Waspadai dan Kenali Kolesterol Mulai Sekarang

Waspadai dan Kenali Kolesterol Mulai Sekarang

Oleh: Tim NUKHBA

Soal:

Assalamu’alaikum. Tim Nukhba, apa saja gejala dan makanan yang terbaik untuk dikonsumsi bagi orang yang kolesterol tinggi, dari buah-buahan dan sayuran, juga bagaimana pengobatannya dengan herbal? Syukran.

(Warsi, Pekanbaru, +6281378xxxxxx)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah. Makanan yang terbaik saat kolesterol melebihi batasan kadar normal adalah mengurangi asupan sumber makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Adapun untuk hari biasa atau saat kadar kolesterol di ambang perbatasan normal dan rendah, cukup kurangi saja tanpa meninggalkan secara keseluruhan sumber kolesterol tersebut, mengingat tubuh masih memerlukan kolesterol.

Adapun buah-buahan secara umum sangat bagus, kecuali beberapa saja. Insya Allah akan kami sampaikan di akhir tulisan ini.

Berhati-hatilah

Jika Anda sering makan ikan, daging, ayam, snack, gorengan, tempe goreng, mi dan minuman perisa serta Ada merasa badan sering pegal-pegal, terasa remuk ketika bangun tidur dengan latar belakang aktivitas gerak sangat kecil, sebaiknya hati-hati, risiko kolesterol sangat tinggi, terlebih bila bagian bahu dan lengan kadang-kadang terasa ngilu.

Ada baiknya pola makan diubah dan jangan lupa sering minum. Perhatikan juga sudah berapa olahraga dan aktivitas berat yang sudah kita lakukan. Selain itu perhatikan makanan yang kita makan. Paling tidak Anda tanyakan pada diri sendiri, sudah berapa gorengan yang kita makan? Atau minuman instan yang kita minum? Kopi dan daging juga perlu diperhatikan. Jika hal ini sulit diterapkan, sebaiknya tiap 6 bulan sekali cek kadar kolesterol.

Tidak menimbulkan gejala?

Kelebihan kolesterol tidak menimbulkan gejala yang berarti. Gejalanya hampir tidak disadari dan dianggap keluhan biasa, kecuali jika sudah dalam tingkat yang parah, semisal strok, lengan bahu berat dan ngilu serta adanya kelainan jantung.

Sebaiknya Anda tahu, jika jantung terkena, otomatis akan membuka gerbang untuk semua penyakit dalam tubuh. Sakitnya jantung otomatis akan menyebabkan gangguan pada semua organ tubuh dan bisa sebagai penyebab dari semua penyakit.

Jika kolesterol menyerang jantung

Sedikit membingungkan bagi penerapi dan penderita, mengingat tipe keluhan ada dua. Pertama; keluhan yang berasal dari jantungnya sendiri, kedua: keluhan efek timbal balik jantung lemah. Organ terlemah yang berhubungan dengan jantung akan mengalami kelainan, kemudian berangsur-angsur berpindah kepada organ yang semisalnya, sehingga gejala dan keluhan akan terasa aneh. Tidak bisa dipukul rata. Hanya sebatas garis besar. Keluhan akan bervariasi dan bisa bermacam-macam gejala dan keluhan. Sehingga tidak mengherankan jika ditemukan pasien yang memiliki banyak keluhan. Satu keluhan telah hilang, muncul keluhan yang lain. Aneh dan mencurigakan, terutama bagi orang awam, sehingga tak jarang mereka menganggapnya sebagai penyakit akibat guna-guna atau kerasukan jin (nonmedis). Padahal bukan sama sekali. Gejala khas kolesterol kronis.

Tidak harus gemuk

Memang benar, gemuk lebih berisiko terkena kolesterol. Namun gemuk bukanlah sebuah keharusan untuk menderita kolesterol. Kolesterol pada asalnya bukanlah sampah atau kotoran dari makanan. Kolesterol ini dihasilkan karena kelebihan unsur makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga unsur ini masih bertahan dalam aliran darah. Berbeda jika hal ini kotoran, karena kotoran atau ampas makanan tidak masuk dalam proses ini, melainkan langsung dibuang ke usus besar dan akan keluar sebagai tinja. Sangat berbeda dengan kolesterol yang dihasilkan dari sari makanan yang sangat bagus, namun dalam jumlah berlebihan, sehingga menjadi sampah dalam pembuluh darah.

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan melekat pada dinding pembuluh darah, mirip sebuah flek. Selanjutnya flek kolesterol ini akan menembus dinding pembuluh darah sebagai parasit yang merugikan bagai sebuah benalu pada pohon.

Lekatan flek kolesterol ini sangat mengganggu, mengingat ruangan dan tingkat elastisitas pembuluh darah sangat terbatas. Gumpalan flek berupa benjolan dalam aliran darah akan sedikit banyak mengganggu dan secara otomatis menyempitkan pembuluh darah, sehingga kotoran darah yang lainnya akan mudah melekat. Akibatnya, benjolan besar yang terdiri dari kolesterol dan kumpulan kotoranlah yang dihasilkan. Puncak dari fase ini, kotoran benjolan yang besar. Namun ini bukanlah akhir cerita. Keluhan akan muncul secara bersamaan saat kolesterol membesar, pembuluh darah pun akan mengalami kelainan. Kondisinya sakit karena diganggu oleh daur ulang kolesterol. Akhirnya aliran darah menjadi sempit dan darah sangat kotor. Darah kotor, kental dan miskin oksigen, sehingga memicu sakit kepala, pegal-pegal, strok, impotensi dan sakit jantung.

Gemuk lebih berbahaya

Penderita kolesterol dengan berat badan berlebih kondisinya lebih berisiko daripada penderita kolesterol berbadan kurus. Penderita kolesterol dengan berat badan berlebih akan mengalami dua model serangan; penyempitan pembuluh darah dari dalam yang berasal dari kelebihan kolesterol dan dari luar melalui desakan perkembangan lemak tubuh.

Obat kolesterol bukan obat pelangsing

Perlu diketahui, obat kolesterol bukan obat pelangsing. Keduanya sangat berbeda. Kolesterol berada pada aliran darah, sedangkan obat pelangsing sasarannya adalah lemak di luar pembuluh darah. Pelangsing membakar atau melarutkan kelebihan lemak badan, adapun obat kolesterol membersihkan dan menormalkan kolesterol dalam darah. Obat pelangsing akan membersihkan sementara beban tubuh dan menambah peradangan kolesterol.

Makanan apa yang baik dikonsumsi?

Semua makanan baik dikonsumsi, tapi kadar kolesterol harus dikontrol. Mengingat tubuh normal membutuhkan kadar kolesterol, maka dari itu jangan dihilangkan, namun perlu diatur.

Pengaturan makanan kadang tidak cukup, karenanya aktivitas pun harus dijaga. Usahakan jangan sampai kita tidak pernah bergerak. Lebih-lebih jika makanan kita banyak yang berasal dari gorengan, ikan dan jarang minum air.

Lakukan pengaturan makanan dan melakukan aktivitas

Pengaturan makan ini berperan dalam membatasi jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Dalam mengatur makan, kurangi makanan yang mengandung kolesterol, yaitu minyak dan lemak hewan. Antara lain: daging sapi/kambing, kulit ayam, jeroan, otak, hati ayam, cumi, udang, kerang, kepiting, kuning telur, gorengan, santan, asam lemak trans, margarin, butter dsb.

Konsumsilah makanan tinggi serat, gunakan minyak mufa (mono-unsaturated fatty acid) dan pufa (poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan berat badan ideal.

Minyak nabati tergolong aman, tidak mengandung kolesterol dan sedikit kadar lemak jenuhnya. Kandungan ini tidak dapat menaikkan kadar kolesterol darah, bahkan menurut beberapa laporan penelitian, dapat menurunkan kadar kolesterol. Begitu pula minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun juga sangat baik.

Tapi perlu diingat, minyak jangung, kedelai dan minyak zaitun bukan untuk menggoreng.[1] Banyak orang keliru dengan menjadikannya sebagai minyak untuk menggoreng. Padahal jika digoreng akan menjadi lemak yang jelek.

Tips sederhana menurunkan kolesterol:

  • Hindari atau kurangi mengonsumsi makanan dan minuman berminyak, berlemak dan mengandung kolesterol tinggi. Contoh: jeroan, kepiting, udang, kerang, kacang-kacangan, daging, santan, minyak, margarin, cokelat dan gula. Jika tidak bisa, berarti harus minum banyak dan makan buah sebelum konsumsi makanan tersebut.
  • Olahraga teratur.
  • Perbanyak minum.
  • Banyak makan buah, seperti seperti, apel, avokad, markisa, nanas.
  • Banyak makan sayur yang dimasak setengah matang.
  • Kurangi daging dan ayam.
  • Minumlah teh dan kurangi kopi.
  • Kurangi konsumsi sayur kacang, bayam dan sawi.

Herbal penurun kolesterol

Berikut ini beberapa tanaman herbal, rimpang dan sayuran yang bisa kita jadikan referensi dalam program penurunan kolesterol:

  1. Bawang putih. Konsumsilah bawang putih secara langsung atau dijadikan bumbu sayur dalam masakan kita. Pilih bawang yang tua atau pilih yang jenisnya pedas (bawang kating).
  2. Biarkan tempe sampai hampir busuk, lalu olah dan jangan digoreng. Bisa dibuat pepes dicampur dengan daun bawang pre atau lombok hijau. Campuran ini untuk menambah khasiat akibat penurunan kualitas tempe karena pengolahan lewat pengukusan.
  3. Baik tape ketan atau tape ketela. Usahakan cari yang lembek atau minum airnya.
  4. Sama saja antara lengkuas merah dan putih.
  5. Pilihlah jahe emprit. Untuk jahe gajah, dosis harus dinaikkan dari dosis jahe emprit.
  6. Pilihlah avokad yang masih pahit, belum matang. Konsumsi tiap hari.
  7. Kubis atau kol gepeng. Makan langsung, bisa dibuat lalap atau terancam, bisa juga dicampur dengan sambal. Perebusan akan menghilangkan khasiat dari kobis, kecuali penggunaan air sedikit dan tidak dimasak sampai lunak. Jangan dijus.
  8. Belimbing manis. Carilah yang setengah matang, terasa sedikit masam.
  9. Akar kayu manis. Pilih akar yang besar, bukan akar serabut.
  10. Kacang tanah. Dimakan langsung, tidak boleh direbus atau dimasak. Jika dimasak atau direbus, akan berubah sifatnya menjadi pemicu kolesterol.
  11. Labu siam. Konsumsi langsung atau diperas/dibuat jus. Jangan dimasak.
  12. Segala jamur. Konsumsi dalam porsi besar.
  13. Bawang merah. Konsumsi langsung atau bisa dicampur dengan kecap dan sambal. Tapi tidak boleh dicampur dengan sate.
  14. Dikonsumsi mentah atau dimakan setelah makanan matang.
  15. Semangka hijau, yang buahnya berwarna merah. Usahakan jangan dibuat es.

Demikianlah beberapa herbal rimpang dan sayuran yang bisa Anda pilih untuk mengurangi dan menormalkan kolesterol. Semoga bermanfaat.


[1] Jika digunakan untuk tujuan program menormalkan kolesterol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *