Tips Mengatasi Stagnasi Dalam Bisnis

Tips Mengatasi Stagnasi Dalam Bisnis

Oleh: Bayu S.E.

Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, sahabat dan umatnya yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari akhir.

Beberapa edisi yang telah berlalu, kita pernah membahas siklus hidup produk secara khusus. Dalam pembahasan tersebut, secara umum menjelaskan bahwa produk itu melalui beberapa siklus. Dan suatu hal yang hampir bisa dikatakan sebuah kepastian, sebuah produk mengalami stagnasi pada suatu waktu. Begitu juga dalam berbisnis, kita akan mengalami situasi stagnan, di mana bisnis tidak bisa berkembang dan inovasi pengembangan tidak ada.

Stagnasi dalam bisnis harus segera diatasi. Apabila kita tidak segera mencari solusi maka bisnis kita akan kalah bersaing, penjualan terus merosot, terlebih lagi di era sekarang. Oleh karenanya, segera kita cari solusi untuk mengatasi hal ini. Berikut beberapa tips mengatasi stagnasi bisnis.

 1. Berinovasi ketika bisnis mengalami kemajuan pesat.

Inovasi ketika bisnis mulai stagnan atau mulai mengalami penurunan itu wajar, namun berinovasi ketika bisnis sedang “naik daun” adalah salah satu solusi untuk berpikir ke depan ketika bisnis mulai terjadi penurunan. Sebagaimana yang telah kita pelajari dalam product life cycle, waktu yang tepat untuk berpikir dan berinovasi adalah ketika produk kita mengalami kenaikan, sehingga ketika tepat di titik puncak kita sudah menyiapkan solusi bisnis agar tetap berada di puncak penjualan. Perlu diingat, inovasi tidak hanya terfokus pada produk, tetapi lebih luas dari itu; bisa inovasi pada target pasar, sistem penjualan, promosi, dan yang lainnya. \

 2. Evaluasi secara berkala.

Evaluasi seluruh kebijakan-kebijakan bisnis. Amati dampak kebijakan. Hal ini harus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga bisa terlihat posisi dan kondisi bisnis kita. Evaluasi berguna sebagai kontrol kebijakan. Apakah kebijakan berjalan secara efektif dan efisien atau malah kebijakan menjadikan bisnis semakin jauh dari target. Apabila telah berjalan sebagaimana yang diharapkan maka perlu tindak lanjut pengembangan kebijakan. Apabila tidak sesuai target bisa segera ditangani sejak dini sehingga tidak menderita kerugian lebih besar.

 3. Analisis permasalahan.

Setelah evaluasi seluruh kebijakan bisnis maka perlu melakukan inventarisasi permasalahan, kemudian identifikasi masalah tentukan alternatif solusi kemudian prioritas penyelesaian masalah. Hal ini sangat penting untuk kita lakukan agar kita mengetahui dan memahami permasalahan dan solusinya. Analisis permasalahan seperti ini akan memudahkan kita menentukan sikap yang tepat dan cepat untuk menyelesaikannya. Analisis permasalahan bisa menggunakan berbagai metode, yang terpenting analisis faktor eksternal dan internal.

 4. Pelajari ulang relevansi strategi bisnis.

Perkembangan teknologi dan komunikasi yang cukup pesat mewajibkan kita untuk senantiasa terus dinamis dan berkembang. Strategi bisnis harus terus kita pelajari, agar strategi bisnis kita sesuai dengan target bisnis. Strategis bisnis mencakup seluruh bagian manajemen, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia dan yang lainnya. Ketika bisnis kita stagnan maka ada yang berubah dari lingkungan bisnis kita, bisa jadi lingkungan internal, atau eksternal. Oleh karenanya, sangat penting untuk kita terus meningkatkan strategi bisnis kita dengan dinamisme lingkungan.

 5. Penataan sistem internal dan eksternal.

Kondisi bisnis yang stagnan salah satunya menunjukkan adanya sistem yang tidak berjalan maksimal atau malah tidak cocok dengan bisnis. Sistem bisnis meliputi semua bagian manajemen. Perlu kita evaluasi, apakah sistem kita sudah berjalan efektif dan efisien? Sistem internal bisnis, apakah standar operasional bisnis yang kita terapkan sudah berjalan efektif dan efisien? Apabila belum perlu kita analisis permasalahan dan kita perbaiki sistem atau bahkan kita ubah sistem yang lebih baik. Begitu juga dalam lingkungan eksternal perlu kita ketahui sistem mana yang kurang efektif dan efisien? Sebagai contoh: Sistem keuangan internal bisnis; apakah sudah tepat sistem penggajian? Apakah sudah tepat pembelanjaan bisnis? Apakah sudah valid laporan keuangan bisnis bisa digunakan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan? Dan yang lainnya. Kemudian contoh sistem bisnis eksternal banyak sekali, seperti, apakah sistem pemasaran sudah tepat dengan karakter produk? Sistem distribusi, apakah sudah tepat dengan target pasar? Dan yang lainnya. Ini semua perlu kita evaluasi dan penataan ulang ketika bisnis kita mengalami stagnan.

 6. Merekrut tim atau orang.

Salah satu cara kita mengatasi stagnan bisnis adalah dengan merekrut tim atau orang yang mampu atau ahli menangani stagnasi bisnis. Lebih dari itu, yang bisa mengembangkan bisnis. Terkadang tidak bisa kita pungkiri bahwa, stagnasi bisnis dikarenakan pola pikir dan pola pandang sumber daya manusia yang stagnan pula. Artinya, tidak bisa memunculkan inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan bisnis. Ada perusahaan yang karyawannya adalah orang-orang lama dengan sistem organisasi lama pula, sehingga ide dan kreativitas terkungkung dalam pola pikir yang seragam sehingga tidak ada pengembangan. Bisa jadi merekrut orang baru bisa merefresh pola pikir dan pola pandang bisnis.

7. Terbuka dan peka terhadap perubahan.

Lingkungan bisnis dari waktu ke waktu pasti mengalami perubahan. Kita tidak boleh tertutup terhadap perubahan, meskipun juga tidak selalu terbuka bebas terhadap perubahan. Sikap terbuka dan peka terhadap perubahan bisa memunculkan kreativitas dan solusi bisnis. Salah satu penghambat kita berkembang adalah fanatik dan terlalu yakin dengan sistem yang kita buat tanpa melihat perubahan lingkungan, padahal lingkungan bisa memberikan kita inspirasi yang tidak kita dapatkan dari sistem yang ada.

Para pembaca yang dirahmati Allah, itulah beberapa hal yang bisa membantu kita keluar dari stagnasi bisnis kita. Hal yang paling penting lainnya adalah doa, ikhtiar dan keyakinan bahwa Allah telah menetapkan rezeki kita masing-masing. Kita hanya berusaha mencari rezeki tersebut dan kewajiban kita mencari rezeki yang halal serta dengan cara yang halal pula. Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *