Agar Dibukakan 8 Pintu Surga

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang senantiasa menyucikan diri.” (HR.at-Tirmidzi no. 55 dan dishahihkan oleh al-Albani dan al-Mubarakfuri)

Makna kalimat:[1]

  1. Sabda Rasulullah أَشْهَدُ maknanya aku menetapkannya dalam hatiku seraya mengucapkannya dengan lisanku. Sebab kesaksian itu adalah ucapan dan pemberitaan lisan untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hati.
  2. Sabda beliau maknanya sebagai penguat kalimat sebelumnya (kalimat tauhid). Maksudnya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi secara benar selain Allah semata yang tidak ada sekutu baginya.
  3. Sabda beliau عَبْدُهُ maknanya beliau adalah seorang manusia yang tidak berhak untuk disembah, sedangkan kata وَرَسُولُهُ menunjukkan bahwa beliau tidak boleh didustakan karena beliau adalah seorang rasul yang mengemban risalah agung dari Allah untuk seluruh umat manusia.
  4. Sabda beliau التَّوَّابِينَ merupakan bentuk mubalaghah (menunjukkan makna lebih), artinya banyak dan sering melakukan taubat. Sedangkan kata الْمُتَطَهِّرِينَ maknanya menyucikan diri baik dari dosa dan kemaksiatan (dengan bertaubat) maupun menyucikan diri dari hadats yang menghalangi seseorang untuk beribadah kepada Allah.

Faedah:[2]

  1. Hadits ini bersumber dari sahabat yang mulia Umar bin al-Khaththab. Dua kalimat syahadat tersebut merupakan riwayat Imam Muslim sedangkan doa setelahnya merupakan tambahan dari riwayat at-Tirmidzi dan semuanya shahih dan bisa diamalkan dalam keseharian kita.
  2. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna kemudian ia membaca doa di atas maka ia akan dibukakan 8 pintu surga baginya. Inilah amalan yang ringan namun menghasilkan keutamaan yang luar biasa. Oleh karena tidaklah layak bagi seorang muslim berwudhu dengan asal-asalan (tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah) dan tidak membaca doa yang telah diajarkan kepada kita.
  3. Akan dibukakan baginya 8 pintu surga memiliki dua makna:
  4. Diberi kemudahan dalam melakukan berbagai macam kebaikan yang bisa menghantarkannya ke surga. Hal ini semakna dengan firman Allah:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. (QS.al-Ankabut: 69)

  1. Kelak pada hari kiamat akan dibukakan baginya 8 pintu surga sehingga ia bisa memasukinya dari pintu manapun yang ia kehendaki.
  2. Surga memiliki 8 pintu. Hal ini telah banyak dijelaskan oleh Rasul dalam berbagai haditsnya, baik dalam masalah wudhu, shalat, puasa, jihad, sedekah, ketaatan seorang istri dan sebagainya. Oleh karena itu apabila ada seorang muslim yang meragukan kebenarannya atau bahkan mengingkarinya maka perlu dipertanyakan keislamannya. Allahu a’lam.

[1] Syarah Hishnul Muslim (terjemahan) hal. 95-98, Taudhihul Ahkam 1/252, Tuhfatul Ahwadzi 1/150.

[2] Taudhihul Ahkam 1/253-254.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *