Benteng Diri Muslim Agar Mendapat Kebaikan Setiap Saat

Agar Mendapat Kebaikan Setiap Saat 

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ

“Kami memasuki waktu pagi, sedang segala kerajaan hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini: pembukanya, pertolongannya, cahayanya, berkahnya dan petunjuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pada hari ini dan kejahatan pada hari sesudahnya.” (HR. Abu Dawud no. 5083, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 352)

Makna kalimat:[1]

  1. Sabda beliau فَتْحَهُ maksudnya adalah tercapai apa yang diinginkan.
  2. Maksud dari sabda beliau وَنَصْرَهُ adalah mendapat pertolongan sehingga bisa melawan dan mengalahkan musuh.
  3. Sabda beliau وَنُوْرَهُ maknanya yaitu diberi petunjuk dengan ilmu dan bisa mengamalkan ilmu tersebut.
  4. Sabda beliau وَبَرَكَتَهُ maksudnya adalah dimudahkan dalam mendapatkan rezeki yang halal dan baik.
  5. Adapun makna dari perkataan beliau وَهُدَاهُ adalah diberi istiqamah dalam mengikuti petunjuk dan menyelisihi hawa nafsu.

Faedah:

  1. Hadits yang agung ini bersumber dari sahabat yang mulia Abu Malik al-Asy’ari a\. Nama aslinya adalah Ka’b bin Ashim. Di antara yang meriwayatkan hadits darinya adalah Ummu Darda’ s\.[2]
  2. Doa ini dibaca setiap pagi hari (setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit).[3] Adapun ketika sore hari (setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam) maka ada beberapa kalimat yang harus diganti karena menyesuaikan waktunya. Untuk memudahkan para pembaca, berikut ini kami paparkan perubahan teksnya secara lengkap:
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَ الْمُلْكُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَهِ اللَّيْلَةِ فَتْحَهَا وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا وَبَرَكَتَهَا وَهُدَاهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا

“Kami memasuki waktu sore, sedang segala kerajaan hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini: pembukanya, pertolongannya, cahayanya, berkahnya dan petunjuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pada malam ini dan kejahatan pada hari sesudahnya.”

  1. Dalam doa di atas Rasulullah meminta kebaikan hari ini (خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ ) namun beliau tidak meminta kebaikan pada hari sesudahnya (خَيْرَ مَا بَعْدَهُ ). Bahkan beliau memohon perlindungan dari berbagai kejahatan hari itu dan kejahatan hari sesudahnya. Hal ini menunjukkan bahwa mencegah kejahatan atau kejelekan itu lebih didahulukan daripada mendatangkan kebaikan atau manfaat.[4]
  2. Hendaknya seorang muslim senantiasa berusaha untuk berdzikir dalam setiap keadaannya, di antaranya dengan membaca dzikir-dzikir yang shahih dari Rasulullah ketika memasuki waktu pagi dan sore hari. Semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang selalu membasahi lisan dengan dzikir kepada Allah. Amin…. 

[1] Mirqat al-Mafatih 5/322-333.

[2] Al-Isti’ab 3/1321.

[3]  HR. Abu Dawud no. 3667, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 5036.

[4] Mirqat al-Mafatih 5/333.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *