Minum Kopi Saat Haid

Soal:

Assalamu’alaikum. Maaf,Ustadz, saya mau tanya. Saat wanita haid, boleh ngaksih, minum kopi atau teh?Dalam beberapa artikel yang pernah saya baca, katanyatidak boleh seorang wanita minum kopi saat haid.Jazakumullahu khairan(Pembaca)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.Boleh atau tidaknya minum kopi pada saat haid tergantung respons individu tubuh setelah minum kopi atau the.Sebenarnya masalah ini tidak hanya berlaku pada kopi atau teh saja,akan tetapi berlaku untuk semua makanan yang dapat menimbulkan efeksetelah meminumnya.Mengingatsaat haid itu banyak gejala dan masalah yang terjadi, seperti; pusing, nyeri haid, volume perdarahan, siklus haid, dan sebagainya.

Jadi, boleh tidaknya minum kopi atau the, dikembalikan pada efek yang muncul setelah minum minuman tersebut.Karenadimungkinkan efek minum kopi pada seseorang bisa berbeda, baik dia haid ataupun saat tidak haid.Jikasetelah minum kopi efeknya kurang baik, maka sebaiknya batasi minum kopi atau tunda dulu saat masih haid. Adapun jika kopi tidak menimbulkan efek pada proses haid maka konsumsilah sewajarnya, jangan berlebihan, mengingat kedua minuman ini nyata memiliki pengaruh dalam tubuh. Untuk memudahkan gambarannya,mari kita bahas masalah ini:

 Boleh minum kopi

Selama minum kopi tidak menimbulkan efek yang jelek, maka boleh-boleh saja.Lebih-lebih jika badan sangat lemas dengan disertai keluhan haid ringan, dimana rasa pusing dan nyerinya masih normal.Minum kopi akan menjadikan tubuh lebih kuat, bersemangat dan tidak terasa loyo, serta membantu meredakan nyeri.

Jika keluhan haid sangat berat

Sebaiknya minum kopi perlu dipertimbangkan, mengingat:

  1. Minum kopi bisa menaikan tensi tekanan darah memicu hipertensi, menaikan detak (denyut) jantung, menambah risiko perut kembung, menambah rasa pusing dan gangguan tidur. Dengan demikian keluhan haid akan bertambah dan semakin berpengaruh pada siklus-siklus haid bulan berikutnya, tingkat nyeri, jumlah volume darah haid dan masa pemulihan yang dibutuhkan setelah haid.
  2. Jika kasus diatas sudah mulai dirasakan, risiko bertambah keguncangan emosi lebih besar (apalagi jika mendekati masa menopause). Orang yang haid normal secara umum memilki sindrom mudah marah, bagaimana halnya jika ditambah dengan efek negatif kopi? Bisa jadi ketegangan semakin parah, tingkatpemicu kemarahan lebih besar dan lebih sensitif, sehingga akan lebih mudah marah pada hari-hari menjelang haid sampai haid mulai muncul flek.
  3. Memperparah keluhan haid, hal ini sebagai efek dari keguncangan emosi dan tekanan darah, sehingga paling tidak tubuh beradaptasi pada 2 masalah; masalah proses perdarahan haid dan pengaruh kopi.
  4. Mempersingkat masa perdarahan dan mengganggu siklus perdarahan haid pada masa berikutnya. Halini karena kopi memiliki sifat yang memicu kencing (meningkatkan produksi urin). Sehingga dengan bertambahnya jumlah volume kencing,akan sedikit mengurangi volume darah haid normal, lebih-lebih jikamemiliki kebiasaan minum kopi dalam hari-hari biasa.
  5. Menambah nyeri perut dan payudara (khusus kopi untuk kasus yang menyebabkan perut kembung), lebih-lebih jika memiliki keluhan lambung atau asam lambung.
  6. Memperbanyak keputihan di hari biasa, sebagai dampak bertambahnya ketegangan dan keluhan.

Saran-saran

  1. Minumlah kopi dalam jumlah yang sedikit, sekadar untuk menguatkan tubuh.Kalau tidak bisa buat minuman kopi yang encer atau direbus lebih lama, untuk menurunkan kadar kafein atau bisa juga cari jenis-jenis kopi yang tidak terlalu berpengaruh terhadap syaraf, tidak menyebabkan gangguan tidur dan nyaman ke perut (tidak membuat kembung).
  2. Minum airputih hangat untuk meringankan kram perut dan proses pencernaan.
  3. Istirahat secukupnya, kurangi makan pedas dan sumber zat besi tinggi.

Demikian yang bisa kami sampaikan.Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *