Hapuslah Kejelekan Dengan Kebaikan

Assalamu’alaikum….. Sobat TARJIM, semakin dunia mendekati hari kiamat, maka akan semakin banyak pula orang-orang yang berakhlak jelek dan suka melakukan kemaksiatan dan kejelekan. Yups, mungkin seperti zaman kita sekarang ini, Sobat. Astaghfirullah al-‘Azhim….

Sobat, terkadang kita pun masuk dalam kategori orang-orang yang paling tidak, pernah melakukan kesalahan atau kemaksiatan. Contohnya; berbohong (termasuk mencontek ketika ujian), bertengkar, malas membantu orang tua, malas mengerjakan amal shalih, dan misal yang lainnya. Iya nggak??

Tetapi, agama Islam sangat menyayangi pemeluknya. Sebab Allah ﷻ telah memberikan kesempatan bagi para hamba yang melakukan kesalahan untuk memperbaikinya. Seperti jika kita salah menulis, dapat menggunakan penghapus untuk mengoreksinya. Demikian pula ketika kita bersalah melakukan perbuatan dosa, maka kita bisa memperbaikinya dengan melakukan amal shalih setelahnya.

Tiga tips jitu dari Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ telah memberikan tiga resep jitu kepada kita agar dapat masuk surga dengan cara menjaga diri dari perbuatan dosa melalui (1) rasa takut kepada Allah ﷻ dalam keadaan sepi maupun ramai, (2) memperbaiki kesalahan dengan cara menggantinya melalui amalan shalih, (3) berusaha bergaul bersama manusia yang lain dengan akhlak yang baik.

Dari Abu Dzar al-Ghifari , bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda kepadanya,

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah (takutlah) engkau kepada Allah ﷻ di manapun berada, ikutilah perbuatan yang jelek itu dengan amal yang baik niscaya ia akan dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. at-Tirmidzi: 1987, dihasankan oleh al-Albani)

Nah, pada poin kedua di atas, kita dapat melihat bagaimana cara sahabat mempraktikkannya. Telah banyak dikisahkan, bahwa untuk menebus kesalahan karena telah menyakiti dan memusuhi agama yang telah dibawa oleh Rasulullah ﷺ pada awal masa keislaman, maka sahabat semisal ‘Amru bin al-‘Ash, Ikrimah bin Abu Jahal, Abu Sufyan bin Harb –radhiyallahu ‘anhum- dan yang lainnya berlomba-lomba berjihad di jalan Allah ﷻ. Bahkan pada beberapa kesempatan, Ikrimah selalu memeluk mushaf al-Qur’an setelah membacanya dan menangis tersedu-sedu, sebab ia teringat dengan permusuhannya terhadap Allah ﷻ sebelum masuk Islam.

Lebih dahulu lagi, ternyata Nabi Ayyub  juga selalu berkorban dengan cara menyedekahkan hartanya ketika beliau tengah berjalan dan mendengar ada orang yang menyebut-nyebut nama Allah ﷻ dengan sembarangan.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Ajarkan kepada anak bahwa manusia bukanlah makhluk seperti Malaikat yang tak pernah berbuat dosa, siapa pun dia.
  2. Ajarkan kepada anak agar tidak gampang putus asa ketika melakukan kesalahan. Karena Allah selalu memberi kesempatan untuk memperbaiki diri bagi mereka yang telah berbuat salah.
  3. Ingatkan kepada anak, agar jangan sampai meremehkan dosa, dengan anggapan jika ingin berbuat dosa, maka ia akan langsung beramal shalih. Karena kita tidak tahu, ajal kita akan datang kapan. Dan karena itulah, nasihat pertama yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits di atas adalah, jagalah diri kita dengan takwa (rasa takut) kepada Allah. Maka bukanlah orang bertakwa yang merencanakan perbuatan dosa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *