Waspada Aksi Teroris Terbesar

Waspada Aksi Teroris Terbesar

Oleh: Abu Zaid Zahir

 

Satu hal yang sangat perlu menjadi bahan perhatian bagi setiap muslim dan muslimah adalah mengetahui tentang Dajjal. Sebab, ia merupakan teror paling dahsyat yang akan melanda umat manusia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pernah bersabda:

“Sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan Adam yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal.” (HR. Ibnu Majah: 4077, Shahih al-Jami’: 7875)

Oleh karena itu, sebagai bentuk kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam, beliau mengajari kita untuk senantiasa berlindung dari fitnah ini dalam setiap shalat dengan sabdanya:

“Jika salah satu dari kalian telah selesai dari tasyahud akhir maka hendaklah berlindung kepada Allah dari empat perkara………..dan dari kejelekan fitnah al-Masih Dajjal.” (HR. Muslim: 588)

 

WASPADALAH, WAKTUNYA SUDAH DEKAT!

Hal ini bertambah penting bagi kita yang hidup di hari ini. Sebab, takdir Allah ternyata mengantarkan kita sebagai umat yang hidup di akhir zaman. Artinya, kita hidup pada zaman keluarnya Dajjal!

Syaikh Muhammad al-Munajjid pernah ditanya: “Apakah Anda mengira bahwa munculnya salah satu di antara tiga tanda tadi, yaitu Mahdi, Dajjal dan Isa ‘Alaihis Salam sudah sangat dekat dan hal itu akan terjadi ketika kita masih hidup?”

Beliau menjawab: “Tentang apakah hal tersebut akan terjadi waktu dekat ini maka keterangan syariat menunjukkan demikian. Akan tetapi apakah hal itu terjadi dalam kehidupan kita ataukah setelah itu, maka ini termasuk hal yang gaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.”[1]

 

ADA APA DENGAN DANAU TIBERIAS?

Danau Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di wilayah Zionis Yahudi sekarang. Danau ini disebutkan dalam sebuah hadits panjang tentang Dajjal.

Dalam hadits tersebut dikisahkan bagaimana Tamim ad-Dari Radhiallahu ‘anhu (sebelum masuk Islam), seorang pelaut Arab yang beragama Nasrani dihempas badai hingga terdampar di sebuah pulau dan bertemu dengan Dajjal. Di antara dialognya dengan Dajjal yaitu:

“Ia (Dajjal) berkata: ‘Beritahukan padaku tentang danau Thabariyah.’ Kami (Tamim ad-Dari dan rombongannya) bertanya: ‘Tentang apanya yang kau tanyakan?’ Ia menjawab: ‘Apakah ada airnya?’ Mereka menjawab: ‘Airnya banyak.’ Ia berkata: ‘Ketahuilah, airnya sebentar lagi akan habis.’” (HR. Muslim: 2942)

Maksudnya, jika nanti air danau itu benar-benar habis maka itulah waktu Dajjal diizinkan oleh Allah untuk keluar menebar teror.

Menurut berita yang ada, kedalaman danau ini telah berkurang 16 m dari kedalaman awalnya yang mencapai 43 m. Itu artinya, debit airnya telah menyusut sepertiga. Karenanya, diceritakan bahwa ketika Syaikh Abdul Aziz bin Baz diberitahu tentang hal itu, beliau menangis sejadi-jadinya sampai air matanya membasahi jenggot dan baju bagian depannya, kemudian beliau berkata: “Inilah zaman keluarnya Dajjal!”

 

DAJJAL MANUSIA NYATA, BUKAN IMAJINASI

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

“Dajjal adalah seorang pemuda yang berambut keriting, matanya buta seakan aku mengumpamakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathn.” (HR. Ahmad 1/240, 313)

Syaikh al-Albani memberikan keterangan: “Hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa Dajjal Akbar tergolong manusia, memiliki sifat-sifat manusia, terlebih lagi tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam menggambarkannya seperti sahabat Abdul ‘Uzza bin Qathn. Hadits ini juga merupakan salah satu dari sekian banyak dalil yang menunjukkan batilnya takwil sebagian kalangan, bahwa Dajjal bukan manusia, melainkan simbol kemajuan bangsa Eropa, kemegahan serta fitnah mereka.” (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 3/190)

DAJJAL AKAN MUNCUL DARI SEGITIGA BERMUDA?

Keyakinan tentang munculnya Dajjal dari Segitiga Bermuda memang marak di masyarakat. Terlebih setelah munculnya buku yang ditulis oleh Muhammad Isa Dawud dari Mesir yang berjudul: “Dajjal Akan Muncul Dari Segitiga Bermuda.”

Namun sebagai seorang muslim, tentu keyakinan tersebut tidak boleh begitu saja kita terima. Keluarnya Dajjal adalah hal yang gaib. Kita tidak akan pernah tahu tentang hal itu kecuali melalui dalil. Dan ternyata, tidak ada satu pun dalil yang menunjukkannya. Bahkan, dalil-dalil yang ada justru menunjukkan bahwa Dajjal akan keluar dari arah timur, antara Syam dan Irak, bukan dari Segitiga Bermuda.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

“Dajjal keluar di daerah antara Syam dan Irak.” (HR. Muslim: 2937)

“Dajjal keluar dari daerah timur, namanya Khurasan.” (HR. at-Tirmidzi: 2237, lihat asSilsilah ash-Shahihah: 4/122)

Dalam riwayat lain, dari daerah Ashbahan (HR. Muslim: 2944). Tidak ada pertentangan antara riwayat-riwayat tersebut. Sebab, Khurasan dan Ashbahan adalah satu arah, yaitu arah bumi sebelah timur (dari jazirah Arab).

 

AGAMA DAJJAL

Agama Dajjal adalah Yahudi, sebagaimana yang dikuatkan oleh Syaikh Walid bin Muhammad Saif an-Nashr:

“Yang nampak bagiku, bahwa agama Dajjal adalah Yahudi, berdasarkan hadits Ibnu Shayyad tatkala ia berkata kepada Abu Sa’id al-Khudri: ‘Apa urusanku atasmu? Bukankah Nabi telah mengatakan bahwa Dajjal itu Yahudi, sedangkan aku seorang muslim?’ (HR. Muslim: 2927) Maka beliau Shallallahu ‘alaihi was salam menetapkannya.”[2]

 

MAYORITAS PENGIKUT DAJJAL ADALAH WANITA, YAHUDI DAN SYI’AH

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

“Dajjal akan turun (singgah) di Mirqanah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pulang menemui istri, ibu, putri, saudari dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal.” (HR. Ahmad: 2/67)

Oleh sebab itu, saudariku muslimah, kuatkanlah diri Anda dengan menuntut ilmu dan beramal shalih agar terhindar dari fitnah Dajjal.

Kemudian di antara pengikut Dajjal juga adalah Yahudi dan Syi’ah. Keduanya punya hubungan erat. Hal itu seperti yang di isyaratkan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

“Akan mengikuti Dajjal 70.000 Yahudi Ashbahan (Iran), mereka mengenakan thilasan (jubah yang menutup pundak dan badan).” (HR. Muslim: 2944)

Syaikh Salim bin ‘Id al-Hilali berkomentar:

“Mengapa Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam menyebutkan Yahudi Ashbahan (Iran) secara khusus? Jawabnya, karena hubungan yang amat erat antara Yahudi dan Syi’ah. Sejarah mencatat bahwa kaum Syi’ah sepanjang masa selalu membantu kaum Yahudi untuk menghancurkan kaum muslimin, tidak seperti yang sering digambarkan oleh media-media penyesat sekarang, yang menggambarkan bahwa Syi’ah mengusir Yahudi dan memerdekakan negeri dari Yahudi. Demi Allah, semua itu adalah politik dan kedustaan.” (Kaset Syarh Ushul Sunnah Ahmad bin Hanbal no. 9)[3]

Inilah sekelumit dari seluk-beluk teror dan fitnah Dajjal. Semoga dapat menambah wawasan keislaman kita. Dan yang terpenting, sebagai usaha untuk senantiasa mengingat-ingat fitnahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pernah bersabda:

“Dajjal tidak akan keluar hingga manusia lupa mengingatnya dan para imam tidak menyebutnya lagi di atas mimbar.” (HR. Ahmad: 4/71)

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

 

 

 

 

 

 

[1] www.islamqa.ar soal no. 3259.

[2] Kajian beliau pada 22 Jumada Ula 1438 H yang lalu di Masjid Namirah, Lamongan, Jawa Timur.

[3] Dinukil dari www.abiubaidah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *