Apa sih, yang Dimaksud Dengan Tathayyur?

Assalamu’alaikum, Sobat TARJIM. Gimana kabar kalian semua? Semoga kita senantiasa dijaga oleh Allah. Amin.

Alhamdulillah, Sobat, kakak bisa hadir kembali mengunjungi kalian untuk belajar bersama, belajar tetang tathayyur. Penasaran..? Yuk, kita ikuti pembahasannya!

Apa sih, yang dimaksud dengan tathayyur?

Adik-adik yang kakak sanyangi karena Allah, tathayyur adalah merasa sial karena sesuatu. Kaum musyrikin pada masa jahiliah dahulu mempunyai keyakinan, bahwa nasib sial yang mereka alami disebabkan oleh burung atau selainnya. Mereka meresa sial dengan apa yang mereka lihat, semisal melihat hal-hal yang menakutkan. Mereka merasa sial dengan apa yang mereka dengar, semisal mendengar suara burung gagak. Mereka merasa sial dengan apa yang mereka ketahui, semisal angka atau bilangan tertentu yang (katanya) bisa membawa sial. Ternyata nggapan atau keyakinan seperti ini bukan hanya terdapat pada masyarakat jahiliah zaman dahulu. Sebagian kaum muslimin (karena sedikitnya ilmu mereka) masih ada yang terjangkiti penyakit ini. Wallahul musta’an.

Apa saja contoh tathayyur, Kak?

Sobat, berikut ini beberapa contoh anggapan sial karena seseutu yang terjadi di masyarakat:

  1. “Wah, ada ular nyeberang jalan! Ini alamat buruk. Yuk, kita pulang saja!” Merasa sial karena ada ular yang motong jalan saat perjalanan.
  2. Kalau ada burung gagak yang hinggap di atas rumah seseorang kemudian terbang ke arah kiri maka pertanda akan ada orang yang meninggal dunia.
  3. Tidak berani mengadakan hajatan pada bulan-bulan tertentu (semisal; Muharram dan Dzulqa’dah). Mereka beranggapan kalau mengadakan hajatan pada bulan itu akan terjadi malapetaka.
  4. Angka 13 merupakan angka sial. Oleh karena itu, ada beberapa hotel yang tidak memiliki nomor 13, baik di kamarnya atau urutan lantai. Biasanya setelah kamar atau lantai 12 langsung loncat ke angka 14. Mereka mempunyai anggapan, angka 13 tersebut akan membawa kesialan.
  5. Dan masih banyak contoh lainnya.

Benarkah keyakinan ini?

Keyakinan ini (tathayyur atau thiyarah)  adalah keyakinan yang batil. Anggapan atau keyakinan tersebut tidak ada dasarnya dalam al-Qur’an maupun hadits Rasulullah. Oleh karena itu, anggapan atau keyakinan seperti ini sangat berbahaya bagi tauhid seseorang. Bahkan bisa mengurangi keimanan dan tawakal. Lebih parahnya lagi, orang tersebut menjadi tidak percaya adanya takdir Allah. Bagi seorang  muslim sejati, ia harus beriman kepada takdir (ketentuan) Allah. Segala seuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah takdir dari Allah. Hendaknya kita senantiasa bertawakal kepada Allah.

Untuk pendidik dan orang tua:

  1. Jelaskan makna tathayyur atau thiyarah kepada anak-anak agar mereka memahami dengan baik dan benar.
  2. Berilah contoh-contoh tathayyur yang ada di masyarakat sekitarnya, karena lain daerah terkadang lain pula kepercayaannya.
  3. Jelaskan bahaya tathayyur bagi keimanan seseorang. Semoga kita dikaruniai generasi yang shalih dan shalihah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *