Amalan Wanita di Hari Jumat

Amalan Shalih Muslimah di Hari Jumat 

Oleh: Abu Usamah

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi kaum muslimin. Itu karena di dalamnya terkandung keutamaan yang tak didapatkan pada hari-hari selainnya. Namun, ada anggapan bahwa hari Jumat hanya diperuntukkan bagi kaum lelaki muslim, sedangkan para muslimah tak memiliki kesempatan untuk meraih keutamaan di dalamnya.

Nyatanya, pernyataan ini sudah salah. Karena para muslimah pun dapat mereguk pahala darinya dengan amal shalih yang bisa mereka kerjakan. Nah, bagaimanakah cara muslimah memanfaatkan hari Jumat sehingga ia mendapatkan fadhilah yang banyak, sebagaimana yang didapatkan oleh kaum pria? Berikut ulasannya.

Semua amal shalih menjadi mulia di hari Jumat

Imam Muslim (Shahih Muslim no. 2014) dan Abu Dawud (no. 1048) meriwayatkan dari jalur Abu Hurairah a\, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Sebaik-baik hari yang disinari oleh mentari adalah hari Jumat; pada hari itu Adam p\ diciptakan, hari itu juga Adam dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula Adam dikeluarkan dari dalam surga. Dan tidaklah akan tegak hari kiamat, kecuali pada hari Jumat.

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan hari Jumat atas hari-hari selainnya. Ibnul Qayyim menjelaskan, “Bahwa yang benar adalah, hari Jumat merupakan hari yang paling mulia dalam kisaran pekan, sedangkan hari Arafah dan hari Nahr (10 Dzulhijjah) ialah hari yang paling mulia dalam kisaran tahun. Demikian pula berlaku (perbandingan ini-edt) untuk malam Jumat dan malam Lailatul Qadar.” (Zadul Ma’ad 1/60, melalui Tajrid al-Ittiba’ hal. 125-126)

Jadi, barangsiapa yang beramal shalih pada hari Jumat, maka itu akan menjadi lebih istimewa dibanding dengan amal shalih yang sama namun dikerjakan di luar hari Jumat. Hal itu disebabkan oleh fadhilah yang terkandung pada hari Jumat tersebut.

Amal shalih kaum muslimah di hari Jumat

Banyak amal shalih yang bisa dikerjakan oleh para muslimah di hari Jumat ini, di antaranya:

  1. Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi ﷺ.

Di antara amal shalih yang dapat dilakukan oleh para muslimah di hari Jumat ialah membaca shalawat kepada Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan bershalawat pada hari Jumat ini:

« إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَىَّ ». قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلاَتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ. فَقَالَ « إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الأَرْضِ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ »

“Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang mulia adalah hari Jumat. Di dalamnya Adam diciptakan, di dalamnya pula Adam diwafatkan. Pada hari Jumat pun akan ditiup (sangkakala), pembinasaan (semua makhluk), maka perbanyaklah shalawat kepadaku. Sebab, shalawat kalian akan dipaparkan di hadapanku.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana (shalawat) itu akan dipaparkan, sedangkan engkau telah hancur?” Rasul menjawab, “Sesungguhnya Allah w\ telah mengharamkan bagi tanah untuk memakan jasad para Nabi.” (HR. Abu Dawud: 1049, dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 4/32 no. 1527)

Banyak sekali ragam shalawat yang shahih bersumber dari Rasulullah ﷺ. Lafazh shalawat yang agak panjang dapat kita baca semisal Shalawat Ibrahimiyyah yang biasa kita ucapkan ketika duduk tasyahud akhir. Atau yang paling pendek, semisal kita mengucapkan:

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Semoga Allah ﷻ memberi shalawat dan salam atas beliau.” (HR. at-Tirmidzi 5/211, Ahmad 1/201, dan yang lainnya)

  1. Membaca surat al-Kahfi.

Di antara amal shalih lain yang dapat dikerjakan oleh seorang muslimah ialah membaca surat al-Kahfi. Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan diterangi dengan cahaya selama berada di antara dua Jumat.” (HR. an-Nasa’i, al-Baihaqi, al-Hakim, dan yang lainnya. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib 1/180 no. 736)

  1. Memperbanyak doa pada waktu yang mustajab.

Pada hari Jumat terdapat waktu yang mustajab. Bila seorang muslim berdoa di dalamnya, maka Allah ﷻ akan kabulkan. Karena itulah, hendaknya para muslimah dapat memanfaatkan waktu yang berharga ini dengan memohon kepada Allah ﷻ melalui doa-doa yang baik. Memohon kemantapan hati, meminta ampun, berlindung dari segala fitnah kehidupan dan kematian, dan yang lainnya.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُهْبِطَ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ … وَفِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللهَ حَاجَةً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهَا.

Sebaik-baik hari yang disinari oleh mentari adalah hari Jumat; pada hari itu Adam p\ diciptakan, hari itu ia diturunkan dari surga, pada hari itu pula taubatnya diterima ………… dan di dalamnya terdapat sebuah waktu yang bilamana ditepati oleh seorang muslim dalam keadaan shalat dan meminta sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya.”

Abdullah bin Salam a\ mengabarkan kepada Abu Hurairah a\ pada terusan hadits di atas, bahwa waktunya ialah akhir dari hari Jumat. Yaitu setelah shalat ‘Ashar sampai sebelum matahari tenggelam. (HR. Abu Dawud: 1048, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 961)

  1. Siapkan keperluan suami atau keluarga lelaki kita supaya dapat melaksanakan shalat Jumat dengan khusyuk dan sempurna.

Jangan sampai ada anggapan bahwa ibadah di hari Jumat hanya dimonopoli kaum pria saja. Anggapan ini jelas salah, karena wanita pun bisa mendapatkan pahala shalat Jumat, pahala mendengarkan khatib ketika khotbah, pahala berjalan kaki ke masjid, dan yang lainnya. Lantas, bagaimana bisa, padahal seorang wanita hanya berada di rumah?

Ternyata bisa. Karena Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa yang ikut mempersiapkan seorang mujahid fi sabilillah maka dia benar-benar telah ikut berperang. Dan barangsiapa yang membantu mengurusi keluarga si mujahid dengan baik, maka dia benar-benar telah ikut berperang.” (HR. al-Bukhari: 2843, Muslim: 5011)

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *