Wawasan Islam Cincin Rasulullah ﷺ

Bismillah. Kaifa halukum, Sobat TARJIM sekalian? Baik semua bukan? Kita semua sebagai umat Islam tentunya harus selalu mengidolakan Rasulullah, karena beliau manusia terbaik dan paling mulia. Nah, sebagai bentuk kesempurnaan pengidolaan kita terhadap Rasulullah, kita juga selayaknya mengetahui ciri-ciri beliau, sampai aksesoris apa saja yang mungkin beliau pakai.

Ngomong-ngomong, tahukah kalian jika ternyata beliau memiliki cincin? Seperti apa sih, cincin beliau? Yuk, langsung kita simak!

Bentuk cincin Nabi Muhammad ﷺ

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan, bahwa cincin Nabi kita, Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam– terbuat dari perak, ada mata cincinnya juga yang terbuat dari perak, berasal dari negeri Habasyah (Ethiopia). Sahabat Anas bin Malik menuturkan, “Cincin Nabi Muhammad ﷺ terbuat dari perak, sedang mata cincinnya berasal dari Habasyah.” (HR. Muslim: 2094)

Dalam riwayat lain, bahwa mata cincin Rasulullah tersebut bertuliskan:

محمد رسول الله

(artinya: Muhammad adalah utusan Allah). (HR. at-Tirmidzi: 1747)

Untuk apa beliau memakai cincin?

Sobat sekalian, sebenarnya beliau memakai cincin itu bukan karena semata-mata ingin berhias, namun ada sebab utama, yaitu sebagai stempel, untuk keperluan surat menyurat kepada para raja pada waktu itu. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, “Sesungguhnya Nabi ingin menulis surat ke Kisra (di Persia), Kaisar (di Romawi) dan Najasyi (Habasyah), lalu dikatakan pada beliau, ‘Sesungguhnya mereka tidak mau menerima surat kecuali ada stempelnya.’ Maka Rasulullah ﷺ membuat cincin dari perak dan diukir tulisan: محمد رسول الله.”

Apakah cincin tersebut sekarang masih ada?

Cincin tersebut sudah hilang, sebagaimana barang-barang Rasulullah ﷺ lainnya juga sudah tidak ada. Karena memang Rasulullah meninggalkan untuk kita bukan berbentuk harta benda, melainkan ilmu atau hadits haditsnya. Namun sekadar faedah, di dalam riwayat al-Bukhari, bahwa sepeninggal Nabi, cincin tersebut dipakai oleh Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, hingga akhirnya terjatuh di sumur Aris dan menghilang. (HR. al-Bukhari: 5873)

Tapi ingat, semua yang ada pada cincin beliau itu tidak mengandung keberkahan. Hanya sekadar digunakan sebagai stempel. Bukan sebagai jimat, sehingga jika kalian ingin memakai cincin, tidak boleh sambil berkeyakinan dengan keyakinan tertentu. Sebab, hal itu bisa mengantarkan kita kepada perbuatan syirik.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Ajarkan pada anak agar selalu mengidolakan Rasulullah ﷺ, di saat anak-anak zaman sekarang banyak yang mengidolakan superhero khayalan atau artis saja.
  2. Laki-laki memakai cincin hukum asalnya boleh, namun tidak boleh yang terbuat dari emas. Adapun wanita, boleh memakai cincin yang terbuat dari emas ataupun yang selainnya. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *