Dukun dan Tukang Ramal

Dukun dan tukang ramal adalah dua istilah yang tak asing lagi buat warga Indonesia secara umum. Karena keduanya sudah ada dan dikenal sebelum Islam masuk ke bumi Nusantara ini.

Sobat TARJIM yang semoga dirahmati Allah, pada edisi ini kita akan sedikit belajar tentang dukun dan tukang ramal. Bagaimana pandangan Islam terhadapnya? Bolehkah kita percaya dengan mereka? Yuk, kita ikuti pembahasan berikut ini!

Apa sih, dukun dan tukang ramal itu?

Adik-adikku yang kakak sayangi karena Allah, dukun adalah sebutan buat orang yang mengambil informasi atau berita gaib dari setan. Setan telah mencuri berita dari langit. Seorang dukun akan memberitahukan tentang perkara-perkara gaib yang akan terjadi. Intinya, apabila ada seorang yang mengaku mengetahui perkara gaib (menerima bisikan dari setan) maka ia termasuk dukun.

Terus, kalau tukang ramal, apa Kak?

Adapun tukang ramal, adalah orang yang bisa meramal sesuatu yang akan terjadi dengan isyarat-isyarat tertentu. Misalnya; meramal nasib seseorang. Dengan hanya melihat garis-garis tangan seseorang dia bisa meramal bagaimana nasib orang tersebut; kaya atau miskin, bahagia atau sengsara, dan sebagainya.

Adik-adik, pada zaman sekarang orang-orang lebih memilih istilah ‘orang pintar’ atau ‘para normal’ untuk menyebut dukun dan tukang ramal. Mereka berusaha mengelabui dan menipu orang-orang awam.

Bolehkah kita percaya dengan perkataan mereka?

Sobat TARJIM yang shalih dan shalihah, sebagai generasi muslim yang cerdas maka kita harus mengetahui suatu perkara sebelum melakukannya. Dengan begitu, semua perkataan dan perbuatan kita didasari dengan ilmu. Kalau kita belum tahu maka tugas kita adalah belajar dan bertanya kepada orang yang lebih tahu. Dalam hal ini Rasulullah ﷺ pernah bersabda, yang artinya:

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal untuk menanyakan sesuatu lantas ia membenarkannya, maka tidaklah diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim: 2230)

Sobat TARJIM yang semoga Allah memberkahi kita semua, dalam hadits yang mulia di atas, kita bisa mengambil beberapa faedah yang sangat berharga, di antaranya:

  1. Larangan mendatangi dukun atau tukang ramal dan mempercayai ucapannya.
  2. Haramnya perdukunan dan ramalan serta mempelajarinya (termasuk dalam deretan dosa besar).
  3. Hukuman bagi orang yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan membenarkannya adalah shalatnya tidak diterima (tidak mendapat pahala) selama 40 hari. Bahkan bisa kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah.

Demikianlah yang bisa kita pelajari, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada edisi berikutnya! Insya Allah.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Jelaskan kepada anak-anak, bahwa yang mengetahui urusan gaib hanyalah Allah q\.
  2. Jelaskan perbedaan dukun dalam materi di atas dengan istilah “dukun bayi” agar mereka tidak salah paham.
  3. Sebutkan beberapa ciri yang dimiliki dukun atau peramal, semisal senantiasa komat-kamit membaca mantra, sering berkurban pada jin atau setan, bakar dupa atau kemenyan, dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *