Bisnis Rumahan dan Teknologi

Perkembangan teknologi komunikasi yang masya Allah, luar biasa pesat, berdampak pada semua lini kehidupan. Berbagai masalah muncul silih berganti, pun keuntungan dari perkembangan ini cukup berarti. Sehingga perkembangan teknologi komunikasi ini pun bagaikan sebilah pisau bermata dua. Apabila kita bisa memanfaatkan kemudahan dari Allah ini dengan cara baik dan terbaik, insya Allah akan mendapatkan hasil yang baik pula. Sebaliknya, jikalau kita memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi ini secara asal-asalan, tanpa aturan, tidak ada tujuan dan arah, pada akhirnya teknologi malah jadi bumerang bagi kita.

Salah satu bisnis yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi adalah bisnis rumahan. Yaitu bisnis yang kegiatannya dilakukan dalam rumah. Bisnis rumahan adalah bisnis yang membutuhkan modal kecil namun memiliki peluang yang cukup besar. Banyak peluang bisnis rumahan yang bisa kita jalani, baik itu bisnis catering, menjadi reseller produk, dan yang lainnya. Trend saat ini, berbisnis cukup dengan “memegang smartphone”.

Pertumbuhan pelaku bisnis rumahan dengan memanfaatkan teknologi cukup signifikan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya, perkembangan teknologi komunikasi, kemudahan akses internet dan informasi, kemudahan dalam transaksi keuangan, pergeseran komunikasi sosial masyarakat ke arah komunikasi sosial media, pola marketing produsen dan distributor ke arah sosial media, bermunculannya virtual “mall” di dunia maya, seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada dan yang lainnya. Ini semua di antara faktor-faktor pendukung bertumbuhnya bisnis rumahan.

Bak gayung bersambut, di antara para pelaku bisnis memilih bisnis ini dengan berbagai motivasi. Mulai dari keinginan memiliki waktu berkualitas bersama keluarga, mudah dilakukan, tidak membutuhkan modal besar dan motivasi lainnya. Meskipun sifat bisnis rumahan berbasis teknologi komunikasi merupakan salah satu pilihan bisnis “mudah” dengan peluang terbuka lebar, namun pelaku bisnis ini harus memperhatikan beberapa hal, agar tidak melenceng dari tujuan dan motivasi awal, di antaranya:

  1. Dukungan keluarga.

Sebelum memulai bisnis rumahan, penting bagi kita, khususnya para ibu rumah tangga, untuk mendapat dukungan dari seluruh anggota keluarga. Dukungan keluarga merupakan motivasi tersendiri untuk menjalankan bisnis rumahan. Selain itu kegiatan bisnis kita akan tidak hanya didukung secara moril, lebih dari itu insya Allah akan didukung secara materiil, baik tenaga, modal, waktu, dan yang lainnya.

2. Tetapkan waktu pelayanan.

Salah satu kelebihan menjalankan bisnis rumahan adalah tidak harus “ngantor”, kerja cukup di rumah, tidak tersibukkan urusan luar rumah, dan berbagai kelebihan yang lainnya. Namun perlu kita ingat, waktu kita 24 jam bukan hanya untuk bisnis. Tetapi harus kita bagi dengan urusan dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Apabila hal ini tidak ada ketetapan, maka tidak mustahil terjadi ketidakseimbangan dalam rumah tangga, yang pada akhirnya, bisa jadi keluarga tidak lagi mendukung, malah menentang.

Sebaiknya kita atur waktu pelayanan bisnis kita. Kita tetapkan waktu transaksi kita dengan pembeli. Kita batasi jam pelayanan agar tidak mengganggu hak dan kewajiban kita di rumah. Ketetapan yang telah kita tetapkan haruslah kita jalankan secara konsisten, apabila kita kurang konsisten, maka pembeli pun akan semakin seenaknya dalam bertransaksi. Dan sebenarnya, ketetapan waktu yang kita tentukan menunjukkan kredibilitas kita dan profesionalisme kita dalam berjual beli, karena kita memiliki waktu khusus untuk pembeli. Pemilihan waktu pelayanan diharapkan tidak berbenturan dengan waktu bersama keluarga.

3. Professional dalam bermuamalah.

Bisnis rumahan, meskipun dijalankan di rumah dengan skala kecil menengah, tidak boleh diremehkan dalam bermuamalah. Meskipun berbarengan kesibukan rumah tangga, tidak boleh dilalaikan, karena ini menyangkut hak dan kewajiban, menyangkut kredibilitas dan komitmen kita dalam berbisnis. Tanpa profesionalisme dalam berbisnis meskipun skala rumahan, kita akan ditinggal, karena kita meremehkan orang yang sudah berharap pada produk kita.

Perlu kita pahami, bisnis rumahan bukanlah bisnis yang tidak mungkin berkembang. Bisa jadi bisnis rumahan akan menjadi bisnis skala menengah, bahkan besar dengan market share yang lebih luas. Nah, itu semua diawali dengan sikap profesionalisme kita dalam berbisnis. Istilahnya, “Skala kecil saja nggak bisa melayani dengan baik, bagaimana nantinya kalau besar?”

4. Atur keuangan.

Salah satu kendala atau bahkan bisa dikatakan sebab kegagalan, dalam berbisnis rumahan adalah keuangan. Betapa banyak pebisnis rumahan yang tidak bisa berkesinambungan bisnisnya dikarenakan uang atau modalnya sudah terpakai ini dan itu. Jadi, tidak bisa kulakan lagi. Maka sangat perlu bagi kita untuk memisahkan atau membuat administrasi keuangan untuk mengatur keuangan kita agar bisnis rumahan kita tidak gulung tikar gara-gara kita sendiri.

5. Pengembangan usaha.

Bisnis rumahan sangat memungkinkan untuk berkembang. Khusus bisnis rumahan berbasis teknologi komunikasi, yaitu berupa media sosial atau virtual market, mempunyai peluang yang cukup terbuka. Buat perencanaan matang, pembagian waktu dan identifikasi pekerjaan atau alur bisnis, kemudian terapkan rencana dengan terus melakukan evaluasi.

Evaluasi terus perkembangan bisnis, dan terus kita cari celah produk untuk produk kita, masuk ke pasar tersebut dengan tepat dan terus evaluasi. Apabila pasar terus meluas, perlu kita pertimbangkan penambahan tenaga, modal dan sarana penunjang bisnis.

Demikian sedikit hal yang bisa kita bahas saat ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Oleh: Bayu S.E.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *