Tarawih rasanya kita sedang berada di bulan Ramadhan atau beberapa hari lagi akan memasuki bulan kemuliaan tersebut. Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya’ pada bulan Ramadhan. Shalat Tarawih merupakan salah satu syiar Islam yang nampak jelas di kalangan kaum muslimin. Hal ini bisa kita saksikan ketika datang bulan Ramadhan, dan kaum muslimin berbondong-bondong menuju masjid di sekitarnya untuk menunaikan shalat tarawih secara berjamaah.

Shalat tarawih pada zaman Rasulullah ﷺ

            Sobat TARJIM, Rasulullah pernah shalat Tarawih bersama beberapa sahabat di masjid. Pada suatu malam beliau shalat, kemudian diikuti oleh beberapa sahabatnya hingga selesai. Lantas pada malam berikutnya para sahabat yang shalat bersama beliau lebih banyak dari sebelumnya. Pada malam ketiga, lebih banyak lagi para sahabat yang hadir di masjid. Namun Rasulullah tak kunjung keluar dari kediamannya. Ada apa ya, kira-kira?………….

            Keesokan harinya, beliau bercerita kepada para sahabat, “Sebenarnya aku tahu apa yang kalian perbuat tadi malam. Tidak ada yang mencegahku untuk keluar rumah sehingga bisa shalat bersama kalian, kecuali aku khawatir shalat tarawih nanti akan diwajibkan kepada kalian.” Dan jika sampai diwajibkan, niscaya akan memberatkan para sahabat dan kaum muslimin yang datang setelah mereka.

            Akhirnya, pada malam-malam berikutnya para sahabat shalat Tarawih tidak bersama Rasul. Hal ini terus berlangsung hingga Rasulullah wafat.

Shalat Tarawih pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq a\

            Sobat TARJIM yang semoga Allah menambahkan ilmu bermanfaat kepada kita semua, pada saat pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq kaum muslimin mengerjakan shalat Tarawih seperti pada masa Rasulullah. Mereka shalat sendiri-sendiri atau berjamaah dengan beberapa orang saja. Nanti ada lagi yang berjamaah dengan beberapa sahabatnya yang lain. Kesimpulannya, mereka tidak berjamaah dengan satu imam dan pada waktu yang bersamaan. Hal ini berlangsung hingga Abu Bakar wafat.

Shalat tarawih pada masa Umar bin al-Khaththab a\

            Pada saat Umar bin al-Khaththab menjadi Amirul Mukminin, beliau punya ide. Ide ini muncul ketika melihat kondisi kaum muslimin yang shalat Tarawih tidak bersamaan dan tidak dengan satu imam. Akhirnya beliau mengumpulkan manusia untuk jamaah shalat Tarawih dengan satu imam pada waktu yang sama. Beliau menunjuk sahabat yang mulia, Ubay bin Ka’b sebagai imam yang memimpin shalat Tarawih bersama manusia. Itulah shalat Tarawih pertama kali yang dilakukan secara berjamaah yang dipimpin satu imam semenjak Rasulullah wafat.

Oleh karena itu, para ulama sepakat akan disyariatkannya shalat Tarawih dengan berjamaah. Hal ini didasarkan pada perbuatan Rasulullah bersama beberapa sahabat yang pernah shalat berjamaah dan perbuatan Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab. Hingga saat ini, pada zaman kita sekarang kaum muslimin sangat antusias untuk menjalankan shalat Tarawih dengan berjamaah di mushalla atau masjid sekitarnya.


Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Jelaskan kepada anak-anak bahwa inisiatif Umar di atas mengacu pada perbuatan Rasulullah, sehingga tidak termasuk perbuatan bid’ah yang terlarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *