Setelah Makan Perut Malah Sakit

Setelah Makan Perut Malah Sakit

Soal:

Assalamu’alaikum. Mohon maaf, akhir-akhir ini setelah makan, perut saya terasa diremas-remas, sakit dan terasa melilit-lilit.Kira-kira penyakit apakah ini?

 Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Untuk memastikan kelainan apa yang terjadi sesungguhnya, sebaiknyalakukan pemeriksaan untuk kekhususan keluhan yang Anda alami. Mengingat keluhan yang seperti ini ada beberapa kemungkinan:

Mungkin saja saat ini Anda mengalami mag, mengingat keluhan mag ini adalah yang paling banyak dan paling umum untuk keluhan perut. Di antara gejala mag yang bisa kita rasakan, diantaranya: perut terasa nyeri, pedih, kembung, semi sebah (perut terasa penuh) atau benar-benarsebah pada bagian perut,nyeri ulu hati, muntah asam atau sekadar perasaan ingin muntah atau benar-benar muntah[1] dengan mulut terasa pahit seketika waktu. Bibir terlihat putih, mata sayu dan tenaga lemah serta sering sendawa saat lapar.

GERD (Gastro-esophageal reflux disease).[2]  Keluhan ini hampir mirip dengan mag, hanya saja tingkatan dan kerusakan sedikit lebih parah. Namun keluhan dasarnya mirip mag. Keluhan tidak hanya di bagian ulu hati, namun sudah menjalar ke dada dan punggung serta tenggorokan.Keluhan di perut serupa dengan keluhan mag.Adapun keluhan pada tenggorokan, dada, dan punggung menimbulkan mirip sesak (sesek/sengal tulang), mirip serangan jantung. Terkadang disertai rasa pahit pada tenggorokan, pengkal lidah, perasaan sesak di dada atau punggung atas, dengan kecenderungan ada rasa pusing.

Iritasi usus.[3]  Jika dua keluhan diatas tidak dirasakan, nyeri tidak di ulu hati dan dada, tetapi menyebar di seluruh perut atau pada bagian sebelah perut samping, bawah atau rata seluruhnya, jika kondisinya seperti ini, risiko radang usus, liver sangat tinggi. Diantara gejala radang usus ini diantaranya: demam tetapimenggigil, atau hanya lengan bahu tangan terasa hangat jika dipegang. Perut terasa panas, terasa ada hawa hangat di dalam, nyeri akansemakin terasa saat kita makan. Perut secara umum terasa tidak nyaman, sebah, kembung disertai sering buang angin dengan bau terasa tajam, bunyinya melengking (atau sedikit ada gangguan saat mengeluarkan angin; harus mengejan), sembelit dan puncaknya dalam berak disertai darah hitam atau darah segar yang mengucur. Khusus untuk keluhan ini, perlu diperhatikan, apakah sumbernya dari pinggang atau murni kelainan organ dalam perut.

Alergi makanan. Namun kemungkinan ini sangat kecil,mengingatpertanyaan sangat umum, nyeri diremas-remas setiap selesai makan.

Adapun jika keluhan yang dimaksud tidak selalu terjadi setiap makan, mungkin lebih sederhana; bisa salah makan, keracunan, masuk angin, efek makanan yang dikonsumsi, dsb.

 Pengobatan

Untuk mengurangi keluhan ini, sebaiknya dilakukan pengobatan secara teratur.Biasanya paling cepat 1- 3 bulan atau lebih, sesuai kondisi emosional orang yang sakit. Berikut ini kami nukil sebagian ramuan yang bisa digunakan untuk membantu keluhan tersebut dari buku Ramuan Herbal TaklukanPenyakit, Prof.H.M. Hembing Wijaya Kusuma:

 Resep untuk mag

Bahan-bahan:

  • 30 gr temulawak, kupas.
  • 30 gr kencur.
  • 30 grlengkuas.
  • 1 sdtadas.
  • 4 butir kapulaga.
  • Gula aren secukupnya.

Cara Membuat:

  1. Cuci semua bahan, potong-potong.
  2. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring dan minum.

Resep 2

Bahan-bahan:

  • 20 gr kunyit.
  • 90 gr daun lidah buaya, kupas.
  • 7 gr jeruk mandarin kering.
  • 1 sdm madu.

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih semua bahan, potong-potong. Rebus dengan air 600 cc air hingga tersisa menjadi 200 cc, lalu saring.
  2. Tambahkan madu. Setelah dingin, minum airnya dan makan daun lidah buayanya[4]

Ramuan ini bisa digunakan untuk keluhan lambung danGERD.Sebaiknya kurangi dosi penggunaan lengkuasatau malah dihilangkan.[5]Selain penggunaan resep ini, ada resep lain yangbisadicoba, yaknimenggunakan ramuan tunggal,semisal kunyit, temulawak atau madu.

Untuk kunyit, sebaiknya pilih yang masih baru dipanen.Ambil 1-2 ruas kunyit (bukan rimpang), parut, kemudian peras.Campur dengan air satu gelas.Minum 2 kali sehari.Kunyit tidak boleh dicampur dengan madu.

Adapun temulawak, jika direbus, pilih yang rimpang.Adapun jika diparut, pilih yang bukan rimpang.Untuk perebusan, sebaiknya gunakan api sedang, jangan terlalu besar. Potong-potong temulawak 2 rimpang untuk sehari dengan air sekitar 4 gelas.Masukkan rimpang sejak awal merebus.Setelahmendidih, bisa langsung diangkat.Setelah dingin, bisa langsung dikonsumsi.Boleh dicampur dengan gula merah atau putih, tidak dengan madu.

Adapun penggunaan madu, minumlahbeberapa tetes atau seujung sendok makan, setelah bangun tidur malam, sebelum BAK atau BAB.Siang harinya, konsumsi madu dengan campuran air hangat.

  1. Resep untuk iritasi usus

Bahan-bahan:

  • Daun beringin segar 500 gr

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih daun beringin, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
  2. Angkat, diinginkan, saring rebusan.
  3. Bagi menjadi dua.[6]

Selain ramuan ini, bisa menggunakan daun iler, daun ungu dan kunyit.Untuk daun iler atau daun ungu, bisa dijus, direbus atau langsung diperas.

Untuk kunyit, sebaiknya tidak direbus, cukup diparut atau diblender,lalu peras airnya.

Adapun jika iritasi usus berkaitan dengan virus, sebaiknya menggunakan obat untuk menambah kekebalan dan mengusir virus.Atau perpaduan perbaikan tulang punggung dan penebalan usus, sebagaimana dalam penanganan tifus.

Wallahu a’lam.Semoga bermanfaat.


[1] Jika ada peradangan baru ada rasa mual atau

[2] Kebanyakan orang awam mengenal dengan istilah asam lambung

[3]Jika rasa sakit setelah makan selalu ada, adapun jika rasa sakit hanya muncul sesekali kemungkinan sakit perut biasa atau gejala sakit mag (jika di sertai dengan sendawa berlebihan), selain iritasi usus juga masuk dalam hal ini kelainan liver dan ginjal/organ perut yang lainnya.

[4]buku Ramuan Herbal Taklukan Penyakit, Prof. H.M. HembingWijayaKusuma hal. 147.

[5]Mengingat lengkuas dengan komposisi di antara ramuan tersebut karakter herbalnya paling kuat dan paling dominan.Selain itu lengkuas menciptakan rasa pedas dan hangat berkepanjangan.

[6] Ramuan Herbal Tumpas Penyakit, dr. SetiawanDalimartha, dr. Felix Andria, prod. Penebar Swadaya cet. ke-1, hal. 210.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *