Solusi Kegagalan Penjualan

Solusi Kegagalan Penjualan

Oleh: Bayu S.E.

Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah semata. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, kita masih dipertemukan kembali pada edisi kali ini, semoga para pembaca senantiasa dalam perlindungan dan taufik dari Allah. Amin.

Perencanaan bisnis adalah hal penting dalam merintis sebuah usaha. Perencanaan bisnis mencakup di dalamnya adalah estimasi dan target penjualan. Bagaimana mengetahui estimasi dan target penjualan? Hal tersebut dapat diketahui salah satunya dengan cara melakukan analisis terhadap target pasar yang hendak dituju dan sumber daya (kemampuan) produsen dalam memproduksi produk yang akan dipasarkan.

Penjualan adalah salah satu indikator utama untuk menilai keberhasilan sebuah bisnis. Semakin tinggi tingkat penjualan, semakin tinggi pula keuntungan yang didapatkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat penjualan, akan semakin rendah pula keuntungan yang didapat, bahkan bisa jadi mengalami kerugian. Oleh karenanya, penting peran rumusan strategi pemasaran dan penjualan produk serta solusi apabila ada kendala dalam penjualan produk kita. Meskipun begitu, tak jarang seorang pebisnis mengalami kegagalan dalam penjualan produk. Ada beberapa hal yang menjadi kendala penjualan produk, beserta solusi kendala tersebut. Simak ulasan berikut.

  1. Penetapan harga yang tidak tepat.

Salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk adalah harga. Oleh karenanya, penetapan harga produk haruslah sesuai dengan karakter produk itu sendiri dan target pasar yang dituju. Apabila produk dibuat untuk target pasar kalangan ekonomi menengah ke bawah, maka untuk jenis produk kita, sesuaikan dengan kemampuan dan daya beli pasar menengah ke bawah. Begitu juga apabila produk kita buat untuk memenuhi kebutuhan menengah ke atas, maka harga produk disesuaikan dengan kemampuan dan daya beli target pasar dengan meningkatkan kualitas sesuai harga yang ditetapkan. Istilah orang Jawa “ono rego ono rupo” (ada harga ada kualitas). Kesalahan kita dalam menetapkan harga bisa berdampak fatal; terlalu mahal di segmen menengah ke bawah, konsumen tidak akan membeli dan berusaha mencari produk subtitusi. Terlalu murah di segmen menengah ke atas, produk kita dianggap sebagai produk murahan dengan kualitas rendah.

2. Produk kurang berkualitas.

Salah satu komponen produk adalah kualitas. Ada sebagian orang, ingin mendapatkan keuntungan besar dengan menetapkan harga produk tidak selaras dengan kualitas produk. Padahal, tidak semua konsumen menjadikan harga sebagai acuan utama keputusan dalam melakukan pembelian produk, namun kualitas juga merupakan salah satu pertimbangan mereka dalam memutuskan pembelian produk. Kualitas yang bagus akan melahirkan kepuasan dan kepercayaan konsumen terhadap produk. Dan kepercayaan konsumen adalah poin penting yang harus kita capai. Kenapa? Karena apabila konsumen sudah percaya pada produk kita, mereka akan melakukan pembelian ulang, bahkan mereka akan menjadi ‘agen’ promosi dengan merekomendasikan produk kita kepada orang lain. Pada akhirnya, akan meningkatkan penjualan produk kita.

3. Produk kurang dibutuhkan.

Salah satu faktor yang menjadi keberhasilan penjualan produk adalah besarnya tingkat kebutuhan konsumen akan produk tersebut. Jika produk kita kurang dibutuhkan konsumen, maka volume penjualannya juga akan sangat kurang. Karena itu, sebelum menjual sebuah produk, tentukan terlebih dulu produk yang banyak dibutuhkan oleh target pasar kita. Hal ini akan mempermudah produk kita diterima oleh pasar yang kita bidik.

4. Promosi kurang efektif.

Tak kenal maka tak sayang. Fungsi promosi adalah sebagai media perkenalan antara produk dengan calon pemakai produk. Seseorang yang mengetahui informasi tentang sebuah produk, memiliki kemungkinan lebih besar untuk membeli produk kita daripada seseorang yang tidak tahu-menahu tentang produk kita. Konsumen mempunyai kebutuhan dan harapan akan sebuah produk. Ketika ada iklan atau promosi terkait kebutuhan dan harapan mereka, mereka akan mencari tahu dan menyelaraskan kebutuhan mereka dengan produk kita. Tanpa ada media promosi (tentunya setelah kehendak dari Allah), pembeli tidak ada ketertarikan terhadap produk kita. Selain memaksimalkan frekuensi promosi, ketepatan media dan target promosi harus kita perhitungkan. Promosi akan efektif ketika kita tepat dalam memilih media yang mudah diakses oleh konsumen pada target pasar produk kita.

5. Distribusi tidak merata.

Maksimalkan promosi untuk mendongkrak penjualan, kemudian distribusikan produk di tempat yang telah digencarkan promosi. Akan menjadi masalah apabila promosi sudah digencarkan, sedangkan kesediaan produk tidak ada, sehingga promosi yang kita buat seolah menjadi sia-sia dan konsumen yang telah memiliki harapan terhadap produk kita akan merasakan dikecewakan, bahkan hilang kepercayaan mereka kepada kita.

Demikian sedikit yang bisa kita bahas dalam kesempatan kali ini. Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita dan memberkahi harta serta kehidupan kita. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *